Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu merupakan salah satu desa peserta Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) atau Desa Pelaksana Kegiatan Penyuluhan yang dikelola oleh Petani (UP FMA - Unit Pelaksana Farmer Managed Extention Activities). UP-FMA Desa Kampung Dalam dibentuk pada 30 Oktober 2008 lalu yang diketuai oleh Tarimin dan memiliki 16 kelompok tani. Kegiatan UP-FMA Desa Kampung Dalam ini dimulai tahun 2009 dengan kegiatan pertama Magang Ternak Sapi dengan sumber biaya dari P3TIP sebesar Rp.19.059.000,- dengan jumlah peserta 60 orang. Kegiatan ini merupakan awal dari pergerakan kemampuan petani dibidang Agribisnis peternakan sapi di desa Kampung Dalam. Pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2010 petani melanjutkan kegiatan dengan judul kegiatan Pelatihan Budidaya Ternak Sapi yang juga dibiayai oleh P3TIP sebesar Rp.9.740.000,-. Untuk menambah pengetahuan yang lebih baik lagi di tahun 2011 petani kembali melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan dua kegiatan ditahun 2009 dan 2010 dengan judul kegiatan Pelatihan Pengendalian Penyakit pada Ternak Sapi yang juga dananya bersumber dari P3TIP senilai Rp.544.000, Demplot Inseminasi Buatan (IB) Rp 3.507.000,-, Temu Usaha Rp 2.760.000,-, Pembuatan Pupuk Bokasi Rp 122.000, dan didukung dari dana BOP senilai Rp 1.270.000,- Sampai saat ini jumlah peserta pembelajaran yang melaksanakan usaha Agribisnis Ternak Sapi tersebut sebanyak 45 orang. Sementara jumlah ternak sapi sampai saat ini sebanyak 206 ekor, semenjak bulan bulan Agustus 2011 mulai berkembang sebanyak 10 ekor/bulan. Dampak yang dirasakan langsung oleh petani desa Kampung Dalam setelah adanya pelatihan dari program P3TIP/FEATI (Farmer Empowerment through Agricultural Technology and Information) ini selain bertambahnya pengetahuan petani dibidang teknologi pertanian juga dapat merasakan langsung manfaatnya berupa peningkatan pendapatan petani sekitar Rp1.000.000,- s/d Rp.1.500.000,- per bulan. Sampai saat ini untuk pemasaran produksi ternak masih untuk memenuhi kebutuhan pasar di desa berupa kebutuhan pesta, lebaran dan lebaran haji. Disamping itu dari kegiatan ini petani telah merintis pembuatan biogas, pembuatan pupuk organik (Bokasi) dan juga melakukan usaha perbaikan mutu genetik ternak sapi melalui Inseminasi Buatan (IB). Keberhasilan petani Kampung Dalam ini tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian (KIPP) Kabupaten Labuhanbatu dan juga dari Dinas Peternakan/Ditjen Peternakan Pusat Tahun 2011 memberikan Program Penyelamatan Induk Sapi Hamil sebanyak 60 ekor sapi betina, program pemeliharaan ternak sapi itegrasi dengan tanaman sebanyak 45 ekor, program bantuan pembuatan alat biogas 1 (satu) unit, program bantuan alat pengolah pakan ternak sapi (Copper) 1 (satu) unit. Prestasi yang dicapai oleh UP-FMA Kampung Dalam pada Tahun 2011 berkat pelatihan dari program P3TIP/FEATI adalah menjadi juara I (Pertama) UP-FMA terbaik untuk Tingkat Kabupaten Labuhanbatu dan Juara ke-II (Kedua) UP-FMA terbaik untuk Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Sehubungan dengan prestasi yang dicapai pada tahun 2011, UP-FMA Kampung Dalam di undang oleh Kementrian Pertanian Jakarta melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian menghadiri Peringatan HUT RI ke-66 di Jakarta. Berkaitan dengan itu, Kepala Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Carles Tampubolon SST menyarankan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan Ikhwanuddin Lubis, SP selaku penyuluh di desa Kampung Dalam untuk terus membina petani untuk mempertahankan prestasi yang telah diperoleh. Kepada para petani sebagai pelaku utama dan pelaku usahanya, Carles Tampubolon, SST mengucapkan selamat untuk prestasi yang telah diperoleh dan diharapkan untuk lebih meningkatkan berprestasi tidak hanya di tingkat Provinsi tapi sampai tingkat Nasional. (Admin Labuhanbatu).