Loading...

ZPT untuk Pertanian yang Lebih Baik

ZPT untuk Pertanian yang Lebih Baik
ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) yang sering disebut juga fitohormon merupakan sekumpulan senyawa organik, baik yang terbentuk secara alami maupun buatan. ZPT dalam kadar sangat kecil mampu menimbulkan suatu reaksi atau tanggapan baik secara biokimia, fisiologis maupun morfologis, yang berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, maupun pergerakan taksis tanaman atau tumbuhan baik dengan mendorong, menghambat, atau mengubahnya. Apakah "Kadar kecil" yang dimaksud pada penjelasan diatas yaitu pemberian yang berada pada kisaran satu milimol per liter sampai satu mikromol per liter. Oleh karena itulah penggunaan ZPT yang berlebihan pun tidak dianjurkan karena ZPT berbeda dengan unsur hara atau nutrisi tanaman, baik dari segi fungsi, bentuk, maupun senyawa penyusunnya.Beberapa fungsi Hormon yang bisa diterapkan dalam dunia pertanian diantaranya ialah:1. AUKSINFungsi auksin dalam pertumbuhan tanaman¢ Pemberian auksin pada biji atau benih akan memecah dormansi dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji/benih dengan auksin juga dapat meningkatkan kuantitas hasil panen.¢ Memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.¢ Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah.¢ Merangsang terjadinya proses Partenokarpi. Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tumbuhan mampu membentuk buah tanpa proses fertilisasi atau penyerbukan, sehingga dengan pemberian hormon auksin dapat menghasilkan buah tanpa biji.2. SITOKININFungsi sitokinin bagi pertumbuhan tanaman¢ Memacu pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dengan merangsang proses pembelahan dan pembesaran sel.¢ Merangsang perkecambahan dengan memecah fase dormansi pada biji, sehingga pertumbuhan bibit dapat berlangsung dengan cepat.¢ Memacu pertumbuhan tunas-tunas baru.¢ Hormon sitokinin dapat menunda penuaan pada hasil panen, sehingga daya tahan hasil panen lebih lama.3. GIBERELINJenis hormon yang mempunyai kemiripan sifat dengan auksin ini merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat ditemukan pada hampir semua siklus hidup tumbuhan. Giberelin sering disebut dengan GA (gibberellic acid) atau asam giberelat. Giberelin banyak dijumpai pada tumbuhan paku, jamur, lumur, gymnospermae, dan angiospermae (terdapat pada biji muda, pucuk batang, ujung akar, dan daun muda). Zat pengatur tumbuh ini dapat ditemukan dalam dua fase utama yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) dan giberelin nonaktif. GA bioaktif inilah yang mengontrol pertumbuhan dan perkembangan seluruh tumbuhan baik akar, daun maupun batang tanaman, seperti pengembangan benih, perkecambahan biji, pertumbuhan tunas, pertumbuhan daun, merangsang pembungaan, perkembangan buah, perpanjangan batang, serta deferensiasi akar. Sebagaimana penjelasan di awal bahwa penggunaan ZPT secara bijak diperbolehkan dalam "kadar yang kecil" saja untuk memperoleh hasil pertanian yang lebih baik dengan tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan demi keberlanjutan di masa mendatang. (diolah dari berbagai sumber)