1) gejala Serangan wereng cokelat mengakibatkan tanaman menjadi layu, kering, dan kemudian mari. Pada tingkat serangan berat di bagian hamparan sawah tampak seperti terbakar (hopper bum). Gejala tersebut semakin parah oleh keadaan cuaca yang berawan karena tanaman tidak dapat berasimilasi dengan sempurna. 2) Penyebab Wereng cokelat dikenal dengan nama ilmiah Nilapawotfl lugens Stall. Serangga ini hinggap di bagian pangkal batang rumpun padi. Letaknya terlindung sehingga tidak segera diketahui apabila tidak diamari dengan cara membuka rumpun padi. Wereng cokelat memiliki daya berkembang biak yang cepat dan dapat menularkan virus kerdil rumput serta virus kerdil hampa pada tanaman padi. 3) Pengendalian Untuk pengendalian cara budi daya, dianjurkan menanam varietas padi yang tahan hama ini, seperri IR 64, IR 74, dan barito, melakukan gilir varietas padi, menanam serempak, menggunakan pupuk berimbang, dan membenamkan sisa jerami. Untuk pengendalian kimiawi, dapat menggunakan beberapa insektisida yang efektif, yaitu Applaud 10 WP, Mipsin 50 WP, Basa 50 EC, Dharmabas 500 EC, dan Darmasin 50 WP: Aplikasi. larutan insektisida disesuaikan dengan anjuran. Saat yang paling tepat untuk pengendalian wereng cokelat adalah saat hama dalam stadia nimfa muda (serangga muda). Insektisida tersebut digunakan dengan menyemprotkannya ke bagian pangkal batang padi. (Sumber: Budidaya Padi Sawah Tabela/Ir.Setijo Pitojo)