Loading...

WAKTU PEMBERIAN PUPUK N,P DAN K PADA TANAMAN PADI

WAKTU PEMBERIAN PUPUK N,P DAN K PADA TANAMAN PADI
Tanaman padi memerlukan banyak hara N dibanding hara P ataupun K. Pupuk Urea perlu diberikan sebanyak 3 kali, agar pemberian pupuk N menjadi lebih efisien terserap oleh tanaman padi. Sedangkan pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik. Tujuan pemupukan adalah menambahkan sejumlah hara dari yang tersedia di tanah dengan memberikan pupuk agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Pemupukan berimbang diperlukan oleh tanaman agar proses fisiologi dan metabolism berjalan dengan baik. Keseimbangan atara unsur nitrogen , phospat (P) dan Kalium (K) sebagai unsur makro mutlak diperlukan. Kelebihan pemupukan N seperti terkandung pada urea akan berakibat tanaman menjadi lebih herbaceous (lunak berair), hal ini akan membuat tanaman lebih peka/rentan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, kelebihan N akan memicu tanaman menyusun senyawa protein yang diperlukan oleh hama dan penyakit. Selanjutnya, dosis pemupukan yang tepat tidaklah cukup membuat tanaman tumbuh dengan optimal. Waktu yang tepat untuk pemupukan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Jika terjadi keterlambatan dalam pemupukan, maka manfaat dari pupuk tersebut tidak dapat digunakan dengan baik oleh tanaman. Waktu pemupukan pada tanaman padi adalah pemupukan ke-1 umur 7-10 HST terdiri dari 37,5-40% pupuk urea dan 50% NPK dari rekomendasi pemupukan setempat. Pemupukan ke-2 dilakukan pada umur 21-25 HST dengan dosis dan komposisi pemupukan seperti pada pemupukan pertama. Pemupukan ke-3 dilakukan pada umur 30-35 HST jika diperlukan yaitu jika warna daun kurang hijau dipupuk dengan sisa urea yaitu 20-25% dari dosis rekomendasi. Untuk memantau kecukupan pupuk Urea (Nitrogen) pada tanaman padi bisa menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). Pada alat ini terdapat empat kotak skala warna, mulai warna hijau muda hingga hijau tua, yang menggambarkan tingkat kehijauan daun tanaman padi. Sebagai contoh, jika daun tanaman berwarna hijau muda berarti tanaman kekurangan hara N sehingga perlu dipupuk. Sebaliknya, jika daun berwarna hijau tua atau tingkat kehijauan daun sama dengan warna dikotak skala 4 pada BWD berarti tanaman sudah memiliki hara N yang cukup sehingga tidak perlu lagi dipupuk. Monitoring pemberian pupuk dengan alat BWD dilakukan sejak 14 HST sampai fase berbunga (63 HST) setiap 7 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan, pemakaian BWD dalam kegiatan pemupukan N dapat menghemat penggunaan pupuk urea sebanyak 15-20 % dari takaran yang umum digunakan petani padi tanpa menurunkan hasil. Sementara itu, hara P dan K tidak perlu diberikan setiap musim. Hara P dapat diberikan tiap 4 musim sekali sedangkan hara K dapat diberikan setiap 6 musim sekali. Ini disebabkan karena pupuk P dan K yang telah diaplikasikan hanya ± 20 % dan ± 30 % nya terserap tanaman sedangkan sisanya terakumulasi dalam tanah. Selain pupuk kimia di atas, sangat dianjurkan untuk menambahkan pemberian pupuk organik. Pupuk organik yang dianjurkan berupa pupuk kandang atau kompos jerami sebanyak 2 ton per hektar setiap musim, Penggunaan pupuk organik ini dapat mengembalikan sifat-sifat tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan serta menggemburkan tanah yang telah padat karena efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Ricky Feryadi Penyuluh Pertanian Pusat