Ayam kampung banyak digemari masyarakat karena tekstur dan cita rasanya yang kahs. Oleh karenanya, pengembangan kualitas budidaya ayam ini harus dilakukan, demi suplay daging yang baik scara kuantitas dan kualitas Ayam kampung ini menghasilkan daging yang bercita rasa khas,unik dan sulit tergantikan oleh daging lainnya. Terlebih bila dimasak secara khusus akan menghasilkan daging yang lembut dan siap memanjakan lidah para penggemarnya. Sebagian orang bahkan menjadi penggemar berat daging ayam kampung dibanding dging dari ternak lainnya. Pada produksi ayam kampung pedaging misalnya, ada usaha untuk meningkatkan kualitas dengan strategi seleksi genetic. Contoh terdekat dari proses itu yaitu Ayam ALLOPE dari Fakultas Peternakan Unhas, Makassar yang mana kualitas daigingnya sudah bisa dinikmati masyarakat Sulawesi Selatan. Peningkatan produktivitas ayam kampung secara umum bisa dilakukan dengan beberapa langkah. Penanganan pada anak ayam dengan pemisahan antara anak dan induknya secara dini, sebagai usaha mengambil alih peran indukan dalam mengasuh anak-anaknya. Ayam yang baru saja menetas diambil dan dipelihara dalam kandang khusus, dengan membuat kondidi mirip seperti anak ayam ketika diasuh oleh indukan. Peniptaan kondisi itu bisa melalui pemberian lampu penghangat atau brooding. Pemeliharaan secara intensif. Sebab ayam kampung yang dipelihara secara bebas kurang terjaga sisi kesehatan dan kebutuhan pakannya. Jika lingkungan sekitar banyak tersedia pakan bernutrisi memang bisa dipenuhi, namun jika tidak ayam akan kekurangan pakan. Masalah kesehatan danpenularan penyakit adalh hal yang tidak bisa dihindarkan pada pemeliharaan secara bebas, maka untuk meningkatkan produktivitas ayam akampung pemeliharaan secara nensif perlu dilakukan, yaitu dengan cara kandang terbatas di pekarangan. Cara ini memberikan ruang gerak yang lebih terbatas namun, masih bisa bergerak bebas, sehingga karakter ayam kampung tetap terjaga. Memberikan pakan yang bergizi. Langkah ini menjadi keharusan dari pemeliharaan ayam secara intensif, agar segala kebutuhan nutrisi ayam terpenuhi. Pada dasarnya pakan ayam yang baik adalah bila kebutuhan gizi tercukupi secara seimbang anatar lain mengadung protein, lemak, karbohidat, mineral dan vitamin. Masing-masing kandungan gizi tersebut bisa didapatkan dari bahan alam maupun makanan buatan pabrk. Setiap usia petumbuhan pada ayam memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda beda, karena itu penyesuaian dengan kebutuhan per usia sangatlah diperlukan. Pakan tambahan dapat berupa hasil atau limbah pertanian seperti jagung, gabah, dedak dan bahkan limbah dapur restoran ataurumah makan dapat diberikan, asalka cukup bernutrisi. Kecukupan akan pakan dapat menghindarkan ayam dari stress dan prudksi telurnya terjaga. Selain itu, ayam juga diberi pakan tambahan berupa sayuran dan enzim, sperti kangkung, kubis, sawi, bayam, wortel dan sebagainya akan mampu memperlancar proses pencernaan makanan. Pengendalian penyakit, kejadian penyakit paa ayam kampung dari tahun ke tahunsepertinya tidak mengalami perubahan yang berarti. Namun pengendalian penyakit menjadi penting dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingi rendahnya tingkat produksi. Salah satu contoh upaya pengendalian penyakit adalah dengan melakukan vaksinasi ayam sebagai langkah pencegahan. Selain itu pemahaman akan berbagai macam penyakit dan langkah pengendalian merupakan hal yang sangat penting. Tidak hanya itu biosekuriti juga perlu diterapkan di dalam meningkatkan produktivitas ayam kampung. Penerapan teknologi kawin suntik (Inseminasi Buatan). Pada umumnya, cara perkawinan suntik ayam kampung tradisional membutuhkan rasio jantan dan betina yang relative besar, sekitar 1 jantan untuk 5-6 ekor jantan. Namun dengan kawin suntik, bisa diperkecil lagi, sehingga tidak perlu memelihara ayam jantan yang banyak. Implikasinya adalah efisiensi atau mengurangi konsumsi pakan. Kawin suntik juga lebih bisa menjamin sel telur ayam bisa dibuahi dengan baik. Keuntungan lain adalah mudah menghindarkan dari inbreeding atau kawin dengan ayam sekerabat. Sebab inbreeding akan memberikan keturunan yang kurang berkualitas, dan cenderung rentang terhadap penyakit. Penigkatan produktivitas ayam kampung baik pedaging maupun petelur bisa juga dulakukan dengan memanfaatkan herbal dan probiotik. Berbagai rempah sejak zaman dahulu sebenarnya sudah dimanfaatkan olh manusia untuk menjaga daya tahan tubuh serta vitalitas sehingga mencegah anaka macam penyakit mulai dari ringan hingga yang berat. Pemanfaatan herbal untuk ternak peliharaan sejak dulu sudah dilakukan oleh masyarakat yang memelihara ayam kampung, namun seiring dengan perkembangan usaha ayam kampung yang saat ini banyak diternakkan dalam jumlah besar, selain dibuat dan digunakan sendiri, mulai bermunculan produsen-produsen yang menjual herbal khususs untuk ternak termasuk ayam kampung. Berbagai khasiat rempah daan tanaman obat, seperti jahe, kencur, temulawak, kunyit dan lengkuas hingga mengkudu, sambiloto, temuireng, bawang putih, daun sirih yang sudah terbukti seacar ilmiah ini sudah dipraktekkan di berbagai macam daerah. Tanaman obat ini terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh aayam terhadap penyakit, meningkatkan nafsu makan, menurangi bau kotoran serta prtumbuhan ayam menjadi semakin lebih cepat karena kondisi kesehatan prima dan produksinya juga optimal. R U S T A N, S.Pt, Kecamatan Biringkanaya BPP Sudiang