Loading...

UPACARA MUNDAK TOYO(BUKA PINTU AIR)

UPACARA MUNDAK TOYO(BUKA PINTU AIR)

Menjaga Tradisi, Mengalirkan Keberkahan: Ritual Mundak Toyo di Bendungan DI Benua

Sebelum mesin traktor menderu dan tanah mulai diolah, kami berkumpul untuk satu tujuan: Bersyukur. Hari ini, Pengurus Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) Buana Sari melaksanakan agenda rutin Upacara Mundak Toyo atau Buka Pintu Air.

Ritual ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kearifan lokal yang menyatukan doa dari dua keyakinan. Dipimpin oleh pemuka agama Hindu dan Muslim secara bergantian, kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar musim tanam kali ini diberikan kelancaran, tanaman tumbuh subur, dan dijauhkan dari hama.

Dihadiri oleh para petani, ketua kelompok tani, pengurus GP3A Buana Sari penyuluh, hingga pengamat pertanian, kegiatan ini diakhiri dengan pembukaan pintu air secara simbolis dan makan bersama sebagai wujud kerukunan.

📍 Lokasi: Bendungan DI Benua (Desa Ulubenua & Desa Puasana, Kec. Amonggedo).

Mundak Toyo: Di Mana Doa Bertemu dan Air Menyatukan

Di tepi Bendungan DI Benua, keberagaman itu nyata. Sebelum mengolah tanah, kami melaksanakan upacara Mundak Toyo yang dilakukan dalam dua tahap: doa secara Hindu dan doa secara Islam.

Inilah kearifan lokal kami di Kecamatan Amonggedo. Meski cara berdoa kami berbeda, harapan kami satu: Memohon restu Tuhan agar hasil panen melimpah dan membawa berkah bagi seluruh petani. Setelah pintu air dibuka, semangat gotong royong pun mengalir.

Salam tani, salam kemakmuran 

Mundak Toyo – Awal dari Harapan yang Mengalir 

Rasa syukur atas panen lalu, doa tulus untuk musim yang baru. Hari ini GP3A Buana Sari melaksanakan tradisi buka pintu air di Bendungan DI Benua sebelum resmi turun ke sawah.

Sebuah warisan leluhur yang menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Mari melangkah ke sawah dengan doa dan kebersamaan. 🌾✨

#MundakToyo #PertanianIndonesia #KecamatanAmonggedo #DesaUlubenua #DesaPuasana #GP3ABuanaSari #KearifanLokal #Toleransi #PetaniIndonesia