Loading...

Akselerasi Pendampingan P2BN dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Kabupaten Bantul

Akselerasi Pendampingan P2BN dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Kabupaten Bantul
Bertempat di Pendopo Parasamya, Kamis (3/5), telah diselenggarakan acara Akselerasi Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Pendampingan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Kabupaten Bantul yang dihadiri instansi pemerintah di Kab. Bantul, Kepala BPTP Prov. DIY, Kepala BKPP Prov. DIY, Penyuluh Pertanian, THL TBPP dan kelompok penerima bantuan. Diawali penjelasan tentang Gerakan SMS center BPPSDMP Kementerian Pertanian di nomor 08119592937 dalam rangka percepatan pelaporan P2BN oleh Koordinator Penyuluh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Bantul, Sugeng Prayitno, SP., MSc. Kepala BKPPP Bantul, Ir. Pulung Haryadi, MSc., menyampaikan bahwa semakin meningkatnya kebutuhan pangan yang sejalan pertumbuhan penduduk dan tuntutan peningkatan kualitas konsumsi pangan namun jumlah lahan terbatas, maka solusinya antara lain melalui penganekaragaman konsumsi pangan dan intensifikasi lahan pertanian serta pekarangan. Terkait P2BN, target produksi Kab. Bantul 201.341 ton Gabah Kering Giling (GKG) sedangkan di tahun 2011 baru memenuhi 197.618 ton GKG sehingga diperlukan optimalisasi pencapaian target tersebut. Di kabupaten Bantul, seperti diutarakan Kepala BKPP Prov. DIY Ir. Asikin Chalifah, 30 desa menjadi desa pelaksana Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Dalam program ini para penyuluh perlu mengoptimalkan fungsi kerjanya untuk dapat mempercepat Program Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dan untuk segera menginformasikan kepada masyarakat agar program tersebut dalam pelaksanaannya lebih mudah. Untuk peningkatan pemenuhan konsumsi dan keamanan pangan, Pemkab Bantul menekankan pada percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis pangan dan pengembangan teknologi pengolahan pangan terutama pangan lokal non beras dan terigu, guna meningkatkan nilai tambah dan nilai sosial. Bupati Bantul, Sri Surya Widati mengharapkan peran Penyuluh dan Tenaga Bantu Penyuluh dalam menyukseskan P2KP dan P2BN, harus mampu melakukan inovasi teknologi pertanian karena perannya sangat strategis dalam transfer teknologi kepada petani. Kepada para petani beliau menghimbau agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan. Bantuan yang disampaikan Bupati pada kesempatan tersebut berupa Lumbung Pangan Masyarakat untuk 5 kelompok, untuk Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) sejumlah 20 Kelompok Wanita Tani (KWT), untuk peningkatan sarana prasarana penyuluhan 17 BPP masing-masing sebuah perangkat wireless sound system dan Over Head Projector, untuk Pembelajaran petani dengan sistem partisipatif berupa 20 unit pembelajaran FMA, pinjaman bunga rendah untuk stabilisasi harga yang selanjutnya akan langsung masuk ke rekening kelompok sasaran sesuai ketentuan dan aturan dari BKPP Prov. DIY. Bupati juga menandatangani prasasti perwakilan gudang LDPM Gapoktan Tri Manunggal, Karangtalun, Kec. Imogiri dan LDPM Gapoktan Tanimulyo, Bangunharjo, Kec. Sewon. Acara ini dimeriahkan pula oleh Paduan Suara Penyuluh Bantul "Suluh Gita" yang telah sering tampil mengisi acara-acara di lain kesempatan.