Loading...

ALAT PENGERING CABAI MODEL BALITRO

ALAT PENGERING CABAI MODEL BALITRO
Pada awal tahun 2017 BPTP Kalimantan Barat melaksanakan Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai) untuk menekan harga. Jika produksi meningkat dan belum laku dijual dapat dikeringkan dan disimpan dulu. Pengeringan cabai merupakan salah satu cara dalam teknologi pangan, agar bahan menjadi awet dan aman disimpan. Keuntungannya yaitu volume bahan menjadi lebih kecil dan beratnya berkurang, menghemat ruang pengepakan, dan memudahkan pengangkutan. Metode pengawetan dengan pengeringan berdasarkan prinsip bahwa mikroba dan reaksi-reaksi kimia hanya terjadi jika air tersedia dalam jumlah cukup. Jumlah kandungan air dalam bahan hasil pertanian akan mempengaruhi daya tahan suatu bahan tersebut terhadap serangan mikroba. Untuk memperpanjang daya tahan suatu bahan maka sebagian air pada bahan dihilangkan atau diuapkan sehingga mencapai kadar air tertentu. Balai Penelitian Sayuran, Lembang, merekomendasikan pengeringan menggunakan Alat Pengering Cabai Model Balittro. Tulisan ini mencoba membandingan dua metode pengeringan cabai cara petani dan menggunakan alat pengering Model Balittro.1. Pengeringan Cara Petani Sarana yang dibutuhkan dalam pengeringan cara petani adalah lamporan. Lamporan yang umum dipakai adalah lantai semen atau pasangan batu bata yang diplester. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan rak-rak yang dibuat dari kayu atau anyaman bambu. Keuntungannya antara lain tidak memerlukan bahan bakar sehingga biaya pengeringan murah, memperluas kesempatan kerja, dan sinar matahari mampu menembus ke dalam jaringan sel bahan. Kerugiannya adalah suhu pengeringan dan kelembaban tidak dapat dikontrol, hanya berlangsung bila ada sinar matahari, dan pengeringan tidak konstan.2. Pengering Model Balittro Alat pengering model Balittro adalah alat pengeringan buatan yang menggunakan energi matahari. Prinsipnya sinar matahari sebagai pengganti sumber panas dari bahan bakar pada saat pengeringan. Pengering sinar matahari dibuat dengan bentuk seperti lemari dengan dinding terbuat dari plastik dan rangka terbuat dari kayu. Jumlah rak terdiri dari 3-5 buah atau lebih disesuaikan dengan besarnya ukuran dari alat pengering. Rancangan alat pengering terdiri dari 3 bagian yaitu cerobong, ruang pengering dan kolektor. Rangka utama dan rangka konstruksi terbuat dari kayu. Semua sambungan dipaku, dindingnya dibuat dari plastik mika 0,2-0,3 mm dan tembus pandang (transparan). Kolektor terdiri dari isolator yang terbuat dari seng bergelombang. Fungsinya sebagai pengubah sinar matahari menjadi sumber panas. Penggunaan seng gelombang dimaksudkan agar jumlah panas yang diterima lebih banyak. Permukaan seng bergelombang akan lebih luas bila dibandingkan dengan seng yang permukaannya rata. Jadi dalam penerimaan energi panas akan lebih banyak. Alas kolektor terbuat dari papan yang diketam halus dan dipasang berjajar. Dinding samping terbuat dari papan yang jumlahnya 2 buah, dengan tinggi 10 cm selanjutnya dipasang kayu sebagai dudukan seng (lihat foto). Permukaan seng gelombang dicat hitam sehingga lebih banyak menyimpan sinar matahari. Pemasangan palstik pada kolektor dengan cara dijepit dan dilebihkan 25 cm pada kedua ujungnya. Pada ujung sebelum bawah disediakan lubang yang fungsinya untuk menghasilkan aliran udara ke dalam ruang pengering, sedangkan ujung di atas untuk disambungkan dengan plastik dari ruang pengering.Rangka cerobong terbuat dari kayu sebanyak 6 buah, 3 buah untuk membuat rangka segitiga bagian atas dan 3 buah untuk kerangka bagian bawah. Cerobong dilapisi dengan plastik dan dijepit dengan triplek, dipasang di atas ruang pengering dan dipaku pada kerangka atap atau diberi dudukan khusus yang berfungsi untuk memberi kesempatan sirkulasi udara di dalam ruang pengering. Rak pengering terbuat dari ram kawat yang diberi lapisan kayu pada bagian pinggirnya agar rak tetap kaku/tegar dan dapat diangkat keluar. Untuk pembuatan alat pengering ini ukuran alat dapat disesuaikan dengan jumlah bahan yang akan dikeringkan.Model alat pengering tipe Balitro ini kamarnya pengering memiliki panjang cerobong 90 cm dan tempat dudukan cerobongnya terletak di di tengah-tengah atap. Ukurannya panjang 305 cm, lebar 95 cm dan tinggi 285 cm. Kapasitas alat pengering mencapai 100-200 kg. Keuntungan pengering buatan adalah : (1) tidak perlu dijaga dari gangguan hujan dan gangguan hewan pemeliharaan, (2 tidak perlu diangkat (dibongkar) sebelum kering dan lama pengeringan 5-7 hari pada musim kemarau. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat Sumber: Nur Hartuti dan R.M. Sinaga. 1997. Pengeringan Cabai. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Monograph nomor 8. 12 halaman