Loading...

WASPADAI CACING HATI CEGAH MERUGI

WASPADAI CACING HATI CEGAH MERUGI
Sewaktu memotong bagian hati saat hari raya Idul Adha sering kita menjumpai tonjolan atau lembaran-lembaran putih seperti daun. lembaran putih seperti daun itulah cirri khas dari cacing hati yang hidup pada hewan ruminansia sapi, kerbau serta ruminansia kecil kambing dan domba. Cacing hatiPenyakit ini disebabkan oleh cacing hati Fasciola sp. yang hidup di dalam hati dan saluran empedu serta memakan jaringan hati dan darah.Cacing hati pada hewan ruminansia seperti sapi bisa menyebabkan sapi mengalami penurunan kondisi kesehatan, seperti penurunan berat badan, gangguan pencernaan seperti diare dan kerapnya sapi mengalami muntah dan kembung. Sapi sendiri kehilangan nafsu makan dan penampakan fisik seperti tampak layu dan kuyu. Terkadang sapi terlihat bermata cekung dan telinga yang turun terkulai.Penanganan dagingPada saat kita mau mengkonsumsi hewan qurban kita merasa gigu sampai jijik karena saking sudah banyaknya hati yang rusak akibat serangan cacing hati. Cacing hati sendiri termasuk jenis cacing yang sangat agresif dalam menyerap sari-sari makanan dalam tubuh, sekaligus merusak sel-sel dalam hati dengan cepat sehinga memicu kerusakan hati yang kronis. Namun, keberadaan cacing hati sapi tidak menulari tubuh manusia begitu saja. Karena sebenarnya cacing ini hanya hidup dalam kawasan hati sapi. Kalaupun ada persebaran hanya berkisar pada area pencernaan.Daging dari hewan yang hatinya terdapat cacing aman untuk dikonsumsi. Karena tidak ditemukannya persebaran cacing, telur atau larva dalam daging sapi sekalipun dinyatakan hati sapi positif mengidap cacing hati. Untuk menanggulangi adanya penyebaran cacing hati dapat dimatikan dengan proses pemanasan. Suhu di atas 70 derajat C sudah cukup mampu membunuh cacing yang ada. Sedang suhu di atas 100 derajat C bisa memecah selubung larva dan telur cacing yang ada.Pencegahan Tindakan preventif yang bisa dilakukan dengan memutus daur hidup cacaing hati dengan memberantas vektor penyakit yaitu memberantas siput secara biologik, misalnya dengan pemeliharaan itik/bebek, ternak jangan digembalakan di dekat selokan (genangan air), rumput jangan diambil dari daerah sekitar selokan. Pemberian pakan dari pakan fermentasi juga dapat mencegah adanya cacing hati karena telur atau larva cacing hati akan mati akibat dari fermentasi.PengobatanCacing hati merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kelambanan pertumbuhan ternak, maka tindakan pencegahan dan pengobatan bila terjangkit harus dilakukan. Pemberian obat cacing tiga kali dalam setahun. Pemberian obat cacaing pada permulaan musim hujan untuk menghilangkan cacing yang didapat selama musim kemarau.Pertengahan musim hujan untuk mengeluarkan cacing yang diperoleh selama musim hujan. Akhir musim hujan untuk menghilangkan cacing yang didapat selama musim hujan serta mengurangi potensi untuk kontaminasi dimusim kemarau. Obat yang diberika yang mengandung abendazol, peperazin dan lainnnya sedang dosis mengikuti petunjuk yang ada.Dalam pemberian obat kimia yang diberikan diusahan 15 hari sebelum di jual atau dikonsum tidak dilakukan. Hal tersebut guna mencegah terjadinya pengalihan pengendapan obat tersebut pada manusia yang dapat membahayakan kesehatan. Ternak rumianansia baik besar maupun kecil rawan terhadap penyakit cacing hati karena pola pemeliharaan yang kebanyakan masih tradsional dengan mengandalkan rumput alam sebagai pakan utamanya. Tindakan pencegahan dengan merupakan tindakan yang bikajksana mengurangi resoko terjangkit cacing hati. Penggunaan obat trasional dapat dilakukan guna mencegah perkembangan cacaing hati agar ternak sehat dan pertumbuhannnya baik yang pada akhirnya akan mamapu meningkatkan profitas ternak dan pendapatan.Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada KJF Dipertanhut Kab. Pemalang)Sumber :Faisal, H. Drh. PNS pada Dipertanhut Kabupaten Pemalanghttp://meatmilkpro.lipi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118:waspada-sapi-yang-terkena-penyakit-cacing-hati&catid=45:umum diunduh tanggal 10 Agustus 2016http://meatmilkpro.lipi.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118:waspada-sapi-yang-terkena-penyakit-cacing-hati&catid=45:umum diunduh tanggal 10 Agustus 2016http://dinakkeswan.jatengprov.go.id diunduh tanggal 10 Agustus 2016http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2500/ diunduh tanggal 10 Agustus 2016Muda, I. M.Sc. Drh. 2015. Kesehatan Sapi Potong. Modul. TOT Pemberdayaan Gerakan Petani Terpadu, BPPSDM. Kementan. JakartaPuslitbangnak.2014.PengendalianInfeksi Cacing Hati Pada Sapi.. Balitbangtan, Kementan Jakarta.