Vaksinasi Ternak Sapi Untuk Pencegahan Penyakit Kulit Dan Mulut ( PMK)
saat ini maraknya penyakit PMK pada ternak sapi mengaikibatkan pemasaran daging sapi menurun dan bahkan mempengaruhi daging - daging sapi dari luar tidak masuk ke daerah - daerah disebabkan rawannya penyebaran penyakit kulit dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi. Untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK),pihak dari Puskeswan bertindak dalam mengatasi rawannya penyebaran PMK Ini untuk mensosialisasikan kepada para peternak melakukan beberapa hal berikut: Vaksinasi: Vaksinasi merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran PMK. Vaksinasi PMK pada sapi dilakukan beberapa kali, yaitu vaksin pertama, kemudian vaksin kedua dengan jarak 1 bulan, dan diulang kembali setiap 6 bulan. Pisahkan hewan ternak yang sakit: Jika ada hewan ternak yang diduga menderita PMK, segera pisahkan dari hewan ternak lainnya dan lakukan karantina. Desinfeksi: Semprotkan kandang, peralatan, dan kendaraan dengan desinfektan, deterjen, atau pemutih pakaian. Jaga kebersihan: Pastikan lingkungan sekitar hewan ternak bersih dan aman. Kontrol akses: Batasi akses masyarakat terhadap ternak dan peralatan. Laporkan hewan sakit: Jika ada hewan yang sakit, segera laporkan ke dinas yang membidangi kesehatan hewan dan puskeswan terdekat. Buang kotoran dan bangkai dengan benar: Buang kotoran dan bangkai secara benar. Hindari membeli ternak dari wilayah tertular: Hindari membeli ternak di wilayah yang sudah tertular PMK. Selain itu juga bisa memastikan hewan ternak mendapatkan nutrisi yang baik. dalam kesempatan itu juga tim medis Puskeswan bersama Ka. UPT BPP Kecamatan Siak kecil malaksanakan Vaksinasi terhadap ternak sapi, agar untuk tidak menyebarluas penyakit kulit dan mulut (PMK).