Hari ini Selasa, 23 Mei 2023 Verifikasi Lapang dalam rangka Penilaian Aparatur dan Non-Aparatur Berprestasi Kategori BPP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 sedang dilaksanakan di BPP Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan verifikasi dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Sukabumi, Kepala Bidang UPTD Penyuluhan, Koordinator Fungsional, Perumda Agro Sukabumi, Bumdes Majembar, Wakasek SMP 1 Jampangkulon, Camat Kecamatan Jampangkulon, Kepala UPTD Wilayah VI Pejampangan, Kepala Desa di lingkup Kecamatan Jampangkulon, Ketua kelompok tani, KWT, dan Gapoktan. Kusyana selaku camat kecamatan jampangkulon menyampaikan bahwa hal yang membanggakan karena dari 47 kecamatan di sukabumi, BPP Jampangkulon dapat menjadi perwakilan dari Kabupaten Sukabumi. Berkat kolaborasi, koordinasi dan sinergi bersama. Salah satu inovasi dari BPP Jampangkulon yang diterapkan adalah POHAGA (Pojok Hijau Kampung Tohaga). Pohaga memanfaatkan bahan yang ada di sekitar dalam memenuhi kebutuhan sayuran di lokasi pekarangan sendiri. Berkat bimbingan dan pembinaan dari BPP, pohaga pun meraih penghargaan di tingkat kabupaten sehingga wilayah pejampangan menjadi percontohan. Kepala Dinas Pertanian Kab. Sukabumi, Sri Hastuti Harahap, SP., MSE, MA, menyampaikan bahwa penyampaian dari Pa Camat menunjukkan bahwa rekan-rekan penyuluh mampu bekerja dengan baik. Pohaga sendiri meraih penghargaan karena pemberdayaannya pun tidak hanya kepada ibu-ibu KWT namun juga anak-anak sekolah. Kabupaten Sukabumi ditargetkan oleh Kementerian Pertanian sebagai lumbung kedelai dengan 7.000 ha berada di lokasi perjampangan dan 650 ha berada di Jampang Kulon. BPP Jampangkulon sudah memiliki korporasi kedelai yang dihasilkan oleh poktan dan off-taker dari CV. Sumber Bandung. Ucu Rohilah, SPt., MP., selaku Kepala BPP Jampangkulon menyampaikan bahwa di lokasi sekitar BPP Jampangkulon sebagai pusat pembelajaran saat ini mulai mencoba penanaman tanaman hias. Selain itu, penanaman bawang merah dan sayuran. Adapun peranan sebagai konsultasi disediakan ruangan untuk mitra bpp berkonsultasi dalam pengembangan agribisnisnya. Jejaring kerjasama yang dinisiasi oleh BPP adalah CV Sumber Bandung, Bumdes Majembar dalam permodalan dan DBA sebagai off taker. Ketua Tim Penilai, Odik Setia Sukmana, SP., MP menyampaikan bahwa sudah ada sinergisitas yang telah terjalin dalam menjalankan fungsi kostratani. Tahapan penilaian dilakukan dengan adminstrasi, presentasi dan verifikasi lapangan guna membuktikan terkait hal-hal yang telah disampaikan serta dituangkan dalam profil administrasi. Pada pelaksanaannya proses penilaian akan dibagi dalam tiga sesi dengan verifikasi adminstrasi, kelembagaan dan stakeholder lainnya. Kegiatan ini sifatnya pun berupa pembinaan. Melalui penilaian ini tentunya akan ada perbaikan-perbaikan bagi bpp jampangkulon dalam menjalankan perannya sebagai bpp kostratani guna mendukung pengembangan pertanian di Jawa Barat. Red: Rizqy Barokah Faatihah (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)