Pupuk Hayati Unggulan Nasional (PHUN) Agrimeth merupakan inovasi teknologi hasil penelitian Balai Penelitian Tanah, Bogor, yang sudah dillisensi oleh PT Agro Indo Mandiri dengan nomor pendaftaran 03.03.2016.127. Pupuk ini mengandung mikroba yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, dapat meningkatkan hasil, tidak mengandung mikroba berbahaya, ramah lingkungan, serta dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Pupuk ini mengandung sejumlah mikroba unggul penambat N simbiotik, dan penambat N non simbiotik, pelarut phospat tanah, penghasil fitohormon, serta penghasil senyawa anti penyebab penyakit.Komposisi mikroba pada pupuk hayati Agrimeth terdiri dari:1. Methylobacterium sp (penghasil fitohormon)2. Azotobacter vinelandi (penambat N, non simbiotik, dan pelarut P tanah3. Bacillus cereus (pelarut P tanah dan penghasil senyawa anti penyebab penyakit)4. Bradyrhizobium sp (penambat N, simbiotik)5. Rhizobium sp (penambat N2 simbiotik)Manfaat pupuk Agrimeth:1. Meningkatkan pertumbuhan tanaman, pembungaan, dan pemasakan buah2. Meningkatkan jumlah akar rambut tanaman Graminae3. Meningkatkan produktivitas tanaman sebesar 20-50 %4. Mematahkan dormansi, meningkatkan vigor, dan viabilitas benih5. Menghemat biaya pemupukanCara pemakaian:Rendam benih dan pisahkan benih bernas dari benih hampaRendam benih bernas selama 24 jam dan kemudian ditiriskan selama 24 jamSatu bungkus pupuk Agrimeth dicampurkan merata pada benih padi yang sudah ditiriskanPencampuran benih padi dengan pupuk Agrimeth dilakukan di tempat teduhBenih padi yang telah dicampur dengan pupuk hayati Agrimeth agar segera disemai dan tidak ditunda lebih dari 3 jamSisa pupuk hayati yang tidak melekat pada benih padi disebarkan di persemaian (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc, BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Dr. Etty Pratiwi, peneliti dan inventor pupuk hayati Agrimeth dari Balai Penelitian Tanah, Bogor