Loading...

Antisipasi Perubahan Iklim dan Tanam Padi Mundur

Antisipasi Perubahan Iklim dan Tanam Padi Mundur
Pengertian perubahan iklim perlu dicermati dan dipahami sebelum membahas data dan fakta seperti yang banyak dibicarakan orang dan pengamat pertanian. Pengertian perubahan iklim tidak terlepas dari istilah-istilah yang berkaitan dengan peristiwa perubahan iklim itu sendiri, seperti unsur-unsur perubahan iklim yang terdiri dari: suhu udara, pola curah hujan yang terjadi, iklim ekstrim (la-nina, el-nino) dan peningkatan muka air lau.Yang kesemua itu mempengaruhi kegiatan pertanian khususnya pertanian tanaman pangan, misalnya padi, jagung, kacang kedelai dan lain-lain. Pengertian dari beberapa istilah yang perlu dipahami tentang perubahan iklim antara lain adalah sebagai berikut ; Menurut UU 31/2009, Perubahan Iklim adalah: berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung, oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan. Secara teknis, Perubahan Iklim adalah terjadinya pergeseran keadaan iklim yang biasa terjadi di suatu wilayah menjadi tidak menentu atau bergesernya dari musim yang biasa terjadi. Pemahaman Masyarakat Perkotaan pada umumnya, perubahan Iklim terkait dengan kejadian peningkatan suhu udara rata-rata. Pemahaman Masyarakat Petani, Perubahan Iklim adalah terjadinya musim hujan dan kemarau yang semakin sering tidak menentu, sedemikian rupa sehingga mengganggu kebiasaan petani atau perilaku pertanian dan mengancam hasil panen. Atau dengan kata lain perubahan iklim bersifat tetap dengan membentuk pola/trend baru. Perubahan iklim bahkan dapat menyebabkan kehilangan satu musim tanam pada daerah tertentu, karena musim tanam yang seharunya sudah dilakukan menjadi tidak terealisir disebabkan faktor hujan dan kemarau yang tidak menentu di suatu daerah. Misalnya hujan yang berkepanjangan atau musim kemarau yang berkepanjangan. Berdasarkan keadaan iklim yang terjadi di lapangan saat ini dapat dibedakan kedalam dua keadaan yaitu ; La Nina: suatu kejadian iklim dimana terjadi peningkatan jumlah dan intensitas curah hujan yang berkelanjutan hingga memasuki musim kemarau (periode April hingga September) akibat terjadi penurunan suhu muka laut di wilayah Timur samudra Pasific. El-Nino: suatu kejadian iklim dimana terjadi penurunan jumlah dan intensitas curah hujan yang berkelanjutan hingga memasuki musim hujan (periode Oktober hingga Maret) akibat terjadi peningkatan suhu muka laut di wilayah Timur samudra Pasific. Beberapa daerah di wilayah Indonesia akan mengalami musim El-nino yaitu terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan sampai waktunya seharusnya sudah musim hujan tetapi masih belum terjadi hujan, hal dikarenakan suhu muka air laut meningkat biasanya periode Oktober- Maret. Bila hal ini terjadi maka yang dapat dilakukan para petani antara lain sebagai berikut ; a) periode Okteber-Januari menanam ; Menanam tanaman palawija yang tahan akan kekeringan, misalnya tanaman jagung, tanaman kacang hijau, tanaman ubi kayu, tanamn kimpul / talas dan lain- lain.Sehingga pada musim kemarau tersebut masih diperoleh petani hasil yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, sungguhpun pada saat itu persediaan air sangat terbatas. b) Periode Februari- Juli menanam ; Menanam tanaman padi, baik padi gogo atau pun padi pengairan tadah hujan dengan sistem pengairan irigsi sederhana.Diharapak pada bulan Februari hujan sudah turun sehingga air untuk pengolahan tanah dan pertumbuhan tanaman padi sudah tersedia dan mencukupi.Hanya perlu diperhatikan bahwa pengolahan tanah harus secapat mungkin dilakaukan,begitu juga tentang pemeliharaan tanaman padi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan memperhatikan prinsip efesien dan efektip.Bila hal itu dilakukan dengan baik maka diharapkan tanam padi yang mundur masih dapat memberikan penghasilan pada para petani kita. Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian Sumber : Badan Litbang, Peta Kerentanan Sektor Pertanian dan Dampak Perubahan Iklim, 2010, Jakarta Kementan, Kenali dan Pahami Perubahan Iklim, 2010, Jakarta