Cikal bakal Kelembagaan Penyuluhan Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat telah ada sejak 14 tahun lalu. Tahun 2003 BPP Kecamatan Lingsar berkantor di Pasar Hewan Narmada. Lima tahun kemudian (Tahun 2008) melalui proyek FEATI, gedung Kantor BPP Kecamatan Lingsar berdiri yang berlokasi disamping Kantor Desa Lingsar. BPP Kecamatan Lingsar mengalami perjalanan yang dinamis, seiring dengan perjalanan waktu, sejak dikeluarkannya UU No 16 Tahun 2006 tentang SP3K, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkomitmen untuk menginplementasikan UU tersebut. Gereget penyuluhan di UPT-BP Kecamatan Lingsar mulai menggeliat dan bersemangat kembali seperti awal-awal tahun tujuh puluhan. Kami Siap Menciptakan Kelembagaan Petani yang Kuat dan Mandiri merupakan motto yang menjadi motivasi kerja dan karya bagi seluruh petugas di lingkungan UPTD Pertanian Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat. UPTD Pertanian Kecamatan Lingsar mempunyai wilayah kerja 15 (lima belas) Desa dan 148 kelompok tani. Dengan luas wilayah kerja mencapai 4.843,79 Ha yang terdiri dari :• Sawah teknis : 1.180,56 Ha• Non PU : 281,58 Ha• Tadah Hujan : 10 Ha• Pekarangan : 784Ha• Ladang Kebun : 2.536,08 Ha • Hutan : 2000 Ha• Kolam : 44,68 Ha Luasan wilayah kerja tersebut tidak akan berarti apa-apa apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang potensial. Untuk menjalankan aktifitas penyelenggaraan penyuluhan didukung oleh : Kepala UPTD pejabat struktural eselon IV, Koordinator kelompok jabatan fungsional (1 Orang), Penyuluh PNS (8 Orang), THL-TBPP (8 orang), Petugas Medis (1 orang), Petugas Paramedis (1 orang), Petugas Inseminator IB (3 orang), Petugas Pengawas Hutan (1 orang), Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (1 orang), Staf (3 orang) serta Petugas Kebun (2 orang). Sejalan dengan perubahan kelembagaan penyuluhan, mulai tahun 2017 UPT-BP Kecamatan Lingsar berubah menjadi UPTD Pertanian Kecamatan Lingsar. Untuk menyelenggarakan kegiatan penyuluhan ditingkat lapangan tentunya membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, tenaga yang handal, biaya yang cukup serta mekanisme dan sistem kerja yang jelas. Keterbatasan anggaran yang tersedia bukanlah menjadi alasan untuk tidak melaksanakan aktivitas secara optimal. Oleh sebab itu dengan segala keterbatasan Kelembagaan Penyuluhan Kecamatan UPTD Pertanian Lingsar berikhtiar dan berupaya secara swadaya” melengkapi sarana dan prasarana. Sebagai agen perubahan dan pembaharuan, maka perlu adanya peningkatan kapasitas penyuluh, maka UPTD Pertanian Kecamatan Lingsar secara berkala melaksanakan kegiatan study banding yang tujuan utamanya adalah membuka wawasan dan cara pandang penyuluh ke arah yang lebih baik. Selain itu kegiatan rutin yang dilakukan oleh penyuluh di Kecamatan Lingsar antara lain :- Melakukan kegiatan kaji tindak spesifik lokasi dilahan percontohan untuk setiap musim;- Melaksanakan Demplot, Demcara dan DemFarm bekerjasama dengan pihak swasta;- Melakukan kegiatan kursus tani bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga peneliti serta lembaga swadaya masyarakat. Bukan hanya menjalankan kegiatan secara rutin, untuk mempercepat tercapainya tujuan penyuluhan sesuai programa, UPTD Pertanian Lingsar menetapkan strategi dan kebijakan berupa :- Setiap desa harus memiliki minimal 1 kelompok tani andalan;- Setiap desa harus menumbuh kembangkan 1 lembaga ekonomi/ Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dalam bentuk koperasi tani;- Setiap desa mampu menjabarkan rencana intensifikasi