Vanili atau vanilla (Vanili planifola) adalah salah satu tanaman unggulan perkebunan yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Dunia perdagangan sering menyebut sebagai ‘si emas hijau’. Vanilla bahkan dikatakan sebagai rempah yang penting dan mahal di dunia setelah saffron dan cardamom. Tanaman dengan bentuk menyerupai kacang polong ini menghasilkan bubuk vanili yang digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bubuk vanili biasa dijadikan sebagai pengharum pada makanan, minuman, farmasi, kosmetika, dan parfum. Industri pangan menggunakan vanili sebagai pemberi rasa, sementara industry non-pangan menjadikan vanili sebagai pemberi wewangian (fragrance). Industri pangan makanan dan minuman, seperti es krim, kue, coklat, permen, puding, susu, sirup dan olahan makanan lain, umumnya menggunakan vanili dalam bentuk ekstrak vanillin, industri farmasi menggunakan vanili dalam bentuk tincture, dan industri kosmetika seperti parfum, sabun mandi dan aroma terapi, menggunakan vanili dalam bentuk tincture dan absolute. Selain itu, polong tanaman vanili banyak dimanfaatkan untuk rempah. Kandungan gizi vanili juga tergolong tinggi, diantaranya adalah serat, mineral, serta vitamin A, B, dan E. Kegunaan vanili yang lain adalah sebagai zat antimikroba untuk mencegah jamur dan kapang pada makanan, serta zat antioksidan yang dapat menangkal efek buruk radikal bebas yang menyerang tubuh. Kandungan Vitamin E yang tinggi pada vanili dapat membuat kulit menjadi lebih kencang dan awet muda. Aroma vanili dapat digunakan sebagai peningkat selera makan. Sebagai minyak aroma terapi, vanili yang dicampurkan ke dalam essential oil dapat menimbulkan kesan manis dan menenangkan. Tanaman ini juga dikenal memiliki efek antispasmodic, antiinflamasi, dan analgesik. Vanili baik untuk pencernaan (meredakan sembelit dan diare), meredakan stress dan depresi, mencegah peradangan (mulut dan usus), meningkatkan nafsu makan, mengatasi rasa mual, dan mencegah penyakit maag. Banyak sekali manfaat dari tanaman vanili yang membuat banyak orang ingin membudidayakannya, bukan hanya sebagai tanaman untuk dikonsumsi sendiri tapi juga sebagai bisnis karena harganya yang cukup mahal di pasaran. Harga vanili di pasaran sangat ditentukan oleh tingkat kualitas buah vanili yang dijual. Nilai tambah terbesar agroindustri vanili adalah pengolahan dan pengeringan buah vanili segar menjadi buah vanili kering. Satu kilogram vanili segar setelah diolah dan dikeringkan menjadi sekitar 4,3 ons vanili kering. Umumnya petani menjual dalam bentuk basah. Jalur pemasarannya dimulai dari petani ke pedagang pengumpul atau langsung ke pedagang besar yang mempunyai kontak langsung dengan pembeli di luar negeri. Pada umumnya petani lebih banyak menjual ke pedagang pengumpul dibanding ke pedagang besar. Perbandingan harga vanili basah dan vanili kering cukup besar, yaitu berkisar 1:5. Rata-rata vanili basah dijual seharga Rp500 ribu hingga Rp1 juta per kilogram, berarti harga rata-rata vanili kering dapat mencapai Rp2,5 juta sampai Rp5 juta per kilogram. Lahan 100 meter persegi bisa menghasilkan vanili kering sekitar 7,5 kilogram per tahun. Dengan harga jual Rp5 juta per kilogram, maka potensi pendapatan mencapai Rp37,5 per tahun atau Rp3.125.000 per bulan. Tinggi rendahnya harga vanili di tingkat petani dipengaruhi harga di pasaran dunia. Semakin tinggi harga di pasaran dunia, maka semakin tinggi pula harga di tingkat petani. Pada tahun 2018 harga biji vanili kering mencapai USD 650 per kilogram, sedangkan pada tahun 2020 menurun menjadi USD 200 per kilogram. Dengan tingginya harga jual vanili, maka tidak heran vanili menjadi incaran maling. Bahkan, ada