Loading...

Ulat Grayak Pada Tanaman Kedelai dan Pengendaliaanya

Ulat Grayak Pada Tanaman Kedelai dan Pengendaliaanya
PENDAHULUANTanaman kedelai sangat rentan terhadap cekaman lingkungan biotik antara lain serangan berbagai jenis organisme pengganggu tanaman (OPT), berakibat pada potensi hasil tidak tercapai. Salah satu jenis OPT penting pada tanaman kedelai adalah ulat grayak, Spodopteralitura Fabricius. Serangan ulat grayak tersebar di 22 propinsi dengan luas serangan rata-rata mencapai11,163 ha/tahun. Daerah serangan utamanya adalah Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara. Hama ini bersifat polifag, dan sering mengakibatkan penurunan produktivitas bahkan kegagalan panen karena menyebabkan daun dan buah menjadi sobek, terpotong-potong dan berlubang. Hama tersebut bila tidak segera diatasi maka daun atau buah tanaman di areal pertanian akan habis. Serangan hama pengganggu tanaman yang tidak terkendali akan menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para petani. Petani tumumnya mengendalikan ulat grayak dengan cara kimiawi, yang hasilnya kurang memuaskan.CIRI BIOLOGI S. LITURANgengat berwarna agak keabu-abuan. Ngengat betina meletakkan telur secara ber-kelompok pada permukaan bawah daun dan kadang-kadang pada permukaan atas daun. Ngengat meletakkan telur pada umur 2-6 hari, antara pukul 18.00 s/d pukul 03.00 dini hari. Produksi telur dapat mencapai 3000 butir per induk betina, terbagi dalam 11 kelompok dengan rata-rata 350 butir telur per kelompok. Kelompok telur ditutup bulu-bulu halus berwarna merah sawo. Stadium telur berlangsung 3–5 hari dengan rata-rata 3 hari. Setelah telur menetas, larva tinggal untuk sementara waktu di tempat telur diletakkan, dan makan daun tersebut secara berkelompok. Setelah habis dan tinggal epidermis daun bagian atas, larva akan pindah ke daun-daun yang lain dalam satu rumpun tanaman kedelai. Perpindahan larva instar-1 dan instar-2 dibantu tiupan angin dan benang pintal untuk berayun. Stadium larva berlangsung selama 13–17 hari dengan rata-rata 14 hari. Stadium larva terdiri atas enam instar dengan umur larva instar-1, instar-2, dan instar-3 berturut-turut adalah 2-3 hari, 2-3 hari, dan 2-3 hari. Lama stadium telur, larva, kepompong dan ngengat berturut-turut sekitar 2, 16, 9, dan 9 hari. Masa pra peneluran, peneluran, dan pasca peneluran berturut-turut selama 2, 6, dan 1 hari. Larva instar-3 dan instar-4 berpindah dari satu tanaman ke tanaman yang lain dengan cara berjalan dari daun ke daun yang lain atau melalui tanah. Pada siang hari larva instar-5dan instar-6 berlindung di dalam atau di atas anah tertutupi daun-daun kering dan aktif makan atau merusak daun kedelai pada malamhari. Ciri khas S. litura pada stadia larva, yaitu adanya dua buah bintik hitam berbentuk seperti bulan sabit pada setiap ruas abdomen, terutama ruas ke empat dan ke tujuh yang dibatasi oleh garis-garis lateral dan dorsal berwarna kuning yang membujur sepanjang badan. Kepompong berwarna coklat terbentuk di dalam rongga-rongga tanah. Stadium pupa berlangsung selama 7–10 hari atau rata-rata 8,5 hari. Stadium ngengat selama 1–13 hari, rata-rata 9,3 hari. Daur hidup S. litura dari telur hingga ngengat bertelur berlangsung selama 28 hari. Peluang hidup dari telur hingga larva instar-1, awal kepompong, dan awal ngengat berturut-turut 94%; 