Hari ini, Rabu 17 Mei 2023, telah dilaksanakan kegiatan Verifikasi Lapangan Posluhdes Bereprestasi dalam rangka penilaian Aparatur Non-Aparatur Berprestasi Prov. Jawa Barat. Selain tim Penilai Provinsi dan Perwakilan dari Posluhdes Padamulya, Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh berbagai pihak diantaranya: Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Danramil Kec. Pasirwangi, Polsek Pasirwangi, Camat, Kepala Desa Padamulya, Penyuluh pendamping/Perwakilan BPP, Poktan/Gapoktan sekitar dan Stakeholder lainnya. Kegiatan Pertama yang dilakukan adalah penyampaian beberapa sambutan sekaligus pembukaan kegiatan.Kepala Desa Padamulya, Bapak Deden Sutarwan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada Posluhdes Padamulya yang telah berdiri sejak tahun 2017. Posluhdes Padamulya dirasa melakukan tugasnya dengan cukup baik dan memberikan kebermanfaatan bagi sektor pertanian Desa Padamulya yang mana 85% penduduknya berpenghasilan dari sektor pertanian. Bapak Deden juga menyampaikan, bahwa pihak Desa telah dan akan memberikan dukungan sebaik-baiknya ke Posludes Padamulya, seperti fasilitasi gedung dan wifi untuk kelancaran kegiata Posluhdes. Sambutan kedua disampaikan oleh Camat Kecamatan Pasirwangi, Bpk. Bambang Rudijanto, Atd., MM. Bapak Bambang menyampaikan, Kecamatan Pasirwangi merupakan daerah agraris dengan ketinggian dan iklim yang cukup mumpuni untuk budidaya pertanaman, terutama tanaman hortikultura. Lahan di Kecamatan Pasirwangi cukup luas, dengan sekitar 1.112 ha tanah sawah dan 1.170 ha tanah ladang diantara penggunaan-penggunaan lahan lainnya. Bapak Camat juga menyinggung mengenai Posluhdes Padamulya yang tergolong aktif diantara 3 Posluhdes lainnya yang ada di Kecamatan Pasirwangi. Posluhdes Padamulya dirasa sangat proaktif, salah satunya adalah pembuatan pesnab dari tembakau. Semoga kedepannya, Posluhdes Padamulya bisa menjadi contoh dan motivasi Posluhdes lainnya, sehingga bisa mendorong perkembangan pertanian di lingkungan sekitar. Sambutan selanjutnya adalah dari Kepala Dinas Pertanian Kab. Garut, Ir. H. Beni Yoga Gunasantika, MP. Dalam sambutannya Bapak Kepala Dinas menyampaikan harapannya kepada Posluhdes supaya bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan pertanian di lingkup yang lebih intens. Posluhdes, lewat Jaringan Komunikasinya, diharapkan bisa mempermudah dalam penyampaian informasi-informasi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pertanian sekitar. Sambutan berikutnya adalah dari Bapak Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Bapak Ir. Dadan Hidayat, M.Si. Bapak Kepala Dinas menuturkan, bahwa Pertanian Jawa Barat mampu memberikan kontribusi 17,32% terhadap pemenuhan pangan Nasional. Hal ini membuat Jawa Barat menjadi peringkat kedua kontribusi pangan Nasional dari peningkatan hasil produksinya meski luas areal tanam Jawa Barat dibawah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bapak Kepala Dinas juga menyinggung mengenai terbatasnya Fasilitasi Jarkomluhdes yang diberikan, dimana berdasarkan data hanya ada sekitar 2.147 Posluhdes dari sekitar 6.000 Desa yang ada di Jawa Barat dengan 1.317 difasilitasi Jarkomluhdes oleh pihak Provinsi. Posluhdes, menurut Bapak Kepala Dinas, memiliki fungsi untuk `menerangi` pertanian sekitar dalam melakukan budidayanya. Bapak Dadan juga menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak mulai dari Kabupaten, Kecamatan dan Desa hingga pihak lainnya dalam semangatnya meningkatkan kualitas sektor pertanian. Setelah kegiatan Pembukaan, kemudian dilanjutkan ke kegiatan Verifikasi oleh tim penilai. Kegiatan Verifikasi dibagi kedalam dua area, yaitu verifikasi administrasi dan verifikasi teknis. Verifikasi administrasi dilakukan untuk mengetahui kelengakapan administrasi yang dimiliki Posluhdes, termasuk kelengkapan yang sebelumnya dikirimkan ke Provinsi. Untuk verifikasi teknis, dilakukan tanya jawab pendalaman posluhdes dengan berbagai stakeholder yang hadir untuk mengetahui seberapa signifikan dampak dari Posluhdes Padamulya. Setelah verifikasi administrasi dan teknis dilaksanakan, tim teknis kemudian melihat langsung ke lapangan/demplot yang digunakan oleh Posluhdes untuk mengetahui kondisi lahan dan dicocokkan dengan yang disampaikan oleh pihak Posluhdes sebelumnya sebelum kegiatan kemudian ditutup. Red: Gumiwang Purwa Permana (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)