Ditulis Oleh : Siti Nurani, S.P Petani yang sudah biasa menanam satu varietas misalnya ciherang akan susah untuk pindah pemahaman dan melakukan pergiliran varietas karena dianggap ciherang masih menjadi varietas utama yang bisa memberikan peluang hasil tinggi. Kasemen merupakan salah satu kecamatan di Kota Serang Banten yang memiliki potensi di pertanian padi. Luas baku lahan pertanaman padi kecamatan kasemen adalah 4255 ha (ATR, 2020). Sama seperti wilayah lainnya, pertanaman padi di wilayah kasemen tidak luput dari kegagalan dan belum tercapainya target peningkatan produksi. Kasemen yang merupakan wilayah lumbung padi di kota serang masih kalah produktivitasnya apabila dibandingkan dengan wilayah di jawa barat dan kab/kota lainnya di banten. Sulitnya peningkatan produksi dan produktivitas padi diakibatkan serangan hama dan penyakit akibat seringnya menanam varietas yang sama di setiap musim. Beberapa lokasi yang dijadikan sampel untuk data produktivitas di Kecamatan Kasemen umumnya masih rendah. Salah satunya adalah di Kelompok Tani Abdi Tani Kelurahan Margaluyu yang memiliki nilai produktivitas rata – rata 5,5 – 6 ton/ha. Upaya awal yang dapat dilakukan untuk pengingkatan produktivitas adalah penanaman varietas unggul baru dengan penambahan sarana dan prasarana produksi pertanian yang mendukung peningkatan produktivitas dan teknologi sistem tanam seperti sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Atas dasar itu maka diperlukan program atau kegiatan intensif di salah satu lokasi untuk peningkatan produktivitas “Uji Coba Teknologi Padi Sawah Inpari 32 dengan Sistem Tanam Jajar Legowo 2 : 1 dan 4 : 1” Sistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam dengan beberapa barisan yang diselingi atau disisipi oleh tanaman tambahan. Legowo berasal dari bahasa Jawa yaitu “Lego” dan “Dowo”. Lego artinya luas dan Dowo artinya memanjang. Jadi bisa diartikan diantara kelompok barisan tanaman padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan. Penerapan sistem tanam jajar legowo dapat meningkatka populasi tanaman. Beberapa model sistem tanam jajar legowo adalah sistem tanam jaja legowo 2 : 1 dan 4 : 1 (tipe 1 dan tipe 2). Sistem tanam jajar legowo 2 : 1 adalah sistem tanam dimana setiap 2 baris tanaman diselingi satu baris kosong atau lorong, jarak rumpun antar baris yang dianjurkan adalah 25 cm, jarak dalam baris 12,5 cm dan antar barisan atau lorong 50 cm. Dengan penerapan jajar legowo 2 : 1 populasi tanaman akan meningkat dari 160.000 rumpun per hektar menjadi 213.300 rumpu per hektar atau meningkat 33,31%. Peningkatan produktivitas ada di kisaran 10 – 15%. Ubinan pada sistem tanam jajar legowo berbeda dengan ubinan pada sistem tanam biasa tegel, karena jarak tanam pada sistem jajar legowo berbeda dengan jarak tanam biasa ubinan untuk jajar legowo 2 : 1 dengan jarak 25x12,5x50 cm adalah 3m x 4m sama dengan 12 m2 atau 4 set tanaman jajar legowo sepanjang 4 meter. Kegiatan ujicoba padi sawah dengan menanam varietas Inpari 32 ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Maret 2022 di Poktan Abdi Tani Kelurahan Margaluyu Kecamatan Kasemen. Berikut rekapitulasi hasil kegiatan dari ujicoba padi sawah. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada kegiatan dem farm ini berjalan dengan baik sampai dengan umur 60 – 80 HST, akan tetapi ada permasalahan menjelang panen yaitu adanya serangan hama penggerek batang (beluk). Menjelang panen dilaksanakan penghitungan jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa serta hasil ubinan. Ada 2 lokasi yang dijadikan sampel yaitu 1 lokasi dengan sistem jajar legowo 2 : 1, dan satu lagi jajar legowo 4 : 1 Perbedaan hasil antara jajar legowo 2 : 1 dan 4 : 1 adalah sebagai berikut Jumlah rumpun ubinan untuk jajar legowo 2 : 1 adalah 180 sedangkan untuk jajar legowo 4 : 1 adalah 92. jumlah anakan produktif untuk legowo 2 : 1 adalah 30 anakan sedangkan legowo 4 : 1 adalah 32 anakan. untuk hasil ubinan legowo 2 : 1 adalah 4,75 kg apabila dikonversi ke hektar adalah 7,6 ton/ha. sedangkan untuk legowo 4 : 1 hasilnya 4,375 kg atau setara dengan 7 ton/ha. Dari data di atas dapat terlihat perbedaan dari sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Jumlah rumpun lebih banyak sistem tanam jajar legowo 2 : 1 karena tanaman yang disisip semua baris, sedangkan untuk sistem tanam 4 : 1 sisip pagar. Kemudian untuk jumlah gabah isi juga terlihat lebih banyak sistem tanam legowo 2 : 1. Ditulis oleh : Siti Nurani, S.P