Wa Ode Sriyani, 29 tahun, analis kapasitas penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah begitu bersemangat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Bidang Penyuluhan Prov. Sultra. Bagaimana tidak, kegaiatan ini merupakan kegiatan pertamanya sebagai staf bidang penyuluhan Kab. Buteng. "Assalamualaikum, pak Fer dimana? Saya sudah di lokasi ni." tanya Yani (sapaannya) saat menelpon seniornya yang belum berada dilokasi. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sultra melalui bidang penyuluhan melaksanakan kegiatan yang bertemakan “Workshop Teknologi Peningakatan Kapasitas Penyluh Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 2023 di Nirwana Buton Villa Kota Baubau. Sebelum memasuki aula peserta diwajibkan registrasi untuk mengambil kunci kamar penginapan dan perlengkapan kegiatan berupa baju kegiatan, alat tulis, tas, dan botol minum. Para peserta yang hadir adalah perwakilan dari delapan kabupaten kepulauan Sulawesi Tenggara. Sebanyak 30 peserta yang sebagian besarnya merupakan penyuluh pertanian ini sangat antusias mengikuti kegiatan kali ini. Mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Prov. Sultra, Ibu Mazfhia Umar sebagai Kepala Bidang Penyuluhan Prov. Sultra membuka acara pada pukul 16.00 WITA di Aula Hoga. “Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan workshop ini saya buka,“ ucap ibu kepala bidang penyuluhan yang disambut dengan riuh tepuk tangan peserta. Dalam sambutannya, ibu kepala bidang penyuluhan menegaskan untuk serius dalam mengikuti kegiatan workshop yang berlangsung ini. “Workshop ini diadakan untuk menjawab tantangan teknologi informasi yang sangat cepat, untuk itu saya mewakili Pak Kadis berharap bapak ibu sungguh-sungguh mengikuti kegiatan workshop ini agar menjadi bekal untuk memajukan pertanian Indonesia” tegasnya diakhir sambutan. Hal yang senada juga diakui Asrida, 32 tahun, Kepala BPP Mawasangka Tengah sekaligus Koordinator PPL Mawasangka Tengah Kab. Buteng. Teknologi informasi memacu penyuluh untuk segera belajar. “Semakin banyak kita menyerap teknologi informasi maka semakin mudah kita menerapkannya pada petani dan semakin meningkat kesejahteraannya” ucap ida (sapaan Asrida). Kegiatan workshop ini menyajikan empat materi yang dibagi dalam dua sesi, hari pertama dua materi yaitu Tehnik penulisan artikel popular dan berita menarik dan yang kedua Updating data simluhtan dan epusluh. Pada hari kedua, materi yang disajikan adalah tehnik pengambilan gambar, video/vlog kegiatan penyuluhan dan Penerapan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) bidang pertanian. Narasumber yang dihadirkan pun tak main-main, mulai dari Copywriter Internasional, Fotografer Professional, hingga Widyaswara yang ahli dan berkompeten. “Buatkan saya tiga paragraph tentang kegiatan workshop ini!” Suruh ibu Popalayah, salah satu pemateri yang akrab dipanggil bu Popa. Memasuki hari kedua, materi yang disajikan tak kalah menarik. Dibuka dengan serangkaian foto-foto unggulan pemenang audisi lomba fotografer nasional di silde persentase. Para peserta terkagum-kagum dengan hasil karya sang maestro. “Foto-foto ini tidak dijual yah” sanggah sang pemateri. Pada pukul 10.30 WITA, setelah semua materi disampaikan. Maka segera dilaksanakan penutupan kegiatan workshop. “Kami tak henti-hentinya mengingatkan kembali, bahwa sepulangnya bapak ibu ke wilayah binaannya untuk segera menerapkan ilmu yang telah diterima di workshop ini. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah Subhana WaTa’ala dan pulang kembali berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal kita masing-masing. Bismillahirrahmanirrahim, Pada tanggal 28 Oktober 2023 pukul 11.00 WITA kegiatan Workshop Teknologi Informasi Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, saya tutup! Tutur Ibu Kepala Bidang Penyuluhan. “Mulailah melakukan hal yang sederhana yang berdampak besar bagi wilayah binaan kalian” - Mazfhia Umar, Kepala Bidang Penyuluhan Provinsi -