pencuri yang tidak hanya mengambil buah vanili saja, namun satu pohon vanili secara utuh. Sebenarnya sudah ada teknologi modern yang bisa membuat vanilin sintetis dari bahan baku eugenol (minyak daun cengkih), dengan cara mengubah jumlah dan bentuk rantai karbonnya. Namun konsumen dan kalangan industri tetap lebih menyukai aroma vanilin asli dari polong buah vanili. Itu sebabnya harga buah vanili kering akan naik sampai mencapai jutaan rupiah per kilogram, apabila ketersediaan buah vanili di pasar kurang. Penyebaran Vanili di Dunia Tanaman vanili awalnya hanya tumbuh di Meksiko. Pada abad ke-15, Suku Aztec, salah satu suku pendalaman Meksiko, memanfaatkan buah vanili sebagai pewangi di minuman cokelat, dikenal dengan nama cacahuatl. Sekitar tahun 1519, bangsa Eropa mulai mengenal cacahuatl, dan sekitar tahun 1721 mulai membudidayakan tanaman vanili di Eropa. Vanili masuk ke Indonesia di tahun 1819 melalui ahli botani Belanda yakni Prof. Dr. Reinwadt. Pada awalnya hanya sebagai bibit untuk koleksi Kebun Raya Bogor, namun ternyata tanaman vanili bisa dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini, tanaman vanili sudah tersebar di banyak negara di dunia. Negara penghasil vanili terbesar adalah Madagaskar, Indonesia, Meksiko, Papua Nugini, China, Turki, Kosta Rika, Komoro, dan Kerajaan Tonga. Indonesia pernah menjadi negara produsen vanili terbesar kedua setelah Madagaskar. Tahun 2019, Indonesia menempati peringkat ke-3 sebagai eksportir vanili terbesar setelah Madagaskar dan Perancis. Negara pengimpor vanili terbesar dunia adalah Amerika Serikat, Perancis, Filipina, Jerman, Belgia, Mauritius, dan Kanada. Pada tahun 2012, Indonesia melakukan ekspor vanili sekitar 278 ton dengan nilai impor sebesar USD5.367.000 dan impor vanili sekitar 52 ton dengan nilai USD408.000. Di Indonesia, budidaya tanaman vanili dapat dijumpai di Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi, dan Papua. Menurut Ketua Umum Dewan Vanili Indonesia, John Tumiwa, sampai saat ini belum ada data pasti luasan pertanaman vanili nasional. Data luas tanaman vanili yang dimiliki BPS tercatat untuk tahun 2012-2014, yaitu 19,90 ribu ha di tahun 2012, turun menjadi 16,62 ribu ha di tahun 2013, dan 13,60 ribu hektar di tahun 2014. Ada tiga spesies utama vanili yang saat ini dikembangkan, dan semuanya merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah. Vanilla planifolia dibudidayakan di Madagaskar, Reunion, dan kawasan tropis lain di sekitar Samudera Hindia; Vanilla tahitensis dibudidayakan di Pasifik Selatan, dan Vanilla pomponia dibudidayakan di Samudra Hindia barat, Amerika Tengah, dan Amerika Latin. V. planifolia paling banyak dibudidayakan di dunia, dan menghasilkan ekstrak vanilla terbanyak dibandingkan kedua spesies yang lain. Vanili Indonesia terkenal akan kandungan vanillinnya yang tinggi yaitu sekitar 2,75% dan diakui oleh United Nations Development Programe (UNDP) sebagai setara dengan Bourbon vanilla yang sudah terkenal di pasar internasional. Keunggulan vanili Indonesia ini seyogyanya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan vanili secara lebih luas di Indonesia. Pada kenyataannya, sebagaimana tanaman perkebunan lain, budidaya vanili dikerjakan oleh perkebunan rakyat, yang umumnya dikerjakan tidak intensif. Melihat potensi manfaat dan nilai ekonomi vanili yang tinggi, seharusnya Indonesia bisa lebih serius menggarap si emas hijau sehingga seluruh potensi komoditas ini bisa dioptimalkan. Budidaya Tanaman Vanili Awalnya tidak mudah membudidayakan tanaman vanili karena membutuhkan lebah Melipona yang hanya ada di Amerika Tengah. Namun, seorang budak, Edmon Albius, dari Pulau Reunion berhasil membuat