komoditi di setiap kelompoknya;- Setiap tahun diupayakan terjalin kemitraan usaha di desa antara kelompoktani/perorangan pelaku utama dengan pelaku usaha lainnya;- Setiap penyuluh mampu memfasilitasi kelompok dalam bekerjasama dengan pihak terkait. Tidak ada upaya dan ikhtiar yang sia-sia, UPTD Pertanian Lingsar telah mengalami perubahan dan kemajuan antara lain sarana dan prasarana kantor BPK sesuai Permentan No. 51/Permentan/01.140/12/2009 tentang pedoman standar minimal dan pemanfaatan sarana dan prasarana penyuluhan pertanian yakni gedung kantor yang memadai dengan luas 128 m2, lahan percontohan UPT BPK luas 0,7 Ha, pekarangan kantor seluas 0,34 Ha. Bukan hanya kemajuan di sarana dan prasarana, kerja keras penyuluh melahirkan sumber daya manusia dan kelompok tani berprestasi yakni :1. Sapari dari Desa Gegelang Kecamatan Lingsar meraih juara I Petani Berprestasi Tingkat Provinsi NTB tahun 2014;2. I Putu Sueka Agung, S.STP meraih juara I Penyuluh Pertanian PNS Teladan Tingkat Kabupaten Tahun 2014;3. Uriadi meraih juara 1 Penyuluh Berprestasi Bidang Pertanian Tingkat Kabupaten tahun 2013;4. Johana, SP meraih Juara II Penyuluh Berprestasi Bidang Pertanian Tingkat Kabupaten tahun 2016;5. Saiful Jihadi, SP meraih juara II THL TBPP Teladan Tingkat Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014;6. Kelompok Tani Endut I Desa Batu Mekar meraih juara 1 Kelompok Tani Tingkat Kabupaten tahun 2015;7. Kelompok Tani Hutan Karang Bayan Lestari Desa Karang Bayan meraih juara II Kelompok Tani Hutan Tingkat Provinsi Tahun 2016;8. UPT-BPK LINGSAR meraih juara II Balai Penyuluhan Kecamatan Berprestasi Tingkat Kabupaten Tahun 2014. Disamping kemajuan tersebut di atas, perubahan perilaku pelaku utama yang sangat signifikan berupa peningkatan produktivitas komoditas padi dari 60 Kw/Ha tahun 2014 menjadi 68 Kw/Ha tahun 2016 dengan penerapan sistem jajar legowo yang awal sebelum tahun 2011 sebesar 0% menjadi 57 % pada tahun 2015 dan 60% tahun 2016. Adanya penerapan tanam serentak 80% tahun 2015, sistem irigasi berselang dan macak-macak 60% tahun 2015, pemupukan berimbang 50% tahun 2015 menjadi 65 % tahun 2016, penerapan penggunaan varietas unggul 90% 2015 menjadi 95% tahun 2016, penerapan pendekatan PHT 60% tahun 2015 , penggunaan Pupuk organik 41% tahun 2015. Tidak sekedar produktifitas padi, komoditas peternakan pun mengalami peningkatan dengan pengembangan Bibit sapi Bali dan penggemukan, pengembangan tata laksana pembuatan kandang kumpul, peningkatan persentasi kawin suntik (IB) pada ternak sapi serta pemberian makanan tambahan (UMMB) selain pakan. Komoditas hortikultura pun mengalami peningkatan dengan adanya tambahan areal dan produktivitas yang meningkat dari tahun ke tahun khususnya tanaman cabe, perbaikan mutu dan kualitas buah-buahan (manggis, rambutan, durian) menjadikan Kecamatan Lingsar sebagai salah satu pelaksana program RAGAMADU. Kecamatan lingsar pun menjadi pemasok terbesar dan utama komuditas hortikultura ( buah-buahan ) untuk Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Kepala UPTD Pertanian Lingsar, Indah Suswanti, SP menyatakan perubahan kelembagaan penyuluhan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap penyelenggaraan penyuluhan. Perubahan dan kemajuan di atas akan selalu diupayakan dan diikhtiarkan sebagai bentuk pengabdian penyuluh pertanian kepada Daerah, Bangsa, dan Negara dimasa-masa yang akan datang. Karena keberhasilan petani dan senyum petani menjadi keberhasilan dan kepuasan tersendiri bagi penyuluh pertanian dilapangan.(Nurlaily).