LABUHAN RATU KAMPUNG, [29/10/2025] – Saat panen jagung telah tiba, namun pekerjaan petani tidak berhenti sampai di situ. Proses pasca panen menjadi kunci untuk menjaga kualitas komoditas pangan, salah satunya di lahan milik Bapak Bunardi.
Bapak Bunardi, salah satu petani senior di desa tersebut, terlihat sibuk bersama keluarganya melakukan tahapan yang krusial setelah panen: menguliti dan menjemur jagung di bawah terik matahari.
Menurut Bunardi, proses pengeringan alami dengan sinar matahari adalah metode terbaik untuk mengurangi kadar air dalam biji jagung. Hal ini sangat penting agar jagung tidak mudah berjamur dan busuk saat disimpan, yang pada akhirnya akan menjaga harga jual di pasaran.
"Kami harus langsung menguliti (membuka kulit jagung) segera setelah panen agar penjemuran bisa maksimal. Kalau kadar airnya tinggi, jagung bisa cepat rusak," jelas Bunardi sambil membalikkan jagung yang sedang dijemur. "Proses ini memang memakan waktu dan tenaga, tapi kualitasnya terjamin."
Proses pengulitan secara manual memungkinkan petani untuk sekaligus melakukan sortasi, memisahkan jagung yang bagus dari yang rusak atau terkena hama. Jagung yang sudah dikuliti kemudian dihamparkan di terpal di pekarangan rumah atau lahan kosong yang terkena sinar matahari penuh.