Loading...

Workshop Urban Farming Kepri - Singapore

Workshop Urban Farming Kepri - Singapore
Dimulainya dengan MOU antara Gubernur Kepulauan Riau dan Republic Singapore pada tahun 2022, kerjasama ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk stakeholder yang berada di Kepulauan Riau. Workshop yang disepakati bersama antara 2 (dua) negara ini telah dilaksanakan pertama kali di Singapore mengundang para pemangku keputusan Provinsi Kepulauan Riau melakukan workshop di Singapore yang dilanjutkan workshop di sekolah - sekolah di Tanjungpinang dan workshop saat ini yang sedang berlangsung dari tanggal 14 – 17 Maret 2023 dengan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau yang melibatkan 5 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang yang terdiri dari Para Penyuluh, Guru SMKN1 Pertanian dan Petani Milenial. Urban farming atau pertanian perkotaan meningkat pesat saat pandemi Covid-19. Hal ini berpotensi menjadi peluang ekonomi sekaligus menyehatkan masyarakat. Pertanian perkotaan ada dalam berbagai bentuk, seperti kebun komunitas dan pekarangan rumah. Selain itu, ada pula yang berkebun di atap dan balkon. Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 14-17 Maret 2023 menyelenggarakan workshop Urban Farming. Kegiatan ini mengangkat tema “Pertanian Perkotaan Berkelanjutan: Lokakarya Pendekatan Clean and Green (Bersih dan Hijau) Bagi Ketahanan Pangan dan Ko-Kreasi Solusi. Kegiatan workshop Urban Farming yang digelar di Aula lt. 2 Kantor BPSIP Kepri ini tindaklanjut dari kerjasama antara Pemprov Kepri dengan Republic Polytechnic Singapura dan didukung oleh Temasek Foundation. Peserta yang mengikuti workshop berjumlah 30 orang terdiri dari penyuluh pertanian, guru SMKN 1 Gunung Kijang, dan petani milenial yang berasal dari Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kota Batam, Kabupaten Lingga dan Kabupaten karimun. Di acara pembukaan hadir diantaranya; Sekda Prov. Kepri yang diwakili Profesor Dr. H. Syamsul Bahrum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kepala BPSIP Kepri, Dr. Ir. Muhammad Alwi Mustaha, M.Si., Kepala DKP2KH Kepri yang diwakili kabid. Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluhan, Ir. Suryani, M.Si., Kabid Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Agus Widyasmiko, S.Sos.M.Si., Perwakilan Balai Karatina Pertanian Kelas 2 Kota Tanjungpinang, Sekertaris Dinas Pertanian Kota Tanjngpinang dan Manager Jason Tey bersama rombongan dari Republic Polytechnic of Singapore. Dalam Sambutan Sekda Prov. Kepri yang diwakili Dr. H. Syamsul Bahrum menyampaikan bahwa sektor pangan merupakan sektor yang sangat penting sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. MoI (Memorandum of Intent) dengan Republic Polytechnic (RP) Singapura ini merupakan hal yang sangat penting karena kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi pangan, manajemen pangan, dan rantai pasok. Manager Jason Tey merasakan terhormat dapat berlatih bersama peserta workshop untuk mengembangkan kemampuan di bidang teknologi sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri pangan di Kepri. “Kami disini tidak mengajar tapi saling share informasi, apa yang telah dilakukan Singapura dan apa yang telah dilakukan Indonesia. Pertanian perkotaan di Kepri diharapkan dalam jangka panjang bisa ekspor ke Singapura,”kata Jason. Terwujudnya workshop Urban Farming Pertanian Berkelanjutan : Lokakarya Pendekatan “Clean and Green”(bersih dan Hijau) Bagi Ketahanan Pangan dan Ko kreasi Solusi ini semoga menambah ilmu para peserta sehingga ketahanan pangan semakin maju, modern dan yang paling terpenting adalah pendapatan masyarakat meningkat sehingga kesejahteraan terpenuhi.