15%; dan 11%.EKOLOGI DAN TANAMAN INANG S. LITURA Pertumbuhan dan perkembangan populasi S.litura dipengaruhi oleh faktor internal dari serangga itu sendiri dan faktor luar, yaitu makanan (tanaman inang), musuh alami, dan iklim. Tanaman inang S. Litura meliputi kacang tanah, kacang hijau, tembakau, cabai, bawang merah, ubijalar, buncis, kacang panjang, bayam, dan talas. MUSUH ALAMI S. LITURAmusuh alami hama yang berasosiasi dengan tanaman kedelai cukup banyak,terdiri dari 61 jenis predator, 41 jenis parasitoid, dan empat kelompok penyakit serangga yaitu bakteri, cendawan, nematoda, dan virus PredatorBeberapa predator S. litura antara lain : Oxyopes javanus Thorell, Lycosa pseudoannu-lata, Paederus fuscipes, Rhinocoris sp., Andralussp., Coranus sp., Vespidae, dan Solenopsisge minata. Jenis-jenis predator tersebut dapat dijumpai di lokasi dan pada tahap pertumbuhan tanaman kedelai tertentu; b) Parasitoid meliputi : Snellenius manilae Ashmed (Braconidae), Megoselia scalaris Loew (Phori-dae), Peribaea orbata Wied (Tachinidae), dan Telenomus sp; c) Patogen, jenis patogen yang menyerang adalah Borrelina viruslitura dan Bacillus thuringiensis Berliner. Selain virus dan bakteri, juga berbagai cendawan entomopatogen banyak menyerang larva S. litura di lahan kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SlNPV isolat dari Lampung efektif mengendalikan larva S. litura instar-1 sampai instar-3 dengan tingkat kematian 80%; d) Iklim, hujan lebat dapat mencuci larva muda S. Litura, sehingga populasi larva akan menurun drastis. Fakta menunjukkan bahwa serangan berat S. litura dapat terjadi pada musim hujan di lahan kering dan musim kemarau di lahan sawahPENGENDALIANBeberapa cara pengendalian yang dapat diterapkan untuk S. litura adalah sebagai berikut:Cara Bercocok Tanam yang baik dan benar meliputi sanitasi, tanam serempak (tanam serempak dilakukan dengan selisih waktu tanam tidak lebih dari 10 hari dengan luas areal tanam sekurang-kurangnya satu wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) (1WKPP = 600–1000 ha), pergiliran tanaman, dan tanaman perangkap (Penggunaan tanaman perangkap bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan supaya populasi hama yang akan dikendalikan mengumpul pada areal terbatas). Tanaman perangkap yang dapat digunakan adalah bunga Matahari dan Jarak. Manfaat penggunaan tanaman perangkap adalah mengurangi insektisida atau agens hayati yang digunakan untuk pengendalian S. litura.Cara Mekanis, Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan mengambil kelompok telur,kelompok larva instar-1, instar-2, dan instar-3,larva instar-4, instar-5, dan instar-6. Waktu terbaik untuk mengumpulkan dan mengambil larva adalah pagi hari dan sore hari.Cara Biologi, dengan menggunakan musuh alami. Musuh alami yang menyerang S. Litura terdiri dari tiga kelompok yaitu predator, parasi toid, dan patogen. Patogen terdiri dari 4 kelompok yaitu : cendawan, bakteri, nematoda,dan virus.Gunakan Varietas Tahan S. Litura yaitu: varietas Ijen, Panderman, dan Argopuro.Cara Kimiawi, cara ini yang umumnya diterapkan petani. Insektisida yang efektif untuk mengendalikan S. Litura adalah lamdasihalotren 2ml/l, dapat menekan populasi ulat grayak sampai 43%. Dapat juga digunakan pestisida nabati berupa ekstrak daun nimba.Disusun oleh: Nasriati, Edwin Herdiansyah, Maryanto