Loading...

Ubi Jalar Sebagai Alternatif Untuk Membantu Krisis Pangan

Ubi Jalar Sebagai Alternatif Untuk Membantu Krisis Pangan
Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat dan mempunyai peran yang vital bagi kehidupan suatu bangsa. Ketahanan pangan pada pada saat ini diarahkan untuk a. peningkatan keterjangkauan dan kecukupan pangan yang beragam, berkualitas, bergizi, dan aman; b. peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan nelayan melalui penguatan kapasitas petani dan nelayan, penguatan akses terhadap input produksi, penyediaan sarana prasarana pertanian dan perikanan, serta mendorong mekanisasi dan penggunaan teknologi; c. diversifikasi pangan dan kualitas gizi; 4. perbaikan iklim usaha dan daya saing; serta 5. penguatan sistem pangan berkelanjutan (pengembangan food estate). Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tetap resilient di tengah pandemi. Sebagai penopang sektor pangan, pertanian menjadi sektor yang tetap tumbuh positif ketika sektor lain mengalami kontraksi. Bahkan sektor ini juga berkontribusi terhadap ekspor Program diversifikasi pangan yang digulirkan Pemerintah terus digalakkan karena Indonesia memiliki sumber keragaman karbohidrat yang sehat dan bergizi. Untuk itu pengembangan sektor pertanian diarahkan pada pengadaan aneka komoditas pangan lokal. Pangan lokal adalah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sesuai potensi dan kearifan lokal. Pangan lokal sebagai solusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan di masa pandemic covid-19. Pengembangan pangan lokal sebagai upaya memperkuat keragaman pangan dengan berbagai pangan alternatif. Adanya berbagai pangan lokal yang sehat dan ramah lingkungan sangat baik dikonsumsi pada masa pandemic covid-19. Komoditas pangan lokal yang potensial dikembangkan diantaranya adalah: Gandum,jagung, sorgum, kacang kacangan dan umbi umbian Kelompok umbi-umbian yang potensial dikembangkan adalah singkong (ubi kayu), ubi jalar, kentang, gadung, uwi, talas/suweg, porang, ganyong, garut. Tanaman umbi-umbian sumber pangan alternatif yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Ubi kayu dan Kentang selain memiliki kandungan karbohidrat, juga mengandung vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan tubuh. Vitamin dan mineral tersebut, diantaranya adalah kalsium, fosfor, kalium dan vitamin C. ubi jalar termasuk makanan yang mudah ditemukan dan mudah dalam pengusahaannya Berbagai olahan kelompok umbi-umbian potensial dikembangkan sebagai agroindustri lokal. Ubi jalar merupakan salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia. Pasalnya, selain rasanya yang manis, ubi jalar termasuk makanan yang mudah cara pengolahannya. Tak heran jika ada banyak macam olahan ubi jalar yang bisa Anda konsumsi. Nah, dalam 100 gram ubi jalar, bisa ditemukan kandungan nutrisi sebagai berikut: Air 61.9 gram,Energi: 151 kalori,Protein: 1.6 gram.Lemak: 0.3 gram,Karbohidrat: 35.4 gram,Serat: 0.7 gram,Kalsium: 29 gram,Fosfor: 74 gram,Zat besi: 0.7 gram,Natrium: 92 miligram (mg),Kalium: 565.6 mg, Tembaga: 0.30 mg,Seng: 0.5 mg,Karoten total: 1.208 mikrogram (mcg), Thiamin (Vitamin B1): 0.13 mg, Riboflavin (Vitamin B2): 0.08 mg, Niasin: 0.7 mg, Asam askorbat (Vitamin C): 11 mg.Kalau dilihat dari sisi manfaat Kesehatan ubi jalan dapat untuk: a. Mengendalikan, b. Mengurangi risiko kanker gula darah, c. Mengontrol tekanan darah, d. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tak heran jika mengonsumsi ubi jalar memberikan manfaat untuk mengurangi risiko peradangan dan obesitas. Selain itu, kandungan vitamin A dan E pada bahan makanan ini juga mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga menguatkan kemampuan tubuh melawan penyakit. Tak hanya itu, kandungan antioksidan yang berhubungan dengan pigmen pada ubi jalar memiliki sifat anti inflamasi yang bermanfaat untuk kesehatan secara menyeluruh. Apabila pandemic Covid-19 terus berlangsung tidak menutup kemungkinan dunia akan mengalami krisis pangan dan krisis ekonomi. Untuk itu perlu penguatan sistem pangan lokal sampai pada tingkat masyarakat. Dalam berbagai kondisi apapun diharapkan masyarakat adaptif dengan sistem pangan lokal sesuai keragaman potensi daerah setempat. Strategi pengembangan pangan lokal diantaranya, adalah: pengembangan produksi pangan lokal sesuai keragaman potensi masing-masing daerah, b. pengembangan berbagai produksi pangan lokal sebagai bahan baku industri olahan pangan, c. penguatan agroindustri lokal, d melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan lokal bagi pemenuhan pangan dan gizi keluarga serta dalam rangka penguatan ekonomi daerah dan Nasional. Saat pandemic covd-19 merupakan waktu yang tepat untuk mempromosikan pangan lokal dan pengembangan ekonomi lokal. Sudah saatnya kita membiasakan perilaku mengkonsumsi pangan lokal, menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk berproduksi, dan mencintai produksi dalam negeri. Yulia Tri S yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/dampak-fenomena-perubahan-iklim https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3496/strategi-menjaga-ketahanan-pangan-nasional-dalam-agenda-pembangunan-nasional Anita Lusiya Dewi dkk, 2010 Pengembangan Tepung Ganyong Sebagai Pengganti Tepung Terigu Di Indonesia,IPB, Bogor, Jabar. http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/ketahanan-pangan-covid-19-dan-perubahan-iklim Nugraheni Hadiyanti,, 2021. Diversifikasi Pangan Lokal Memperkuat Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kadiri