Anggrek Dendrobium dan Sapi Metal Membawa Azis Wijayanto Ke Istana Negara
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} Azis Wijayanto (36 th) adalah profil petani teladan dari Kecamatan Batuwarno, ketekunannya menggeluti profesi dalam bidang pertanian membuahkan hasil yang menggembirakan pada 17 Agustus 2010 kemarin Ia mendapatkan predikat sebagai salah satu Petani teladan Tingkat Nasional dan diundang Keistana Negara untuk menghadiri dan mengikuti rangkaian Upacara Hari Kemerdekaan Nasional yang ke-65 dan beramah tamah dengan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono. sebagai petani plasma anggrek dendrobium bersama petani yang lain , Azis saat ini membudidayakan sekitar 8.000 anggrek jenis Dendrobium. sebagai Inti (Bpk Gino) selalu membina petani binaanya dan azis adalah profil petani yang cukup gigih. Jalur pemasaran anggrek asal Batuwarno dipasarkan ke Jakarta dan solo. Teknik split oleh azis bisa menghasilkan anggrek menjadi berlipat dua dari kelas kompot yang diberikan oleh inti, yaitu dengan cara tanaman dipotong menjadi 2 tanaman (teknik split) . Perlakuan ini memerlukan keahlian khusus dan dengan pemeliharaan tepat akan memberikan peluang keuntungan yang berlipat. waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak dan menyiapkan anggrek dendrobium siap jual adalah 3 s/d 5 bulan, sehingga dalam 1 (satu) tahun bisa melepaskan 4 x penjualan . sebagai plasma hanya dibenarkan menyetorkan tanaman yang siap bunga dengan harga Rp 7.500,00 dari pembelian awal dengan harga Rp 3.500,00 Lahan tegal baik yang dimiliki oleh keluarga dan sebagian dari tanah sewa ditanami dengan Jagung dan rumput gajah terutama untuk menyediakan pakan bagi Ternak sapi yang dimilikinya. Sapi dengan jenis Lymosin sebanyak 6 ekor turut memperbesar kocek Azis, sehingga antaslah psebuah rumah yang terbilang cukup mewah berikut perabotannya adalah salah satu hasil kerja kerasnya. Sebagai mantan tukang ojek di Jakarta terbiasa bekerja keras dan jerih payahnya menekeni dalam bidang pertanian Azis wijayanto mendapatkan hasil yang setimpal dan berkesempatan Magang ke Vietnam. By. Tri.s/ KJF Wonogiri