Empat hari sebelum valentine, tepatnya Tanggal 10 Februari 2024, KWT Uswatun Hasanah melakukan panen kangkung dan bayam. Hortikultura jenis sayuran tersebut tumbuh subur di kebun kelompok tani. Letak lahan yang diolah KWT berada di tepi Jalan Lingkar, Dusun Sukaramai, Desa Sejangat. KWT Uswatun Hasanah bertani di tanah gambut berukuran 20x40 meter. KWT adalah singkatan dari Kelompok Wanita Tani, organisasi perempuan bidang pertanian yang dibentuk secara swadaya. Penyuluh kemudian melengkapi berkas KWT lalu mendaftarkan secara resmi ke Kementerian Pertanian RI melalui Simluhtan. Sistem manajemen penyuluhan pertanian kepanjangan dan Simluhtan. Database pertanian seluruh Indonesia berbentuk digital yang bisa diakses secara online. KWT Uswatun Hasanah sendiri terbentuk pada Tanggal 4 Juli 2024. Uswatun Hasanah yang berarti “teladan yang baik” beranggotakan ibu-ibu tani RT 9 RW 2. KWT Uswatun Hasanah menghasilkan tanaman sayur untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kampung Panglong dan sekitarnya. Hasil panen tanaman kangkung dan bayam dipanen secara gotong royong, ibu-ibu mengerjakannya di bedengan ukuran 2x10 meter. Ibu-ibu tani mencabut tanaman yang sudah besar sampai ke akar, meninggalkan kangkung ukuran kecil untuk dipanen beberapa hari kemudian. Kangkung diikat sesuai jumlah yang telah ditetapkan, lalu dicuci langsung di kebun sayur. Dua orang anggota KWT memasarkan kangkung dan bayam ke rumah-rumah penduduk menggunakan dua unit sepeda motor. “Kami puas dengan hasil panen ini, hasil kerja keras dan kesabaran terbayarkan dalam menanam dan merawat kangkung. Kami juga bergembira karena waktu panen bersamaan dengan sayur bayam, jadi ada dua jenis sekaligus.” Ujar Zuafni, bendahara KWT. PPL yang ditemui langsung di kebun kelompok tani berkata bahwa, “Alhamdulillah, tanaman sayur sudah bisa panen, daunnya hijau dan segar. Kangkung dan bayam memiliki nutrisi yang bagus untuk kesehatan manusia. Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, hasil panen ini juga menjadi sumber penghasilan kelompok tani. Bahkan hari raya kemarin mereka membagikan THR ke anggota diambil dari saldo tabungan KWT." Jelas penyuluh. “Kami sebagai penyuluh pertanian akan terus mendampingi kelompok tani dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Jalan yang kami tempuh yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan terkini budidaya hortikultura. Semoga perubahan bisa terwujud melalui sikap bertani yang baik dan benar.” Pungkasnya.