Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian intensif menurun produktivitasnya dan telah mengalami degradasi lahan, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan karbon organik dalam tanah, yaitu kurang dari 2%. Padahal untuk memperoleh produktivitas optimal dibutuhkan karbon organik di atas 2%. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk kompos pada sistem pertanian dianjurkan untuk memperbaiki kerusakan lahan pertanian. Sejumlah penelitian menunjukkan pemakaian pupuk kompos dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang baik. Pupuk kompos juga telah diteliti penggunaan pada beberapa jenis tanaman seperti padi, kentang, bawang merah dan jagung manis. Pupuk kompos secara umum digunakan sebagai substitusi pupuk kimia dengan memberikan hasil yang baik. Pada tanaman umbi-umbian, pemberian kompos jerami memiliki dampak yang baik bagi peningkatan produksi ubi jalar. Penelitian yang dilakukan oleh Tamtono pada tahun 2015 mengenai Pengaruh Aplikasi Kompos Jerami dan Abu Sekam Padi terhadap Produksi dan Kadar Pati Ubi Jalar memiliki hasil bahwa pemberian kompos jerami dan abu sekam memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi ubijalar dan meningkatkan kandungan unsur N, P dan K, serta meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang mampu memperbaiki sifat fisik tanah (Tamtono,et al, dikutip dalam Kaleka, 2020). Mengingat manfaat dari pupuk organik atau pupuk kompos dalam perbaikan lahan pertanian, ayoooooo...... kita coba untuk membuat sendiri dari bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan kita dan kita aplikasikan ke lahan pertanian kita agar lahan kita tetap terjaga kualitasnya dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Cara Pembuatan Pembuatan pupuk organik kompos dan pupuk organik padat dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut: Pembuatan pupuk kompos (Dharmawibawa & Karmana, 2022) Pembuatan pupuk kompos diawali dengan pengumpulan kotoran sapi dari kandang warga kemudian dilanjutkan dengan proses pengolahan menjadi pupuk kompos. Adapun alat dan bahan yang disiapkan antara lain: Menyiapkan terpal plastik berukuran 6x7 meter dan bahan baku berupa kotoran sapi dan limbah perkebunan berupa daun-daun tanaman hijau dan ranting tanaman yang telah dicacah berukuran kecil. Menyiapkan peralatan berupa cangkul, skop, ember, sprayer ato alat semprot, larutan EM4, larutan gula aren. Penyusunan bahan pembuatan kompos dengan urutan dari bawah ke atas sebagai berikut: 1). Ranting-ranting tanaman 10 cm; 2). Daun hijau, 3). Kotoran sapi 30 cm; 4). Disiram larutan EM4 dan larutan gula sampai lembab; 5). Demikian seterusnya diulang lagi tahapan 1 - 4 hingga ketinggian 1 meter; g). Ditutup dengan terpal plastik. Ditunggu dan dibiarkan selama 3 minggu, kalau kelihatan kering disiram air hingga kelembaban terjaga. Setelah 3 minggu, campuran diaduk dengan cangkul hingga merata. Hasil pengadukan pertama (setelah 3 minggu) kompos sudah hancur dan berwarna hitam, bergumpal kecil. Menunggu pengadukan kedua (3 minggu kemudian), kompos sudah kelihatan menyerupai tanah, kotoran sudah hancur dan tidak berbau. Selanjutnya menunggu pengadukan ketiga (3 minggu kemudian), disini kompos sudah jadi dan siap digunakan. Lalu dilakukan penyaringan dan pengemasan pupuk kompos. Pembuatan pupuk organik padat Salah satu contoh cara membuat pupuk organik padat adalah sebagai berikut: Bahan pembuatan pupuk organik yaitu : 1 ton kotoran ternak (sapi, ayam, kambing) 100 kg arang sekam/ sekam organik 100 kg serbuk gergaji, 20 kg dolomit 2,5 kg stardec. Tiriskan atau endapkan kotoran sapi yang masih basah hingga kadar airnya menjadi 60%. Kotoran sapi yang sudah diendapkan tersebut diratakan pada tempat pembuatan kompos dengan ketebalan 20 cm, kemudian di atasnya ditaburi serbuk gergaji, dolomit, arang sekam, lakukan penumpukan yang sama hingga ketinggian 1.5 m dengan ketinggian tersebut akan tercipta suhu 70 derajat, pada suhu tersebut akan dapat mematikan biji biji rumput liar yang nantinya dapat menjadi tanaman gulma pada lahan pertanian. Kondisi tersebut di biarkan selama 7 hari yang di kenal dengan istilah tahap inkubasi. Untuk mengoptimalkan kerja bakteri pengurai maka bahan pupuk organik perlu dilakukan pembalikan setiap 7 hari sekali, lakukan 4-5 kali maka pupuk organik sudah siap di pakai dan menunjukkan warna kecoklatan. Aplikasi pupuk organik Aplikasi pupuk organik padat maupun pupuk organik kompos sebaiknya dicampurkan dengan media tanaman atau ditaburkan pada sekitar akar maupun pada pangkal batang tanaman. Demikian uraian cara pembuatan pupuk organik maupun pupuk kompos yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat dan diharapkan peran Penyuluh Pertanian untuk mengedukasi dan mensosialisasikannya dalam rangka upaya memproduksi pupuk organik untuk memperbaiki kondisi fisik tanah. (Siti Nurjanah, Penyuluh Ahli Utama Pusat Penyuluhan Pertanian). Sumber dirangkum dari berbagai referensi.