waspada xanthomans sp,Penyakit Tanaman Terkendali Hasil Berlipat
BAGAIMANA CIRI TANAMAN YANG TERKENA PENYAKIT KRESEK? Tanaman padi yang terserang penyakit hawar daun bakteri (HDB) pada fase awal pertumbuhan, tanaman layu dan akhirnya mati. Gejala inilah yang biasanya oleh petani disebut dengan penyakit kresek. Sedangkan pada tanaman dewasa serangan mulai dari tepi daun berwarna keabu-abuan dan akhirnya mengering sehingga tanaman tidak dapat berfotosintesisi dengan baik sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Di masyarakat secara umum penyakit hawar daun bakteri ini disebut juga sebagai penyakit kresek. Mungkin tanaman yang terserang penyakit hawar daun bakteri ini bunyinya kresek-kresek pada saat tertiup angin, sehingga untuk memudahkan akhirnya disebut sebagai penyakit kresek MENGAPA TANAMAN PADI TERSERANG PENYAKIT KRESEK? Serangan penyakit hawar daun bakteri ini menyerang tanaman padi mulai dari persemaian sampai tanaman padi menjelang panen. Infeksi dimulai dari bagian daun melalui luka seperti bekas potongan bibit padi atau lubang alami daun seperti stomata (lubang daun) dan merusak klorofil daun, sehingga kemampuan daun untuk melakukan fotosintesis menjadi menurun dan pertumbuhan tanaman terhambat. Penyakit hawar daun bakteri (HDB) ini biasanya menyerang tanaman padi pada saat musim hujan. Kondisi pertanaman dengan kelembaban yang tinggi dan pemupukan yang tidak berimbang dengan dosis pupuk nitrogen yang tinggi. Jarak tanam yg rapat dapat menyebabkan kelembaban sekitar tanaman meningkat sehingga dapat memicu bakteri xanthomonas berkembang lebih cepat. Pada tanaman yang peka terhadap penyakit ini, gejala terus berkembang hingga seluruh permukaan daun, bahkan kadang-kadang pelepah padi sampai mengering. Pada pagi hari cuaca lembab, eksudat bakteri sering keluar ke permukaan daun dan mudah jatuh oleh hembusan angin, gesekan angin, gesekan daun atau percikan air hujan. Eksudat ini merupakan sumber penularan yang efektif. APA YANG MENYEBABKAN KRESEK? Penyakit kresek pada tanaman padi atau hawar daun bakteri di sebabkan oleh bakteri XANTHOMONAS ORYCAE . Klasifikasi Xanthomonas campestris pv. Oryzae Dye adalah sebagai berikut: Phylum : Prokaryota Kelas : Scizomycetes Ordo : Pseudomonadales Famili : Pseudomonadaceae Genus : Xanthomonas Spesies : Xanthomonas campestris pv. Oryzae APA SAJA KERUGIAN AKIBAT TANAMAN TERKENA PENYAKIT KREREK? Apabila serangan pada saat tanaman berbunga, hawar daun bakteri ini dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar dengan mengurangi hasil sampai 50-70% akibat pengisian gabah terhambat sehingga gabah hampa meningkat. BAGAIMANA CARA PENGENDALIAN PANYAKIT KRESEK? gunakan varietas unggul yang tahan penyakit hawar daun bakteri,seperti inpari,mekongga. Varietas hibrida tidak tahan alias rentan serangan penyakit ini. jarak tanam yg renggang akan mengurangi serangan penykit ini,spt menggunakan jarak tanam 30x15x50 cm atau 22 x 15 x 40 cm. hindari pemakian urea berlebih pada saat pemupukan. Tambahkan pupuk kalium tinggi dan CALSIUM pada saat pemupukan. Tambahkan pupuk MIKRODG DI semprot minimal 4 kali dan usahakan yg kandungan ZN , CU, MO tinggi. penyemprotan tindakan preventif dapat menggunakan mikocide 70 wsc dengan dosis 1ml/lt dan penyemprotan kuratif dengan dosis 2 ml / lt. perlakuan benih menggunakan bakteri khorin pd saat perendaman (bisa dbarengkan dg PGPR & POC yang mengandung giberelin). pencelupan akar pd bibit padi yang akan di pindah tanamkan dg PGPR penyemprotan bakteri khorin pd umur 20 & 40 hs By : BPP Kecamatan Tulangan