Sistem tanam jajar legowo merupakan teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar baris dan jarak tanam dalam barisan sehingga populasi tanaman dapat lebih dari 160.000 rumpun/ha. Selain itu, keunggulan jajar legowo adalah memperlancar sirkulasi udara dan sinar matahari (efek tanaman pinggir) sehingga produksi meningkat. Permasalahan utama dalam pengembangan sistem tanam jajar legowo adalah kemauan tenaga kerja tanam. Tenaga kerja tanam merasa kesulitan dalam penggunakan sistem tanam tersebut dengan alasan harus membuat dua garisan yang berbeda ukuran jarak tanamnya saat membuat alur/garis tanam. Selain itu saat penanaman, tenaga kerja kesulitan untuk melihat garis yang saling menumpuk. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Badan Litbang Pertanian telah memperkenalkan mesin tanam Indojarwo Transplanter. Namun demikian, pada lahan sawah dengan petakan yang sempit, Transplanter sulit sulit digunakan terutama pada sudul lahan yang sempit. Berdasarkan hal tersebut, telah dibuat beberapa model alat caplak Jarwo. Beberapa rancangan alat caplak jarwo yang sudah ada memiliki beberapa kelemahan terutama pada sisi kemudahan pengangkutan. Hal inilah yang membuat Riyanto, THL TBPP Kecamatan Way Sulan Lampung Selatan, memodifikasi alat tersebut yang kemudian diberi nama ALAT CAPLAK JARWO BONGKAR PASANG. Alat tersebut memiliki keunggulan antara lain: Memudahkan petani dalam oprasional di lahan sawahnya karena dengan satu alat ini dapat tercetak garis tanam antar baris dan jarak tanam dalam barisan dalam satu kali tarikan caplakan. Mempermudah petani dalam transportasi dan penyimpanan alat setelah selesai digunakan. Selain itu, petani juga memperoleh keuntungan dari penggunaan alat caplak tersebut antara lain: Petani tidak lagi repot dengan membuat dua garisan yang berbeda ukuran. Dapat dengan mudah merakit alat sesuai dengan jarak tanam antar barisan yang di inginkan dan jarak legowo yang diinginkan disesuaikan dengan kesuburan tanahnya. Mudah merakit alat dalam ukuran pendek untuk sudut sawah yang kecil dan ukuran panjang untuk lahan sawah dengan petakan yang lebih lebar. Untuk perbaikan alat tersebut, BPTP Lampung memberikan masukan Penambahan Roda untuk beberapa jarak tanam antar barisan agar petani dapat memilih jarak tanam yang paling sesuai dengan kondisi setempat. Bahan-bahan yang dgunakan pembuatan alat caplak Jarwo bongkar pasang adalah: Pipa galvanis ukuran 1 in dengan panjang 150 cm sebagai tuas tarikan. Pipa galvanis ukuran ¾ in digunakan untuk bosing roda. Pipa galvanis ukuran ½ in digunakan sebagai as roda. Kelaher ukuran 2604 sebanyak 2 buah berada antara as roda dan tarikan. Behel 6 mm dugunakan sebagai jari-jari roda. Besi strip 1,2 cm digunakan nuntuk lingkaran roda dan sebagai garis antar baris dan tempat tempat meletakan titik jarak tanam dalam barisan. Baut driling dan baut 10 mm digunakan untuk menahan roda. Penulis: Fauziah YA, Kiswanto, Bambang W (Penyuluh BPTP Lampung) dan Riyanto (THL TBPP Way Sulan)