10 JENIS TUMBUHAN SEBAGAI PESTISIDA NABATI Pestisida Nabati adalah produk alam yang berasal dari tanaman yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung banyak senyawa bioaktif seperti alkaloid, fenolik dan senyawa kimia sekunder lainnya. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ketanaman yang terserang OPT tidak berpengaruh terhadap fotosintesa, pertumbuhan atau aspekfisiologis tanaman lainnya, namun berpengaru terhadap system syaraf/otot, kesinambungan hormon, reproduksi, prilaku dan pernafasan OPT. Kelebihan sekaligus kekurangan dari penggunaan pestisida nabati adalah mudah terurai, cepat mengalami penguapan dan efektivitasnya cenderung berkurang apabila terkenasinar matahari.Oleh karena itu disarankan agar pengaplikasian pestisida nabati dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari kontak langsung dengan sinar matahari. 10 jenis tumbuhan sebagai pestisida nabati antara lain : 1. Babadotan ( Ageratum conizoides) • Senyawaaktif : Precocone I dan II• Cara kerja : sebagai racun kontak dan racun perut• Cara Pembuatan : 100 gr babadotan dicampur dengan 500 ml air, diblender sampai larut kemudian disaring dengan menggunakan kain kasa• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 2. Jambu Monyet/Mete (Annacardiumoccidentale) • Senyawa aktif : Senyawa fenolik diantaranya Anakardatdan Cardimol• Cara kerja : Menurunkan reproduksi serangga dan kemampuan bertelur serangga• Cara Pembuatan :Kulit biji mete dikering kan kemudian digiling. Hasil gilingan direndam dengan air dan disaring dengan kasa• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 3. Sirsak (Annonasuamosa) • Senyawa aktif : Acetogenin• Cara kerja : bersifat anti feedant bagi serangga, sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan (pada konsentras tinggi) dan sebagai racun perut yang dapat menyebabkan kematian (konsentrasirendah)• Cara Pembuatan: Kulit kayu atau biji sirsak dikeringkan kemudian digiling, biji yang sudah berupa tepung (7500 gr) direndam dengan pelarut aquades atau ethanol menjadi larutan baku 4500 cc• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 4. Pinang (Areca catechu) • Senyawa aktif : senyawa alkaloid berupa Arecaidine, yg bekerja sebagai racun kontak• OPT sasaran : kelompok bakteri, keong mas dan hama pada tanaman lada• Cara Pembuatan : Akar atau buah dikeringkan kemudian ditumbuk halus, lalu direndam dalam air dan disaring• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 5. Mimba/Nimba (Azadirachtaindica) • Senyawaaktif : Azadirachtin• Cara kerja : mempengaruhi reproduksi dan perilaku serangga berupa penolak (Repellent), penarik (attractant) dan anti makan (antifeedan)• Cara Pembuatan : Biji mimba ditumbuk lalu dicampur dengan air dengan perbandingan 25-30 gr/lt air• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran atau dengan menggunakan kuas halus 6. Gadung (Dioscoreahispida) • Senyawa aktif : Diosconinedan Dioscorine• Cara kerja : sebagai anti perkembangbiakan dan Repellen• Cara Pembuatan : Umbi gadung dikeringkan lalu diparut, campur dengan air dengan perbandingan 1:3 lalu disaring• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 7. Tuba (Derris elliptica) • Senyawa aktif : Rotenoid• Cara kerja : mempengaruhi enzim pernafasan• Cara Pembuatan : Akar tuba ditumbuk sampai halus lalu campur dengan air dan disaring• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 8. Mindi (Meliaazedarach) • Senyawa aktif : Margosin• Cara kerja : sebagai penolak serangga, menghambat susunan syaraf dan respirasi serangga• Cara Pembuatan : Tumbuk dua genggam biji mindi dicampur dengan 10 liter air lalu saring• Aplikasi : disemprotkan ke OPT sasaran 9. Bengkoang (Pachyrrhizuserosus) • Senyawa aktif : berupa alkaloid Pachyrrhizid• Cara kerja : menghambat respirasi serangga• Cara Pembuatan : Biji dan daun bengkoang ditumbuk lalu encerkan dengan air• Aplikasi : disemprotkan kebagian tanaman 10. Patah Tulang (Euphorbia trirucalli) • Cara kerja : sebagai zat penolak serangga dan menghambat proses respirasi serangga• Cara Pembuatan : cuci ranting yang berwarna hijau lalu keringkan, selanjutnya diparut dibuat menjadi serbuk atau tepung• Aplikasi : dengan cara penghembusan Sumber :SepuluhJenisTumbuhanSebagaiPestisidaNabati (Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, 2001)