Banyak Varietas unggul padi yang sudah dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian maupun dari International Rice Research Institute (IRRI) di Philipina. Varietas unggul merupakan salah satu komponen paket teknologi budidaya padi yang secara nyata dapat meningkatkan produktivitas karena memiliki potensi produksi yang tinggi dan dengan produktivitas yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Varietas padi IR-64 yang dilepas sejak tahun 1986, sampai saat ini masih disukai oleh petani kita, karena selain produksinya tinggi, rasa nasinya juga enak. Namun varietas ini , dilaporkan di berbagai daerah sudah rentan terhadap hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) dan penyakit tunggro yang disebabkan oleh wereng hijau (Nepotettix,spp). Keadaan ini disebabkan karena pada umumnya para petani tidak mau melakukan pergiliran varietas. Varietas padi Way Apo Buru, dilepas pada tahun 1998 dengan Nomor seleksi : S3383-1D-PN-16-2 berasal dari persilangan IR18349-53-1-3-1-3/2*IR19661-131-3-1-3//4*IR64 golongan Cere. Padi Varietas Way Apo Buru direlease oleh Menteri Pertanian dengan Nomor : 21/Kpts/TP.240/98 tanggal 13 Januari 1998. Varietas padi Way Apo Buru ini diharapkan dapat menggantikan Varietas IR-64 dan memenuhi harapan para petani karena varietas ini merupakan hasil persilangan dengan tetua IR-64, sehingga memiliki persamaan dengan IR-64 didalam umur, rasa, produksi, tahan terhadap wereng coklat dan hawar daun strain III dan IV. Ciri-ciri varietas ini bentuk tanamannya tegak, dengan tinggi tanaman 105 -113 cm, jumlah anakan produktif 15 - 18 batang, dan tekstur nasi pulen. Keunggulan varietas ini adalah ketahanan terhadap wereng cokelat biotipe 2 dan rentan biotipe 3, selain itu varietas Way Apo Buru mempunyai ketahanan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri strain III dan IV. Umur tanaman 115 -120 hari dan memilki potensi produksi yang cukup tinggi. Varietas padi Way Apo Buru memiliki keunggulan dari segi produktivitas dibandingkan dengan varietas tetuanya yaitu IR-64. Produktivitas padi IR-64 adalah 5.0 ton / ha, sementara Way Apo Buru memiliki produktivitas 8.0 ton /ha dan bahkan dari hasil ujicoba di BBU Wonocatur Yogyakarta dapat mencapai 10.45 ton/ha. Dari segi umur tanaman memang lebih lama 10 hari dari IR-64 , namun apalah artinya 10 hari ditunda untuk memperoleh 3 - 5 ton lebih / ha nya. Varietas padi Way Apo Buru termasuk varietas padi unggul yang masuk dalam nominasi daftar varietas padi yang umumnya ditanam petani di berbagai propinsi. Varietas lainya adalah : IR-64; Ciherang; Ciliwung; IR-42; Widas; Membramo; Cisadane; IR-66; Cisokan; Cirata dan IR-36. Untuk lebih jelas dapat disajikan Deskripsi dari Varietas Way Apo Buru sebagai berikut : Nomor seleksi : S3383-1D-PN-16-2 Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/2*IR19661-131-3-1-3//4*IR64 Golongan : Cere Umur tanaman : 115-125 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 105 -113 cm Anakan Produktif : 15 - 18 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Panjang ramping Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Sedang Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 23 % Bobot 1000 butir : 27 g Rata-rata hasil : 5.5 t/ha/GKG Potensi hasil : 8.0 t/ha/GKG Ketahanan terhadap Hama : Tahan wereng coklat biotipe 2 dan rentan biotipe 3 Penyakit : Tahan hawar daun bahteri strain III dan IV Anjuran tanam : Baik ditanam dilahan sawah irigasi dataran rendah sampai sedang ( 600 m dpl) Pemulia : Z.A. Simanulang, E. Sumadi, Taryat T., Aan A. Daradjat dan B. Suprihatno. Dilepas tahun : 1998. Penulis : Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya Pusbangluhtan Badan PSDMP Sumber : 1) Anonim, 1998. Liptan. IP2TP Yogyakarta. 2) Bambang S, dkk, 2007. Deskripsi Varietas Padi. Badan Litbang Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 3) Anonim, 2008. PTT Padi Sawah Irigasi. Badan Litbang Deptan.