Keterbatasan modal tidak menjadi rintangan bagi warga Desa Sumberagung, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengembangkan potensi pertanian. Salah satunya melalui usaha pembibitan sayuran. Warga Dadapan RT 008/RW 002, Karti, mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 6 juta per bulan hanya dengan modal awal Rp 2.000.000 dari usaha pembibitan sayuran. Wanita berusia 40 tahun itu telah memulai bisnis pembibitan sayuran sejak 10 tahun lalu. “Awalnya, saya belajar dengan suami secara otodidak. Dengan modal Rp 2.000.000, saya mencoba memulai dan akhirnya dapat berkembang sampai sekarang,” ungkap Karti.Karti membudidayakan beraneka bibit sayuran, seperti cabe, terong, dan tomat. Setiap harinya Karti dibantu oleh 2 orang tenaga kerja yang tidak lain adalah bapak dan ibunya yang masih tinggal serumah, sedangkan suami tidak dapat membantu lagi karena bekerja di luar daerah. Setiap hari Karti dapat memproduksi bibit sayuran hingga 2.000 pohon, dan dapat bertambah ketika banyak pesanan. Petani yang ingin mendapatkan bibit tanaman sayuran dapat membeli dan memesan ke rumahnya secara langsung. Selain petani, pembeli bibit juga dari lembaga/ instansi, seperti PKK Desa/ Kec dan Sekolah. Penjualan bibit sayuran produksi Karti hingga ke luar Kecamatan, seperti Tambakrejo, Margomulyo, hingga Kasiman. Bibit sayuran dijual dengan kisaran harga Rp 250 hingga Rp 350, tergantung jenis dan varietas tanaman Cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam usaha pembibitan sayuran. Namun, Karti bisa mengatasinya dengan melakukan perawatan dan pengelolaan bibit tanaman sesuai musim.“Semua itu ada resikonya, jadi saya terus bekerja keras dan melakukan perawatan dengan penyiraman, pemupukan dan penyemprotan hama/ penyakit secara tepat. Saya berharap usaha ini dapat berkembang dan dapat memperluas lahan, sehingga menambah jumlah pembibitannya,” ujar dia. Sebelum mengakhiri perbicangan, tak lupa Karti memberikan tips dan saran bagi para petani lain dalam mengelola usaha pembibitan sayuran, yaitu : Pertama adalah KEPERCAYAAN, membangun usaha pembibitan sama halnya dengan membangun sebuah kepercayaan, sekali kita dapat memuaskan pelanggan, maka pelanggan tersebut akan loyal dan terus menjadi pelanggan bibit yang kita hasilkan. Karena itu ketika anda memulai bisnis ini, bangunlah terlebih dahulu reputasi dan kepercayaan pelanggan.Kedua adalah KUALITAS PRODUKSI BIBIT, membuka usaha pembibitan tanaman tidak dibutuhkan lahan yang luas, yang dibutuhkan adalah bagaimana kita mau berusaha, bekerja keras, pantang menyerah, dan memiliki kemampuan menghasilkan sebuah bibit unggul yang berkualitas. Ketika hendak menyediakan bibit pertanian, upayakan menyediakan bibit beraneka jenis dengan varietas yang banyak diminati pelaku budidaya di sekitar wilayah anda. Telateni dan produksi bibit tersebut dengan kualitas yang memadai.Ketiga adalah KONTINUITAS BIBIT, kontinuitas atau kelangsungan bibit harus senantiasa dijaga dan bibit yang diminati sebagian besar pelaku budidaya ini harus tersedia terus menerus supaya tidak mengecewakan pelanggan dan pelanggan tetap setia membeli produk bibit yang kita hasilkan. Keempat adalah PEMASARAN, sebagai pelaku bisnis pembibitan tanaman, konsep pemasaran harus dipegang. Tanpa konsep pemasaran yang baik maka usaha kita akan sulit berkembang. Upaya yang bisa di lakukan salah satunya dengan merangkul pelanggan atau para petani yang akan menjadi calon konsumen dari bisnis kita. Misalnya saja dengan memberikan edukasi atau pembelajaran mengenai bibit tanaman yang kita jual, hingga membina mereka agar sukses sampai menjual tanamannya kelak.Semoga menginspirasi…( Oleh : Dyah Lucy Rihawati/ PPL Kec. Ngraho)