Loading...

USAHATANI TANAMAN KOPI YANG DI TANAM DI INDONESIA DAN KEUNGGULANNYA

USAHATANI TANAMAN  KOPI YANG DI TANAM DI INDONESIA DAN KEUNGGULANNYA
Budidaya Tanaman Kopi Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas ekspor penting dari Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan Indonesia berperan sebagai produsen kopi ke-4 di dunia setelah brazil, vietnam, dan columbia. Produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton/tahun (8,9% kebutuhan kopi dunia). Jenis robusta, arabika dan liberika merupakan jenis kopi yang sering ditanam di Indonesia. Persyaratan tumbuh tanaman kopi jenis Arabika, Robusta, maupun Liberika berbeda satu dengan yang lainnya terutama dalam hal ketinggian tempat, jenis tanah, dan lama bulan kering. Adapun persyaratan tumbuh tanaman kopi adalah A. Persyaratan tumbuh tanaman kopi Arabika 1) Tinggi tempat 1.000 s/d. 2.000 m d.p.l. 2) Curah hujan 1.250 s/d. 2.500 mm/th. 3) Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) 1-3 bulan. 4) Suhu udara rata-rata 15-25 0 C. B. Persyaratan tumbuh tanaman kopi Robusta 1) Tinggi tempat 100 s/d. 600 m d.p.l. 2) Curah hujan 1.250 s/d. 2.500 mm/th. 3) Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) + 3 bulan. 4) Suhu udara 21 – 24 0 C. Persyaratan tumbuh tanaman kopi Liberika (Liberoid) 1) Tinggi tempat 0 s/d. 900 m d.p.l. 2) Curah hujan 1.250 s/d. 3.500 mm/th. 3) Bulan kering (curah hujan < 60 mm/bulan) + 3 bulan. 4) Suhu udara 21 – 30 0 C. Persiapan Lahan Persiapan lahan bukan hanya membersihkan semua tumbuhan yang tidak dikehendaki yang ada di atas permukaan tanah, tetapi juga memberikan ruang yang seluas-luasnya di dalam tanah untuk tumbuh-kembang perakaran tanaman budidaya. Di sisi lain, tanaman kopi merupakan tanaman yang sepanjang hidupnya memerlukan naungan sehingga penyiapan tanaman penaung merupakan aspek dalam persiapan lahan. Terkait dengan pilihan kegiatan tumpangsari dengan tanaman lain untuk mengoptimalkan penggunaan lahan, maka akan menjadi pertimbangan khusus dalam menentukan jarak dan arah barisan tanaman. Penggunaan bahan tanam unggul A. Kopi Arabika 1. Varietas-varietas unggul kopi Arabika: a) Anjuran lama (> 10 tahun) yaitu AB 3, USDA 762, S 795, Kartika 1, dan Kartika 2. b) Anjuran baru (< 10 tahun) yaitu Andungsari 1 (AS 1), Sigarar Utang, Gayo 1, dan Gayo 2. 2. Pada kopi Arabika telah dianjurkan satu klon unggul, yaitu Andungsari 2-klon (AS 2K). Pemilihan varietas dan/atau klon kopi Arabika sebaiknya menggunakan yang anjuran baru, serta menyesuaikan dengan beberapa kondisi lingkungan penanaman B. Kopi Robusta Penanaman kopi robusta sebaiknya dilakukan secara poliklonal 3-4 klon kopi robusta unggul karena kopi robusta umumnya menyerbuk silang. Kombinasi klon-klon sesuai kondisi lingkungan yang spesifik. Bibit yang dipergunakan sebaiknya menggunakan bibit klonal sambungan menggunakan batang bawah klon BP 308 yang tahan nematoda parasit dengan batang ataskombinasi klon-klon yang cocok pada lingkungan tertentu. C. Kopi Liberika Kopi jenis liberika saat ini dibudidayakan secara terbatas dan tidak sebanyak arabika atau robusta. Beberapa negara yang menanam kopi jenis liberika, antara lain Indoneisa, Malaysia, Filipina, Afrika Barat, Guyana, Suriname, Mauritius, Srilanka, India, Thailand, Timor-timur, Taiwan dan Vietnam. Kopi liberika dapat ditaman saat memasuki musim hujan. Agar akar tanaman kopi tidak bengkok, kita bisa melakukan pemotongan pada bagian pangkal polybag dengan ketebalan 1 sampai 1,5 cm. Setelah tanaman berusia 1 bulan dari penanaman, maka lakukan penyulaman. Penyulaman adalah kegiatan penggantian tanaman rusak atau mati dengan tanaman baru. Keunggulan Jenis Kopi Arabika, Robusta dan Liberika Keunggulan kopi Arabika Harga lebih mahal 2–3 