Loading...

Wakil Bupati Bintan Panen Raya Cabe

Wakil Bupati Bintan Panen Raya Cabe
Wakil Bupati Bintan, Drs Khazalik melakukan panen raya cabe merah di lahan seluas 2 hektar, di Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Selasa (10/4) lalu. Panen yang dilakukan di lokasi garapan Kelompok Tani Makmur tersebut, merupakan panen yang ke lima kalinya. "Masyaallah, cabenya subur besar-besar semua," ujar Wabup sedikit takjup, saat melakukan pemetikkan pertama. Wabup mengharapkan, budidaya cabe dilaksanakan secara konsisten, sehingga Bintan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Pasalnya, kebutuhan sayur mayur khususnya di wilayah Provinsi Kepri masih sangat tergantung dari pasokan daerah luar, terutama Sumatra daratan. Wabub mengatakan, sendainya pasokan sayur mayur mencukupi, bisa saja kebijakan mendatangkan kebutuhan sayur dari daerah luar di kurangi atau dihentikan. "Karena itu, produksi kita harus stabil," ingatnya sebagai jaminan. Ketua Kelompok Tani Makmur Sofyan mengungkapkan, sebelumnya telah dilakukan pemanenan empat kali dari lahan 2 hektar yang digarap tersebut. Dan bila diakumulasikan sudah menghasilkan 4 ton cabe. "Budidaya ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Lapang, dan kami mendapatkan bantuan pemerintah sebesar Rp10 juta perhektar," tutur Sofyan. Wabup menambahkan, meski bantuan pemerintah hanya 30 persen dari biaya budidaya cabe perhektarnya, namun itu bisa dijadikan rangsangan untuk memacu petani meningkatkan hasil produksinya. "Dan kami harapkan bisa berkembang dan berkelanjutan," timpalnya. Dalam acara yang dihelat secara sederhana itu, Wabup turut melakukan dialog dengan para petani menyangkut permasaalahan yang dihadapi. Dalam dialog tersebut, para petani mengharapkan adanya bantuan mesin pembuat kompos. "Mesin ini untuk menekan biaya penggunaan pupuk," KATA Ketua KTNA Kabupaten Bintan, Tukiman. Menanggapi hal ini, Kasubid Informasi dan Teknologi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Bintan, Guntur Sutopo menjelaskan untuk mesim pembuat kompos, sekarang dalam proses lelang, jumlahnya 23 unit. "Mesin pencacah sampah tersebut cukup mumpuni, karena mampu menghasilkan 600-800 kilo bahan baku kompos perjamnya," ujar Guntur. Rencananya, mesin tersebut akan dibagikan ke kelompok tani sekitar bulan Juni-Juli, atau bertepatan dengan acara mimbar serasehan. Selain mesin kompos, ada juga pengadaan 25 unit pompa air, serta 15 unit mini tiler untuk pemecah bedengan. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Bintan, Ali Bazar, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Adi Priantara, Koordinator Penyuluh Kecamatan Guning Kijang, Kasmir dan para penyuluh. (gindriawan s)