penyerbukan sederhana yang membuat tanaman vanili bisa dibudidayakan secara luas, mudah ditanam dan dirawat dan bisa tumbuh dimana saja. Sebelum melakukan budidaya tanaman vanili, hendaknya perlu dipahami lebih dahulu beberapa hal berikut: Proses tumbuh yang lama Vanili adalah tanaman tahunan, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama, lebih dari 2-3 tahun setelah masa tanam untuk mulai bisa dipanen. Menyiapkan sanggahan Tanaman vanili memiliki akar rambat, sehingga membutuhkan sanggahan untuk bisa tumbuh dengan baik ke atas. Sanggahan atau tegakan bisa dibuat dari paralon. Pastikan menyiapkan sanggahan yang cukup tinggi, agar tanaman vanili bisa merambat dengan optimal. Luas lahan yang cukup Tanaman vanili merupakan tanaman hutan dengan batang yang besar. Meskipun demikian, lahan yang disiapkan hendaknya cukup luas dan terkena sinar matahari (tidak gelap). Buat jarak yang cukup antar tanaman. Cuaca yang hangat Tanaman vanili meminta cahaya yang hangat, tumbuh subur di iklim tropis dengan suhu optimal 20-25°C dan kelembagan 60-80%. Ketinggian topografi 300-800 meter di atas permukaan laut. Siram dengan teratur termasuk tanaman yang tumbuh di sanggaran, agar tidak kering dan dapat nutrisi yang cukup. Tanaman vanili dapat tumbuh di daerah dingin, namun tumbuhnya lambat dan tidak maksimal. Pemupukan yang rutin Pemupukan harus dilakukan secara berkala dan rutin. Gunakan pupuk cair, hindari pupuk bubuk, karena membuat tanah cepat jadi masam. Setelah memahami kondisi yang dibutuhkan, maka budidaya tanaman vanilia siap dilakukan, yaitu sebagai berikut: Persiapan benih Tanaman vanili dapat dibudidayakan melalui biji (generatif) atau stek (vegetatif). Budidaya melalui biji membutuhkan teknologi khusus karena biji vanili kecil, berkulit keras, dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, umumnya vanili dibudidayakan melalui stek menggunakan 1-3 buku (dua ruas). Persemaian dilakukan di polybag dengan komposisi tanah dan pupuk kandang sebanyak 4:1. Beri teduhan atau paranet untuk melindungi dari sinar matahari langsung. Apabila tidak melakukan perbibitan sendiri, maka dapat membeli bibit vanili dari penjual yang terpercaya. Usahakan mencari bibit tanaman vanili yang telah berumur minimal 3 tahun agar tidak melewati proses penanaman dari bibit yang terlalu lama. Setelah bibit dibeli, kemudian pindahkan ke pot dengan ukuran minimal dua kali lebih besar dari bibit tersebut. Dengan pot yang besar, maka tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup dan tidak merusak pot. Penyiapan lahan Lahan yang disiapkan untuk penanaman vanili dibersihkan dari gulma, dibuat drainase dan digemburkan. Penanaman Pohon Panjat Untuk pertumbuhannya, tanaman vanili sangat bergantung pada tiang panjat/sanggahan sebagai tempat merambat. Sanggahan dapat dibuat dari paralon atau pohon, seperti lamtoro, dadap, dan gliricidia. Pohon panjat dengan tinggi 1,5-2 meter ditanam saat musim hujan, biasanya 2 minggu setelah persiapan lahan. Jarak tanam pohon panjat sama dengan jarak tanam vanili, yaitu 1×1,5 m, 1×2 m, atau 1,5×1,5 m dengan lubang tanam 30x30x30 cm. Penanaman Vanili Penanaman vanili dapat dilakukan setelah pohon panjat berumur 3-6 bulan, apabila pohon panjat telah mampu melindungi vanili dari sinar matahari. Pemeliharaan Tanaman Kegiatan penyulaman dilakukan setelah tanaman vanili berusia 2-3 minggu. Apabila ada kerusakan maka ganti dengan bibit baru yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Gulma yang tumbuh disekitar harus dibersihkan karena akan mengganggu pertumbuhan tanaman vanili. Sulur vanili yang lepas dari pohon panjat, perlu diikatkan kembali sehingga vanili dapat tumbuh merambat