Loading...

UPAYA ANTISIPASI KERUGIAN PETANI PADI DI MT GADU DARI GAGAL PANEN

UPAYA ANTISIPASI KERUGIAN PETANI PADI DI MT GADU DARI GAGAL PANEN
UPAYA ANTISIPASI KERUGIAN PETANI PADI DI MT. GADU DARI GAGAL PANEN Sukiswan selaku ketua kelompoktani “Karya Subur”, dengan potensi lahan sawah tadah hujan seluas 25 Ha, menjelang musim tanam gadu 2019 ini telah mengajak para anggotanya untuk dapat mengantisipasi kerugian dari gagal panen. Beberapa upaya yang ditempuh diantaranya yaitu dengan mengajukan permohonan bantuan benih unggul varitas Inpari-42 kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Lampung Tengah. Dari daftar Calon Petani dan Calon Lokasi/CP-CL yang di ajukan melalui Kepala UPTD.- Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kec. Pubian, maka permohonan tersebut bisa dikabulkan sesuai dengan yang diharapkan. Pemilihan varitas Inpari- 42 bukan tampa alasan, tetapi varitas tersebut dipilih karena saran/petunjuk dari penyuluh, dimana dari hasil uji varitas yang di lakukan oleh BPTP- Lampung di kelompoktani kampung Tanjung Rejo Kec. Pubian pada musim tanam Gadu setahun yang lewat dapat memberikan hasil tertinggi dari varitas yang lain dan relative lebih tahan terhadap serangan hama Wereng batang coklat/WBC, serta lebih toleran dalam kondisi kurang air akibat musim kemarau. Pada hari Selasa tanggal 14 – Mei – 2019, Ketua kelompoktani Karya Subur yang beralamat di kampung Negeri Ratu, Kec. Pubian, Kab. Lampung Tengah juga mengajak para anggotanya untuk berkumpul di lokasi yang tidak jauh dari hamparan usahataninya. Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh PPL dan petugas Pengamat Organisme Pengganngu Tanaman/ POTP setempat. Dalam pertemuan ini dilaporkan oleh ketua kelompoktani (Sukiswan) bahwa bantuan benih tersebut telah dibagikan kepada para anggotanya dan telah ditanam rata rata sudah mencapai umur 7 HST. Adapun pertemuan tersebut dimaksudkan agar para anggota menjadi lebih memahami akan perlunya program AUTP bagi petani padi, sehingga tidak lagi ragu- ragu untuk tanam padi di musim gadu, yang biasanya sering mengalami kerugian dari gagal panen akibat kekeringan. Dari laporan ketua kelompoktani, selanjutnya disampaikan materi pertemuan oleh POPT yaitu tentang tanaman bunga- bungaan/ refugia sebagai antisipasi gangguan hama dan Kejakan pemerintah tentang Program Asuransi Usahatani Tanaman Padi/ AUTP tahun 2019. Setelah petugas POPT selesai menyampaikan materi, maka dilanjutkan dengan acara diskusi, dan dapat diperoleh hasil bahwa untuk mengatasi kerugian dari gagal panen baik yang mungkin sebabkan oleh serangan hama WBC atau pun dari kekeringan, maka para anggota kelompoktani siap mendaptar program AUTP, data sementara sudah tercatat jumlah anggota yang mendaftar sebanyak sebanjak = 37 orang, dengan luas = 12,375 Ha. Ditulis oleh : Sri Sumaryana,SST Pubian, Kab. Lampung Tengah.