Loading...

Wafer Limbah Sayuran untuk Pakan Ternak

Wafer Limbah Sayuran untuk Pakan Ternak
Wafer (roti sapi) pakan ternak salah satu model pengolahan pakan limbah pertanian yang merupakan pakan alternatif pengganti hijauan pakan ternak pada saat musim kemarau. Pakan ternak yang dibuat dalam bentuk wafer ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pakan dan agar disukai oleh ternak (palatabel). Bahan baku pembuatan wafer pakan dengan memanfaatkan limbah sayuran yang ada disekeliling lingkungan kita seperti wortel , kubis, kentang, klobot jagung, kecambah kacang ijo, daun bawang, sawi hijau, daun seledri, daun kembang kol, bayam, kangkung, daun singkong dan lainnya. Mengapa limbah sayuran ? karena merupakan hasil samping / sisa-sisa tanaman sayuran yang tidak digunakan lagi oleh manusia dan mudah didapat serta murah harganya, namun mengandung banyak bahan organik. Hanya sayang limbah sayuran ini merupakan bahan pakan yang mudah busuk dan ketersediannya berfluktuasi sehingga perlu teknologi pengolahan limbah sayuran agar menjadi pakan ternak yang berkualitas, tahan disimpan dan mudah disajikan pada ternak. Keunggulan wafer Dengan bentuk wafer yang padat dan ringkas, sehingga dapat !) memudahkan dalam penanganan, pengawetan, penyimpanan, transportasi, dan penanganan hijauan lainnya; 2) memberikan nilai tambah karena memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan; 3) menggunakan teknologi sederhana dengan energi yang alternatif rendah dan 4) menghemat biaya produksi sebesar 10 %. Wafer pakan dibuat dengan menggunakan mesin pengepres dengan bantuan panas dan tekanan. Komposisi zat makanan dibuat menyerupai komposisi hijauan pakan ternak atau pakan konsentrat sehingga dapat disukai ternak. Cara pengolahan wafer pakan limbah sayuran sebagai berikut ¢ Pisahkan jenis sayuran, kemudian lakukan pencacahan dengan ukuran 2-3 cm (menggunakan chopper atau dipotong secara manual) ¢ Keringkan dengan alat pengering atau dijemur di sinar matahari selama 5 - 10 hari, hingga kadar airnya mencapai 15 - 17 %. Pada waktu pengeringan bahan dibolak balik agar pengeringannya merata. ¢ Limbah sayuran yang telah kering digiling kasar. ¢ Lakukan pencampuran sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan( misalnya campuran klobot jagung 65%, kecambah toge 25% dan daun brokoli 10% ) disertai dengan penambahan molasses 5% hingga homogen. ¢ Bahan yang telah dicampur sebanyak 400 gram dimasukkan dalam cetakan dengan ukuran 20 x 20 x 1,5 cm. Setelah itu dilakukan pengepresan selama 10 menit dengan suhu 120 o c. ¢ Biarkan lembaran wafer selama 24 jam pada udara terbuka (suhu kamar), sehingga menjadi wafer pakan yang siap disuguhkan kepada ternak. Pemberian kepada ternak Pemberian wafer kepada ternak secara berseling dengan pemberian konsentrat. Pemberian wafer pada pagi hari jam 06.00 pagi sedang konsentrat pada siang hari (12.00) . Pemberian konsentrat sebanyak 450 gram, sedangkan wafer 500 gram mengingat dari hasil percobaan kandungan nutrien pakan antara wafer, konsentrat dan rumput lapang tidak berbeda jauh. Penyunting : Asia (Penyuluh BPPSDMP) Sumber informasi : Direktorat Pakan Ternak .Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan 2012. Wafer Pakan Limbah Sayuran.