Bakteri Paenibacillus polymyxa , juga dikenal sebagai Bacillus polymyxa , adalah bakteri Gram-positif yang mampu memperbaiki nitrogen . Itu ditemukan di tanah, akar tanaman, dan sedimen laut. Sejarah P. polymyxa dan perannya sebagai pupuk hayati dan agen biokontrol dalam pertanian secara luas ditinjau oleh Padda et al. (2017). Klasifikasi Bakteri Paenibacillus polymyxa Kingdom : Bakteri Divisio : Firmicutes Kelas : Bacilli Ordo : Bacilales Family : Paenibacillaceae Genus : Paenibacillus Spesies : Paenibacillus polymyxa Cara Perbanyakan Bakteri Paenibacillus polymyxa Fermentator/ Alat-alat : Larutan PK/ KMnO4 Glass woll (filter) Aerator Jerigen Selang plastik Bahan: Perbanyakan Paenibacillus polymyxa dengan menggunakan media cair, yaitu EKG (Ekstrak Kentang Gula) atau bisa juga menggunakan media EUG (Ekstrak Ubi Gula). Bahan yang digunakan untuk media EKG/EUG yaitu Kentang/Ubi, gula dan air bersih. Untuk standarisasi larutan EKG ukuran 20 liter dengan perbandingan bahan 6 Kg kentang/Ubi, 250 gr gula pasir dan 20 liter air dengan cara pembuatannya: Pilih kentang yang baik, segar dan sehat. Kupas kentang, kemudian cuci bersih dan diiris tipis-tipis. Irisan kentang masukan ke dalam panci yang telah diberi air. Rebus irisan kentang sampai empuk (jika dirasakan hambar) dan sekali-kali diaduk. Saring rebusan kentang dan ambil ekstraknya, Masukan ekstrak kentang ke dalam panci, dan tambahkan gula pasir kemudian masak dengan api kecil sampai gula larut. Dinginkan ekstrak kentang yang sudah ditambah gula, kemudian masukkan ke dalam jerigen. Siapkan isolat Paenibacillus polymyxa untuk inokulasi dan proses diinkubasi. Proses Inokulasi dan Inkubasi Setelah dingin masukkan stater/isolat atau biang agens hayati Paenibacillus polymyxa. Perbandingan larutan EKG dengan isolat Paenibacillus polymyxa adalah 5 (lima) liter EKG dengan 1 (satu) tabung reaksi (test tube) isolat Paenibacillus polymyxa jadi untuk 20 liter EKG/EUG memerlukan 4 Isolat. Perbanyakan melalui cara diinkubasi dengan penambahan/pengaliran udara/ada oksigen.Dari airator udara dialirkan melalui selang plastik, masuk ke botol KMnO4 (agar steril), diteruskan ke botol berisi glass wall (agar tidak ada percikan cairan KMnO4), dan aliran udara diteruskan masuk ke dalam media EKG (yang telah diisi isolat). Perbanyakan agens antagonis Paenibacillus polymyxa dengan proses tersebut memerlukan waktu selama 14 hari, sudah siap digunakan. Aplikasi Dalam Pertanian Pemanfaatan bakteri Paenibacillus polymyxa di bidang pertanian yaitu dengan penerapan system pengendalian hama terpadu (PHT) dengan cara memaksimalkan penerapan berbagai metode pengendalian hama secara komprihensif dan mengurangi penggunaan pestisida. Salah satu komponen PHT tersebut adalah pengendalian hayati dengan memanfaatkan bakteri antagonis sebagai pengganti pestisida, hal ini terbukti efektif pada beberapa jenis bakteri potensial yang digunakan sebagai agensia hayati.Bakteri – bakteri antagonis ini dapat menghasilkan antibiotik dan siderofor juga bisa berperan sebagai kompetitor terhadap unsur hara bagi patogen tanaman, pemanfaatan bakteri – bakteri antagonis ini dimasa depan akan menjadi salah satu pilihan bijak dalam usaha meningkatkan produksi pertanian sekaligus menjaga kelestarian hayati untuk menunjang budidaya pertanian berkelanjutan. Pada dasarnya terdapat 3 mekanisme antagonis dari bakteri yaitu : Hiperparasitisme : terjadi apabila organisme antagonis memparasit organisme parasit (patogen tumbuhan) Kompetisi ruang dan hara : terjadi persaingan dalam mendapatkan ruang hidup dan hara, seperti karbohidrat, Nitrogen, ZPT dan vitamin. Antibiosis : terjadi penghambatan atau penghancuran suatu organisme oleh senyawa metabolik yang diproduksi oleh organisme lain. Maka dari itu hasil perbanyakan bakteri paenibacillus polymyxa bisa di gunakan untuk pencegahan dan pengendaliah hawar daun bakteri pada kacang panjang sebagai berikut : