Loading...

Walang Sangit Pada Tabela

Walang Sangit Pada Tabela
1) Gejala Serangga dewasa dan serangga muda (nimfa) menyukai buah padi yang masih masak susu. Serangan pada buah padi masak susu mengakibatkan gabah agak hampa atau hampa. Serangan pada stadia buah agak tua akan menurunkan mutu dan berat gabah. Kulit gabah yang terserang walang sangit biasanya terdapat bercak kecil berwarna cokelat tua. b) Penyebab Walang sangit ada tiga jenis, yaitu Leptocorisa aromarius Fob., L. acuta Thunberg, dan L. chinensis Dallas. Walang sangit ini mengeluarkan bau khas. Serangga ini mulai banyak ditemukan sejak awal musim penghujan serta aktif pada padi dan sore hari. Hama ini mempunyai tanaman inang yaitu berbagai rerumputan. c) Pengendalian Untuk pengendalian cara budi daya, dianjurkan bertanam padi serentak dan membersihkan rerumputan, terutama jawan, tuton, serta teki. Perangkap umpan berupa ketam (Jw.: yuyu) mati acapkali digunakan untuk menarik serangga walang sangit. Ketam ditancapkan di ujung bilah pada sudut-sudut pematang. Kemudian, walang sangit akan tertarik oleh bau yuyu tersebut dan hinggap bergerombol. Walang sangit ini lalu dimusnahkan dengan cara dibakar. Apabila hasil pengamatan menunjukkan bahwa di lapangah tfirdapat 10 walang sangit pada 20 rumpun padi, perlu segera dikendalikan dengan kimiawi (insektisida). Beberapa insektisida yang efektif untuk pengendalian walang sangit, antara lain Basa 50 EC, Dharmabas 500 EC, Darmasin 50 WP, Mipsin 50 WP, Marshal 200 EC, dan Sevin 85 SP. Saat penyemprotan walang sangit yang paling efektif yaitu pada pagi dan sore hari. (Sumber: Budidaya Padi Sawah Tabela/Ir.Setijo Pitojo)