Loading...

VARIETAS DAN KEBUTUHAN BENIH PADI SAWAH TOT

VARIETAS DAN KEBUTUHAN BENIH PADI SAWAH TOT
Varietas padi yang dapat ditanam dengan cara ini sama saja dengan penanaman padi sawah biasa. Padi IR 70, IR 64, IR 36, Kapuas, Bengawan Solo, dan lain-lain yang sudah dicoba terbukti cukup sehat pertumbuhannya. Dengan demikian jenis padi yang lain pun dapat ditanam dengan sistem tanpa olah tanah. Jumlah kebutuhan benih untuk luasan 1 ha sawah ialah 25-30 kg apabila penanaman TOT dilakukan dengan sistem persemaian terlebih dahulu. Jumlah tersebut akan bertambah jika penanamannya dilakukan dengan sistem tabela alias tanam benih langsung, kebutuhan benihnya mencapai 40-80 kg. Benih yang hendak ditanam hendaknya jangan sembarangan. Benih yang bermutu merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan produksi yang melimpah. Benih disyaratkan memiliki daya kecambah tinggi, sekitar 90-100% , sehat, dan murni jenisnya. Biasanya benih demikian mampu menghasilkan tanaman yang kekar , seragam, dan .sehat pertumbuhannya. Benih yang dibeli di kios pertanian atau tempat lainnya tergolong benih sebar. Biasanya benih ini dijual dalam kemasan dengan label biru. Benih ini cocok untuk ditanam di sawah Benih yang hendak disemai (untuk TOT sistem transplanting) perlu direndam terlebih dahulu secara sempurna sekitar 48 jam. Gunanya agar benih dapat menghisap air yang dibutuhkan untuk perkecambahannya. Benih yang bagus dan bernas akan mengendap. Benih yang hampa dan tidak baik akan mengapung di permukaan air. Benih yang mengapung ini sebaiknya dibuang. Sesudah direndam, benih perlu diperam sekitar 48 jam agar berkecanibah. Pemeraman cukup dilakukan secara sederhana. Benih dihamparkan di lantai yang bersih lalu ditutupi dengan karung goni basah. Benih yang bagus biasanya sudah berkecambah sekitar 90% dalam waktu 24 jam. Untuk penanaman TOT sistem tabela, sebelum disebar atau ditanam dalam larikan, benih sebaiknya direndam terlebih dahulu selama 24 jam kemudian dikeringanginkan selama 12 jam. ( sumber : Bertanam padi sawah tanpa olah tanah/ Prof. Dr. Muhajir Utomo, Ir. Nazaruddin)