Pelaksanaan Vaksinasi pada ternak khususnya unggas adalah merupakan keharusan dan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) dalam usaha pembudidayaan pada ternak. Ayam Buras(bukan Ras) adalah salah satu ternak unggas yang banyak dipelihara dipedesaan khusunya dikelompok tani-kelompok tani, sehingga perlu dibuat materi tentang vaksinasi ND, sebagai salah satu pedoman sederhana yang dapat dipakai ditingkat kelompok . Menurut Jaringan Dokumentasi & Informasi Hukum Biro Hukum & Humas Setjen Deptan ( 2006), vaksin adalah bibit penyakit yang sudah dilemahkan atau sudah dimatikan dengan prosedur tertentu, digunakan untuk merangsang pembentukan zat kekebalan tubuh, sehingga tubuh dapat menahan serangan penyakit (PP No.17 th 1973), sedangkan vaksinasi adalah usaha pengebalan hewan dengan mempergunakan vaksin. Menurut Rasyaf, M (1997), bahwa penyakit ND/ tetelo disebabkan oleh Myxopirus Multiforme grup myxopiruses, jadi jelas penyebabnya adalah virus yang disebut TORTOR FURENS, dimana tanda-tandanya yaitu; kepala mengarah ke atas dan tertekuk ke belakang (tortikulis), mata mengantuk, tidak mau makan dan sayap terkulai. Sedangkan menurut Agus Murtidjo, B (2000), tanda-tanda penyakit ND adalah; terjadi gangguan pernapasan, paruh terbuka, batuk, bersin dan bunyi napas mengorok, napsu makan hilang dan napsu minum bertambah, otot tubuh gemetar, jalan mundur, kepala memutar ke bawah dan ke atas serta diikuti kelumpuhan. Menurut Sudaryani, T (2003), menyatakan bahwa ada beberapa cara pemberian vaksin pada ayam buras antara lain : 1. Drink Water (vaksinasi melalui air minum), yang penting disini adalah; (a) jangan berikan pada anak ayam umur kurang dari lima hari, (b) gunakan air bersih, dingin dan segar serta tidak menggunakan air ledeng atau air yang telah diklorinasi, (c) untuk memperpanjang umur vaksin, tambahkan 2-3 gr susu skim/ liter air yang digunakan untuk mencampur vaksin , patokannya ayam umur dibawah 4 minggu sebanyak 1000 ekor air sebanyak 10-20 liter, sedangkan umur 4-8 minggu dalam 1000 ekor membutuhkan air 20-40 liter, bisa diberikan 2 kali dengan selang waktu 30 menit, (d) mencampurnya yaitu susu skim dicampur air dingin sesuai kebutuhan baru dicampur dengan vaksin yang sudah dilarutkan sampai homogin dan siap diberikan pada ayam.2. Vaksinasi intraocular (tetes mata) dan intranasal (tetes hidung), cara melakukannya yaitu; (a) pelarut dituangkan ke dalam botol vaksin s.d 2/3 dari botol tersebut lalu dikocok sampai merata, (b) larutan vaksin itu dituangkan ke dalam botol pelarut tadi lalu ditutup dan kocok sampai rata, (c) Penutup dengan penetesnya digunakan untuk vaksinasi lewat tetes mata atau hidung sebanyak 1 tetes dengan posisi alat tetes tegak lurus.3. Vaksinasi dengan injeksi, Ada 2 macam a. Intra Muscular (IM) yaitu pada otot dada dan otot paha dengan cara, larutan vaksin yang sudah dicampurkan (100 dosis vaksin dilarutkan dengan 50 cc aquades) berarti setiap ekor ayam disuntik dengan dosis 0,5 cc pada otot dada atau paha. Alat injeksi harus disetirilkan selama 30 menit setiap kali mau dipakai dalam air mendidih kecuali spuit baru. b. Secara Subcutan (dibawah kulit), ini dilakukan dengan cara ayam dipegang dan kulit di daerah pertengahan belakang leher diangkat, kemudian jarum ditusukkan antara kulit dan daging. 4 .Wing Web (tusuk sayap), vaksinasi ini dilakukan dengan cara pelarut dituangkan kedalam botol vaksin sehingga terisi 2/3 dari botol tersebut. Botol itu ditutup lalu dikocok sampai rata. Jarum penusuk yang sudah disiapkan dicelupkan ke dalam larutan vaksin, lalu lipatan sayap ditusuk dari arah sebelah dalam ke arah luar sampai tembus jangan terkena pembuluh darah, tulang dan otot. 5.Spray (semprot) cara ini menggunakan alat penyemprot dengan ukuran kabut, disemprotkan 10-15 cm di atas kepala ayam, penutup kandang dibuka setelah lebih dari 20 menit setelah vaksinasi. Vaksinasi ND biasanya dilakukan dengan banyak program. Salah satu yang dapat digunakan dengan system atau program 4, 4, 4, dan diulang setiap 5 bulan; maksudnya dilakukan pada umur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan diulangi setiap 5 bulan seperti program di bawah ini: Umur ayam Jenis vaksin Dosis Lokasi Ket4 hari Str F/pestos 1-2 tetes Mata/ hidung Okuler nasal4 minggu Str. F/ B 1 1-2 tetes Mata/ hidung 2 bulan Str.Lasota 0,5 dosis Paha/ dada IM5 bulan Str.Komarov 1 dosis Paha/ dada IMSetiap 5 bln Str.K 1 dosis Paha/ dada IMSumber : Djanah, ( 1985)