Loading...

Varietas dan Persemaian Benih Sawi Caisim (Brassica rapa cv. Caisim) dan Pakcoy (Brassica parachinensis) dengan Teknologi EM

Varietas dan Persemaian Benih Sawi Caisim (Brassica rapa cv. Caisim) dan Pakcoy  (Brassica parachinensis) dengan Teknologi EM
Manfaat sawi sangat baik yaitu untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Ada Sawi Caisim sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Selain itu juga sangat potensial untuk komersial dan prospeknya sangat baik. Ditinjau dari aspek klimatologis, aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek sosialnya sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia. Terdapat beberapa jenis sawi, diantaranya adalah sawi caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina, adalah merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar dewasa ini. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk campuran mie bakso, mie ayam, dan juga masakan lain terutama pada restoran cina. Varietas Sawi Caisim dan Pakcoy, terdiri dari: a) Gardena (Caisim), adaptasi tanaman cukup luas, dan bisa tumbuh pada berbagai kondisi. Pertumbuhan tanaman tegap dengan bentuk daun oval dan lebar, tangkai daun besar panjang, dan berwarna daun dan tangkainya hijau cerah. Tanaman sawi putih varietas ini tahan panas, sehingga bisa ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi (100 - 1.000 m dpl). Tanaman bisa dipanen pada umur 30-35 HST dengan potensi produksi 20-25 ton per hektar; b) Tosakan (Caisim), pertumbuhan tanaman tegak, produktif, dan tidak cepat berbunga. Bentuk daun oval, agak bulat, tebal dan agak berserat. Warna daun hijau, sedangkan tangkai daun hijau muda. Direkomendasikan untuk dataran rendah sampai sedang (100 - 700 m dpl). Tanaman bisa dipanen pada umur 30 - 35 HST, dengan potensi produksi 20 - 25 ton per hektar; c) Green Pakcoy (Pakcoy), Pertumbuhan tanaman cepat, kuat dan seragam. Bentuk daun bulat lebar dengan tangkai daun besar dan tebal. Warna daun hijau cerah, sedangkan warna tangkai daun hijau muda. Rasanya enak dan khas, cocok untuk berbagai masakan dan asinan. Tanaman sawi jenis ini tahan panas sehingga bisa ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi (100 - 1.000 m dpl). Tanaman dapat dipanen pada umur 30-35 HST, dengan potensi produksi 20-25 ton per hektar. Syarat Tumbuh Sawi Caisim dan Pakcoy, bisa ditanam di tanah lempung sampai lempung berpasir, gembur, dan mengandung bahan organik dengan pH tanah optimum 6,0 - 6,8. Tanaman sawi caisim dan pakcoy dapat tumbuh di lahan dengan ketinggian 100 - 1.000 m dpl. Selain itu lokasi penanamannya harus terbuka dan drainase air lancar. Penyemaian Benih Sebelum ditanam pada lahan penanaman, perlu dibuat persemaian benih terlebih dahulu. Kebutuhan benih per hektar sekitar 400 - 500 gr. Tempat persemaian dibuat dalam bentuk bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi antara 15 - 20 cm. Bedengan persemaian harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) lokasi terbuka dan mendapat sinar matahari secara langsung; b) tekstur tanah gembur; c) mudah diawasi, serta d) jauh dari gangguan binatang peliharaan, seperti ayam, kucing dan anjing. Setelah bedengan jadi, taburkan pupuk kandang yang sudah matang ke permukaan bedengan persemaian dengan dosis 2 - 3 kg per 1 m ². Jika tekstur tanah relatif kurang gembur, tambahkan sekam padi secukupnya di permukaan bedengan. Aduk pupuk kandang ke dalam tanah sambil menggemburkan permukaan bedengan dan pastikan permukaan bedengan betul-betul gembur. Kemudian siram bedengan persemaian dengan larutan Agrobost (1 ml per 1 liter air) hingga lembab (sampai kedalaman 10-15 cm). Setelah itu dibuat alur-alur penanaman melintang di bedengan persemaian. Jarak antar alur 8 - 10 cm dengan kedalaman 1,5 - 2,0 cm. Tanam benih dengan kerapatan sekitar 4 - 5 benih per 1 cm panjang alur. Tutup alur penanaman dengan media bedengan setebal 0,5 cm. Tutup permukaan bedengan dengan menggunakan karung, daun pisang, atau plastik selama 2 - 3 hari (sampai benih berkecambah). Perawatan Persemaian Setelah penutup dibuka dan benih sudah berkecambah, siram secara rutin untuk menjaga kelembaban media persemaian. Pada umur 15 hari, siram persemaian dengan larutan Agrobost dengan dosis 1 ml/liter air. Bila ditemukan serangan penyakit Dumping off berupa bercak basah di pangkal batang yang menyebabkan benih rebah), semprot benih dengan menggunakan fungisida Benlate dengan dosis 1 gr/1 liter air atau Orthocide dengan dosis 3 gr/1 liter air. Benih bisa dipindahkan di lahan penanaman setelah berdaun sejati minimum dua (2) lembar atau berumur sekitar 18 - 20 hari. Penulis : Wiwiek Hidajati, Penyuluh Pertanian Madya; email : wiwiekhidajati@yahoo.co.id. Sumber : Petunjuk Praktis Bertanam Sayuran Lebih Menguntunngkan dengan Teknologi EMP. Oleh Ir. Wahyudi