dengan maksimal. Pemangkasan pohon panjat perlu dilakukan untuk memberi sinar matahari yang cukup kepada tanaman vanili, terutama saat proses pembungaan. Pemangkasan sulur dilakukan setelah panjangnya lebih dari 1,5 m. Sulur dilepas akarnya dari pohon panjat, kemudian dipotong pucuknya. Pemotongan pucuk dimaksudkan agar tanaman vanili bisa bercabang kembali atau muncul tunas baru. Tanaman vanili dipupuk menggunakan 10 kg pupuk kandang/pohon/tahun. Bunga vanili hanya membuka sekali pada malam hari. Idealnya penyerbukan dilakukan pada pukul 6-10 di pagi hari. Penyerbukan pada pukul 09.00 WIB dinilai sebagai waktu terbaik karena menghasilkan persentase pembuahan yang lebih tinggi dari waktu penyerbukan lainnya. Untuk menghasilkan biji vanili berkualitas, sebaiknya penyerbukan dilakukan secara manual. Caranya, ambil serbuk sari dari tanaman vanili menggunakan tusuk gigi, kemudian pindahkan ke putiknya. Apabila berhasil, maka akan bermunculan kantung-kantung vanili. Apabila proses penyerbukan gagal, maka perlu diulang Kembali. Panen Buah vanili akan matang sekitar 8-9 bulan setelah penyerbukan dan dapat dipanen selama 2-3 bulan penuh. Pemanenan harus dilakukan dengan cermat. Tanda buah matang adalah ujung buah vanili berwarna pucat kekuningan. Setiap buah memiliki waktu kematangan yang tidak sama. Jangan biarkan buah vanili pecah karena mempengaruhi kualitas vanili. Buah yang terlalu matang dapat menyebabkan buah terbelah dan bijinya keluar, sehingga hanya sedikit yang bisa dipanen. Satu pohon vanili berusia lima tahun dapat menghasilkan 1.5 sampai 3 kilogram buah per tahun, dan terus meningkat hingga maksimum 6 kilogram per tahun. Jika buah yang masih hijau terlanjur dipanen, buah tersebut diperam terlebih dahulu untuk mendapatkan harga yang lebih baik, baru kemudian dijual. Buah vanili yang telah dipetik kemudian disortir sesuai ukurannya. Setelah itu dilakukan pengolahan menjadi buah kering yang wangi, dengan cara dikeringkan menggunakan sinar matahari atau alat khusus pengering. Pascapanen Pascapanen meliputi pelayuan, fermentasi, pengeringan dan pemeraman. Pelayuan Pelayuan dilakukan untuk mematikan jaringan vegetatif buah sehingga mencegah pertumbuhan biji vanili dari dalam buah selama pengolahan berikutnya dan penyimpanan. Metode pelayuan bervariasi mulai dari pendinginan hingga pemanasan (dengan air panas, perebusan, oven, atau sinar matahari). Metode yang digunakan menentukan hasil akhir dari buah vanili. Penjemuran di bawah sinar matahari dilakukan hingga buahnya berwarna kecoklatan. Metode ini umum dilakukan oleh kebanyakan petani. Fermentasi Proses fermentasi dilakukan dengan menempatkan tumpukan buah vanilla dalam kondisi lembap dan terinsulasi, biasanya dibungkus dengan kain. Temperatur di dalam kain dijaga cukup tinggi antara 45 hingga 75 derajat Celcius dengan kelembaban buah juga tinggi, hingga 70 persen. Pada tahap ini, buah vanili sudah mengeluarkan aroma yang khas karena proses enzimatis di dalamnya. Pengeringan Pengeringan dilakukan untuk mengurangi kadar air dari buah vanilli menjadi 25 hingga 30 persen. Kelembaban perlu dikurangi untuk mencegah tumbuhnya jamur dan bakteri serta meningkatkan rendemen senyawa aromatik di dalam buah. Pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran. Pemeraman Pemeraman dilakukan dengan menyimpan buah di dalam wadah tertutup selama lima hingga enam bulan. Selama proses ini, aroma dan rasa dari buah vanili terus meningkat, dan kemudian buah vanili siap untuk dijual. Demikian tadi penjelasan mengenai tanaman vanili. Mari bercocok tanam vanili, dapat manfaatnya, hirup aromanya setiap hari, dan terima rejekinya. Ricky Feryadi – Penyuluh Pertanian Pusat