Loading...

Upaya Meningkatkan Peran Petani Milenial Dalam Usaha Tani

Upaya Meningkatkan Peran Petani Milenial Dalam Usaha Tani
Generasi milenial merupakan penggerak ekonomi nasional, utamanya di bidang pertanian. Mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. Karena itu perlu upaya untuk mengedukasi dan mempromosikan sektor pertanian kepada generasi muda. Berdasarkan data yang terdapat dalam SIMLUHTAN di Kecamatan Lau Kabupaten Maros, menunjukkan bahwa 60% petani berada pada usia 45 tahun ke atas dan selebihnya 45 tahun ke bawah. Mengapa generasi milenial enggan menjadi seorang petani? Jawabannya adalah: Pertama, insentif menjadi seorang petani lebih kecil dibandingkan dengan insentif apabila bekerja di sektor lain. Kedua, muncul stigma bahwa bekerja menjadi seorang petani tidak bisa menjadi bekal hidup yang layak. Tidak jarang orang tua yang menjadi petani berharap anaknya bekerja di sektor lain semisal perbankan, PNS, dan sektor jasa lainnya. Ketiga, generasi milenial adalah generasi yang lebih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan teknologi informasi atau dunia digital. Sektor pertanian Indonesia adalah sektor pertanian yang jauh dari teknologi modern. Teknologi dalam pertanian Indonesia, terutama teknologi tanaman pangan semisal padi, adalah teknologi zaman old. Ini tidak menarik bagi generasi milenial. Berbeda dengan industri start up yang setiap saat bersentuhan dengan teknologi. Apa yang harus dilakukan dalam hal ini pemerintah, agar generasi milenial mau terjun langsung ke sawah, ladang, atau kebun? Pertama meningkatkan insentif menjadi seorang petani bagi generasi milenal. Insentif tersebut bisa berupa asuransi pertanian, asuransi kesehatan, serta kebijakan lain yang bisa mengurangi beban pengeluaran hidup petani. Kedua, inovasi teknologi bertani seperti stimulus start up yang bisa membantu proses penanaman hingga panen lebih efektif dan efisien. Selain itu penggunaan alsintan moderen, ataupun drone dalam mengusir hama sawah seperti burung serta penggunaan perangkat digital dalam memantau perkembangan tanaman, pemasaran produk serta prakiraan cuaca/musim tanam. Terakhir, jangan lupakan kampanye masif menarik minat petani milenial via media sosial. Selain itu juga perlunya mengedukasi petani milenial dengan membekali ilmu wirausaha di bidang pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah adalah dengan mencetuskan Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan wirausaha muda dan tenaga kerja yang handal di sektor pertanian. Sasaran program YESS adalah pemuda berusia 17-39 tahun yang berdomisili tetap atau memiliki NIK di 4 Provinsi lokasi Program YESS (Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan selatan, dan Sulawesi Selatan) di 15 Kabupaten. untuk 3 tahun pertama kegiatannya di 15 kabupaten. Kecamatan Lau merupakan salah satu yang berkesempatan melaksanakan program YESS. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah Pelatihan peningkatan SDM Petani milenial dan PPL, Magang dan pemberian hibah kompetititif (HK). Semuanya diharapkan dapat meningkatkan peran petani milenial dalam bewirausaha di bidang pertanian. WAHIDA, SP.,M.Si (Penyuluh Pertanian Ahli Madya)Kord. Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Lau Kab. Maros Prop. Sulawesi Selatan