KARAKTERISTIK ULAT PENGGULUNG DAUN PADA TANAMAN KEDELAI Secara umum hama ulat penggulung daun menyerang tanaman kedelai 16 “ 24 hari setelah kedelai ditanam. Serangan dilakukan dengan menggulung daun tanaman kedelai sebagai tempat berlindung bagi ulat disiang hari. Ngengat betina berukuran kecil, berwarna kekuningan dengan lebar rentangan sayap 20 mm.Telur diletakkan secara berkelompok pada daun-daun muda. Setiap kelompok terdiri dari 2-5 butir. Ulat yangkeluar dari telur berwarna hijau, licin, transparan dan agak mengkilap. Pada bagian punggung (toraks) terdapat bintik hitam. Ulat ini membentuk gulungan daun dengan merekatkan daun yang satu dengan yang lainnya dari sisi dalam dengan zat perekat yang dihasilkannya. Di dalam gulungan, ulat memakan daun, sehingga akhirnya tinggal tulang daunnya saja yang tersisa. Panjang tubuh ulat yang telah tumbuh penuh 20 mm. Kepompong terbentuk di dalam gulungan daun. Serangan hama ini terlihat dengan adanya daun-daun yang tergulung menjadi satu. Bila gulungan dibuka, akan dijumpai ulat atau kotorannya yang berwarna coklat hitam. Selain menyerang kedelai, ulat ini juga menyerang kacang hijau, kacang tunggak, kacang panjang, Calopogonium sp. dan kacang tanah. PENGENDALIAN DENGAN PRINSIP PHT Pengendalian hama ulat penggulung pada tanaman kedelai berlandaskan pada strategi penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah suatu cara pendekatan cara pengendalian hama dan penyakit yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan ekosistem yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Strategi PHT adalah dengan mensinergikan secara kompatibel beberapa teknik atau metode pengendalian hama dan penyakit didasarkan pada asas ekologi dan ekonomi. 1. Pengendalian Dengan Teknik Budidaya - Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan kedelai seperti padi, jagung atau ubi jalar.- Tanam serempak - Penggunaan varietas berumur genjah agar tanaman tidak terlalu lama menjadi sasaran serangan hama.- Penanaman secara tumpang sari atau strip cropping dengan tanaman bukan dari kacang-kacangan.- Penanaman dengan menggunakan varietas tahan hama seperti Kelinci dan Tidar.- Pengumpulan dan pemusnahan kelompok telur, ulat, dan serangga hama dewasa secara mekanis/fisik. 2. Pengendalian Dengan Pendayagunaan Musuh Alami Kekuatan unsur-unsur alami baik dari unsur iklim atau cuaca, ketahanan tanaman, maupun unsur hayati lain termasuk musuh alami merupakan unsur penting yang perlu dilestarikan dan dikelola agar mampu berperan secara maksimum dalam pengaturan populasi hama di alam. Ulat penggulung daun (L.indicata) memiliki musuh alami yaitu predator Hierodula sp yang biasa kita kenal dengan sebutan belalang sembah, belalang sentadu atau congcorang dan parasitoid jenis Apanteles sp (Hymenoptera). 3. Pengendalian Dengan Pestisida Nabati Berkembangnya penggunaan pestisida sintesis (menggunakan bahan kimia sintetis) yang dinilai praktis oleh para pencinta tanaman untuk mengobati tanamannya yang terserang hama, ternyata membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar bahkan bagi penggunanya sendiri. Dampak negatif lain dari penggunaan pestisida kimia diantaranya adalah : 1) Meningkatnya daya tahan hama terhadap pestisida; 2) Membengkaknya biaya pemeliharaan tanaman akibat tingginya harga pestisida, dan ; 3) Penggunaan yang salah dapat mengakibatkan racun bagi lingkungan, manusia serta ternak. Tingginya bahaya dalam penggunaan pestisida sintetis, mendorong usaha untuk menekuni pemberdayaan pestisida alami yang mudah terurai dan tidak mahal. Salah satu contoh pestisida nabati untuk menanggulangi ulat penggulung daun pada tanaman kedelai adalah dengan menggunakan daun gamal. Bahan yang digunakan : - Segenggam daun gamal - Air 5 liter - 250 mg atau tembakau puntung rokok Cara pembuatan : - Segenggam pucuk daun gamal ditumbuk halus - Campur dengan air lalu direbus - Dinginkan lalu tambah tembakau - Diaduk hingga air berubah warna menjadi agak kehitamaan atau kemerahan Cara penggunaan : - Setiap 250 cc air larutan dicampur air 10 liter - Larutan disemprotkan pada tanaman kedelai yang terserang hama ulat penggulung daun. 4. Pengendalaian secara Kimiawi Alternatif terakhir yang bisa dilakukan dalam penanggulangan hama penggulung daun pada kedelai adalah dengan penggunaan pestisida sintetis/kimia. Penggunaan insektisida dilakukan secara bijaksana dan dilakukan apabila populasi hama penggulung daun telah mencapai ambang kendali. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam penggunaan insektisida adalah ketepatan waktu, takaran, dan cara penyemprotan. Salah satu contoh insektisda untuk hama penggulung daun pada kedelai adalah Decis 2,5 EC. Penyemprotan dilakukan pagi atau sore hari Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (Penyuluh BPTP Kep. Babel) Sumber Bacaan : 1. Baliadi, Yuliantoro dkk. 2008. Pedoman Penerapan Rekomendasi PHT Tanaman Kedelai di Indonesia. BALITKABI, Malang. 2. Marwoto, dkk. 2013. Hama, Penyakit, dan Masalah Hara Pada Tanaman Kedelai. BALITKABI, Malang. 3. Nazar, Amrizal dkk. 2008. Teknologi Budidaya Kedelai. BALITKABI, Malang. 4. http://www.sobatbumi.com/solusi/view/276/Tips-membuat-Pestisida-Nabati-Ramah-Lingkungan Sumber Gambar : BALITKABI, Malang