Loading...

Verifikasi Lapang Penilaian GAPOKTAN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 Di GAPOKTAN Sumbermukti, Kab. Bandung

Verifikasi Lapang Penilaian GAPOKTAN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 Di GAPOKTAN Sumbermukti, Kab. Bandung
Hari ini (Kamis, 11 Mei 2023) Verifikasi Lapang GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Sumbermukti dalam rangka Penilaian Aparatur dan Non-Aparatur Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 sedang dilaksanakan di Sekretariat Gapoktan yang beralamat di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay, Kab. Bandung. Gapoktan Sumbermukti, dibentuk pada tanggal 24 Oktober 2010 dan merupakan titik awal untuk meningkatkan kemampuan setiap kelompok tani dalam melaksanakan fungsinya, meningkatkan kemampuan para anggota dalam mengembangkan agribisnis serta menguatkan kelompok tani menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Ketua Gapoktan Sumbermukti, Asep Hermawan dalam kesempatannya mengatakan bahwa Gapoktan yang terdiri 17 Kelompok Tani (Poktan) dan 3 Kelompok Wanita Tani (KWT) sedang berpacu membangkitkan semangat generasi muda agar memiliki minat pada dunia pertanian, seperti salahsatunya mengajak karang taruna setempat agar mau terjun ke dunia pertanian. Asep Hermawan pun sebagai Ketua Gapoktan, bercerita bahwa ia telah memberi gagasan kepada Kepala Desa Sumbersari untuk membuat Peraturan Desa terkait keberadaan lahan abadi, "Alhamdulillah sejak 2014 terbitlah Perdes tersebut untuk Desa Sumbersari yang dapat menjamin keberlanjutan pertanian di wilayah ini" tuturnya. "Mudah-mudahan Gapoktan Sumbermukti dapat seterusnya melangkah maju" harap Asep Hermawan. Camat Ciparay, Rahmat dalam sambutannya mengatakan "Sangat luar biasa tentang konteks pembinaan di wilayah Ciparay, khususnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay ini", Ciparay merupakan wilayah penjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung, beras yang dihasilkan disini adalah beras premium, dengan kualitas tinggi dan diakui secara nasional yang mana tentu memerlukan dukungan dari perangkat daerah. Penyuluh Pertanian disini telah melakukan pembinaan secara optimal dalam kontek pembangunan pertanian di wilayah Ciparay, yang tentunya fungsi Penyuluh adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat tani, khususnya untuk terus menggenjot berbagai potensi pertanian di wilayahnya, agar meningkatkan perekonomian masyarakat tani. Ningning Hendasah selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dalam sambutannya mengatakan bahwa Gapoktan Sumbermukti ini adalah kebanggan Kabupaten Bandung, dan Asep hermawan selain sebagai ketua Gapoktan, juga sebagai Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Bandung dan salah satu mitra kerja terbaik kami dalam sektor pertanian. "Kami berharap, Gapoktan Sumbermukti Desa Sumbersari dapat menjadi contoh sebagai Gapoktan unggulan yang dapat diteladani masyarakat tani di seluruh Kabupaten Bandung" ucap Ningning sambil mengakhiri sambutan. Tahap verifikasi lapang ini memiliki bobot penilaian yang tertinggi dibandingkan tahap-tahap sebelumnya, yaitu sebesar 50%, yang tentu menjadi tahap pembuktian para peserta untuk menunjukan bahwa mereka memang layak dinobatkan sebagai yang terbaik di kategorinya masing-masing dalam rangka berkontribusi pada pembangunan pertanian di Jawa Barat. Tahap verifikasi lapang Penilaian Aparatur dan Non-Aparatur Berprestasi Tanaman Pangan dan Hortikultura Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 ini dilaksanakan mulai tanggal 08 s/d 23 Mei 2023, dan teknis penilaian sendiri dilakukan oleh Tim Penilai yang terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi Jawa Barat, untuk menghasilkan hasil penilaian yang lebih komprehensif dan objektif. Dadan Hidayat selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang hadir pada Penilaian kali ini dalam sambutannya mengatakan bahwa Gapoktan terbaik di Penilaian kali ini akan jadi duta jabar di tingkat nasional, siapapun yang menjadi peringkat ke-1 akan didelegasikan untuk berjuang lagi dalam skala yang lebih besar untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik. "Berbanggalah menjadi warga Jawa Barat, karena dalam kontribusi produksi beras di tingkat nasional, Jabar selalu masuk 3 besar bersamaan dengan jatim dan jateng, artinya selalu ada peran besar kita dalam ketersediaan pangan nasional" ucap Dadan. Dadan pun mengucapkan terimakasih, atas upaya Gapoktan Sumbermukti dan Pemerintah Desa Sumbersari atas upaya dalam menjamin keberadaan lahan pertanian abadi yang dapat menjaga keberlangsungan ketersediaan pangan di wilayah ini, serta jaringan irigasi sekunder yang diupayakan secara swadaya oleh warga desa Sumbersari. Keberhasilan sektor pertanian tak lepas dari peran aktif Sumber Daya Manusia Pertanian sebagai tonggak utama pembangunan sektor pertanian, oleh karena itu, perlu diberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut dengan adanya Penilaian Aparatur dan Non Aparatur Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ajat Sudrajat yang hadir sebagai Ketua Tim Penilai menyampaikan bahwa Penilaian ini sebagai apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mereka yang berkontribusi terhadap proses pembangunan pertanian di Jawa Barat "Inshallah, kami dari tim penilai akan seobjektif mungkin", ucap Ajat. Ada 7 kategori pada Penilaian Aparatur-Non Aparatur Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 yang akan dinilai diantaranya: Penyuluh Teladan; Petani Berprestasi; Gapoktan Berprestasi; BPP Berprestasi; Posluhdes Berprestasi; KEP Berprestasi dan Penyuluh Swadaya Berprestasi. Untuk beberapa kategori akan diajukan menjadi kandidat yang mewakili Provinsi Jawa Barat dalam ajang Penilaian di Tingkat Nasional. Penilaian ini memiliki tujuan untuk menambah motivasi kerja kepada para insan pertanian berprestasi agar terus berkontribusi terhadap pembangunan pertanian di Provinsi Jawa Barat melalui inovasi dan prestasi, selain motivasi kerja, juga sebagai tolak ukur kinerja. Aparatur dan Non-Aparatur Pertanian Berprestasi Tahun 2023 terpilih nantinya diharapkan akan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat atas prestasi serta kontribusi terbaiknya dalam pembangunan pertanian di Jawa Barat. Red: Rijki Aulia Rahmayani (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)