Kecamatan Bayongbong memiliki luas baku sawah 1.414 hektar yang tersebar di 17 desa, menjadikannya salah satu lumbung pangan utama di Kabupaten Garut. Potensi besar ini mendorong perlunya pengelolaan lahan secara berkelanjutan agar produksi padi tetap tinggi dan efisien. Sebagai bagian dari program pemerintah dalam akselerasi swasembada pangan, dilaksanakan kegiatan DAK Non Fisik berupa Sekolah Lapang (SL) tematik. Dalam kegiatan ini, ditetapkan lahan laboratorium lapang di Kelompok Tani Ciawitali Desa Bayongbong, dengan 5 orang petani demonstrator yaitu Pak Adin, Pak Osep, Pak Ade, Pak Asep, dan Pak Dedih. Laboratorium lapang berfungsi sebagai sarana belajar dan praktik langsung bagi petani peserta SL. Menjelang masa tanam, tepatnya bulan Juni 2025, dilakukan uji unsur hara dan pH tanah sawah sebagai tahap awal kegiatan Kursus Tani. Tahapannya dimulai dengan pemetaan petak contoh dan penentuan titik sampling, pengambilan sampel tanah dari beberapa titik petak, pengeringan angin, serta homogenisasi sampel, pengukuran pH lapang dan suspensi tanah air dengan pH meter manual dan digital untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk mengetahui kadar unsur hara utama yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Sebelum dilakukan pengukuran, terlebih dahulu dilakukan kalibrasi alat pH meter manual dan digital serta pengecekan reagen PUTS. Hasil Uji PUTS dan pH Tanah Parameter Hasil Nitrogen (N) RendahFosfor (P) SedangKalium (K) TinggipH Tanah 6 (Netral) Dari hasil uji di atas dapat diketahui kondisi kesuburan tanah di lokasi laboratorium lapang. Informasi ini menjadi dasar penyusunan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi agar lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik mengenai pentingnya analisis tanah sebelum tanam. Dengan pengawalan dan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan serta POPT, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan secara optimal. Langkah ini juga betujuan untuk meningkatkan hasil panen, memperkuat peran Kecamatan Bayongbong sebagai lumbung pangan, sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.