Loading...

Virus-virus mosaic ketimun

Virus-virus mosaic ketimun
Mosaikketimun tersebar di seluruh dunia. Virus yang menyebabkan penyakit ini mempunyai sangat banyak tumbuhan inang,baik yang termasuk dikotil maupun monokotil.Selain merugikan ketimun dan tanaman labu-labuan, di Indonesia virus juga merugikan perkebunan tembakau dan pertanaman cabai,tomat, jagung,pisang,selderi,buncis,kratok,kapri, dan sejumlah gulma, antara lain ceplukan (Physalis angulata L) dan Commelina nudiflora L, dapat menjadi tumbuhan inang bagi virus mosaic ketimun. Gejala tanaman yang sakit mempunyai daun-daun yang belang hijau tua dan hijau muda,dengan bermacam-macam corak. Bentuknya dapat berubah, berkerut, kerdil, atau tepinya menggulung ke bawah. Buah mempunyai bercak-bercak hijau pucat atau putih,berseling dengan bercak hijau tua yang agak menonjol keluar.jika tanaman bermbah tua gambaran mozaik makin kabur. Ruas-ruas yang muda terhambat perteumbuhanya, sehingga daun-daun ujung membentuk roset. Gejala agak bervariasi tergantung dari strain virusnya. Penyebab penyakit mosaic ketimun disebabkan oleh beberapa starin virus yang berbeda-beda dalam macam tumbuhan yang dapat diinfeksinya. Sifat fisiknya banyak bersamaan. Titik inaktivasi pemansanya adalah 65-75 C, dapat bertahap dalam sap tumbuhan sakit6-10 hari,titik pengenceran terakhir 1: 1.000-1.000.000.zarah-zarah virus berbentuk bulat dengan garis tengah 28 nm. Virus dapat ditularkan secara mekanis (dengan gosokan), oleh kutu-kutu daun secara nonpersisten, dan sering kali dapat terbawa oleh biji. Di alam kutu daun yang memegang peranan penting dalam penularan virus mozaik ketimun adalah Myzus persicae dan Aphis gossypii Glov. Pengendalian penyakit mosaic ketimun sukar dikendalikan karena banyaknya tumbuhan inang dan virus di sekitar pertanaman ketimun, sedang virus dapat ditularkan oleh serangga. Dengan sendirinya jika mungkin di dekat pertanaman ketimun jangan terdapat sumber infeksi. Untuk mengurangi penularan virus secara mekanis melalui tangan pekerja, sebaiknya diusahakan agar tanaman jangan di pegang terlalu keras, khususnya tanaman-tanaman yang masih kecil. Di perkebuna tembakau para karyawan yang manangani persemaian dan tanaman yang masih muda diharuskan mencusi tangannya dengan sabun-trinatriumfosfat,diterjen,atau air susu untuk menginaktifkan virus yang melekat pada tanganya. disusun oleh : Nurhidayah maha (BPP Rundeng)