kali dari kopi robusta. Menguasai 70% pasar kopi dunia Kafein rendah. Rasa asam dangan karakter rasa asli yang kuat. Tanaman kopinya hidup di dataran tinggi Kopi Arabika Indonesia termasuk salah satu kopi arabika terbaik di dunia karena karakter rasanya yang khas dan menjadi primadona di pasar kopi dunia. Memiliki rasa asam yang tidak dimiliki oleh kopi jenis robusta. Aromanya wangi sedap mirip percampuran bunga dan buah. Hidup di daerah yang sejuk dan dingin. Kopi arabika lebih mild atau halus. Kopi arabika juga terkenal pahit. Memiliki bodi atau rasa kental saat disesap di mulut. Keunggulan Kopi Robusta Tanaman kopi robusta relatif lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, antara lain karat daun (HV). Kopi robusta bisa ditanam di dataran rendah, dengan produktivitas lebih baik dibandingkan dengan arabika. Beberapa jenis kopi robusta terbilang cukup populer di Indonesia karena cita rasa yang unik dan berbeda dari kopi lainnya. Meskipun tidak bisa ditentukan secara pasti, namun rasa yang berbeda tersebut membuat kopi semakin digemari dan seringkali dikombinasikan dengan jenis kopi lainnya loh. Kandungan kafein yang ada di dalam kopi robusta memberikan keunggulan pada segi rasa yang lebih pahit dan pekat. Namun hal inilah yang membuat penggemarnya semakin banyak dan bahkan mengombinasikannya agar semakin nikmat saat diseduh. Selain rasanya yang pahit dan pekat, kopi robusta juga unggul dalam segi harga. Dengan harga yang lebih terjangkau dan murah dibandingkan kopi lainnya, maka tidak heran jika banyak orang lebih memilih jenis kopi ini untuk diseduh tiap harinya. 3. Keunggulan Kopi Liberika Tanaman liberika memiliki beberapa keunggulan, diantaranya mudah ditanam di dataran rendah dan lebih tahan terhadap kondisi cuaca, hama dan penyakit. Kopi jenis ini juga memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi tanah yang kurang subur, bahkan pada tanah jenis lempung, tanaman kopi ini masih mampu untuk tumbuh. Selain itu, tanaman liberika juga dapat bertahan pada tanah berpasir, kekeringan dan cuaca basah. Cita Rasa Jenis Kopi Arabika, Robusta dan Liberika 1. Cita rasa kopi Arabika Perihal rasa asam yang dirasakan pada saat minum pada kopi sebenarnya masih tergolong aman untuk dikonsumsi, malahan kandungan kadar asam pada kopi masih di bawah jus jeruk dan soda. Tingkat keasaman inilah yang menjadi ciri khas kopi arabika sebenarnya, ada asam yang menyerupai buah-buahan tertentu dan ada kesan rasa manis gula yang tipis. Karakter rasa asam pada kopi mengacu pada asam buah-buahan, tingkat keasaman ini pun berbeda-beda tergantung bagaimana perlakuan dan lahan tanam pohon kopi arabika. Senyawa rasa asam ini sebenarnya sudah ada pada saat kopi masih berbentuk ceri kopi, kemudian ada yang mengalami peningkatan ada juga yang mengalami penurunan kadar asam selama prosesnya. 2. Cita rasa Kopi Robusta Kopi robusta umumnya lebih pahit dibandingkan kopi arabika. Cita rasa tersebut karena kandungan pyrazine pada kopi robusta.Tingkat keasaman pada kopi robusta cenderung tinggi dan tingkat kekentalannya (body) tergolong sedang hingga kuat. Karakter rasa pada kopi robusta cenderung tidak bervariasi, dimana karakter rasanya secara umum lebih seperti kacang-kacangan (nutty). 3. Cita rasa kopi Liberika Aroma yang dihasilkan dari liberika sangat berbeda dengan kopi robusta dan arabika. Kopi liberika memiliki aroma menyengat dan tajam, dengan rasa pahit yang lebih kental. Kopi jenis liberika ini biasanya diseduh dan dicampur dengan susu untuk menutupi aroma tajam dan rasa pahitnya Judul : Usahatani Tanaman Kopi Yang Ditanam di Indonesia dan Keunggulannya Ditulis oleh : Minas Tiurlina Panggabean, SP, M.Si (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : Berbagai sumber