Adanya kondisi dimana Petani berhadapan dengan masalah di lapangan, peneliti mencari teknologi untuk mencari solusi masalah yang terjadi, penyuluh menyampaikan solusi (teknologi) kepada para petani agar dapat diadopsi guna mengatasi masalah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi penyuluhan, dimana pemahaman petani menjadi tanggung jawab penyuluh. Guna meningkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian baik di pusat maupun daerah, maka Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP mengadakan workshop sehari bagi penyuluh pertanian pada Kamis, 18 Pebruari 2016 di Hotel Bumi Wiyata, Depok. Workshop ini dibuka oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Pusat dan dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Pusat (Pusat Penyuluhan/BB2TP), Penyuluh Provinsi Jawa Barat, Penyuluh Pertanian Kab Bogor, serta pejabat eselon 3 dan 4 lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP. Narasumber yang memaparkan materi pada workshop EvolusiSistemAlihTeknologidalamPenyuluhanPertanian antara lain Prof.Dr Suwarno yang merupakan peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pointer yang dihasilkan dari materi ini antara lain : 1. Sistem alih teknologi berevolusi menyesuaikan dengan tingkat kemajuan usahatani dan kebutuhan penggunanya;2. Di Indonesia tingkat kemajuan usahatani overlapping sehingga kebutuhan alih teknologinya juga beragam;3. Agar alih teknologi efektif, penyuluh harus mengetahui tingkat perkembangan usahatani/petani target penyuluhan;4. Metode penyuluhan LAKU secara berangsur perlu di up-grade menjadi metode konsultatif, mempertimbangkan kebutuhan individu atau kelompok petani yang homogen. Selain itu disampaikan pula materi Mekanisme dan Peranan Penyuluh Pertanian dalam Penyusunan RDK/RDKK Pupuk Bersubsidi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan Usaha Tani, Pusat Penyuluhan Pertanian. Materi ini disampaikan sebagai bekal para penyuluh dimana RDKK mempunyai peran yang sangat strategis sebagai instrumen perencanaan usahatani secara partisipatif untuk menjamin ketersediaan sarana produksi dengan prinsip azas 6 (enam) tepat yaitu tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu, tepat waktu, tepat tempat dan tepat harga. Untuk meningkatkan efektivitas dalam penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi diperlukan adanya pengawalan dan pendampingan dari penyuluh yang kompeten dan profesional. Diharapkan melalui Gerakan Penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi akan sangat ditetercapai sinergisme dari semua pemangku kepentingan di setiap jenjang wilayah.(Nurlaily).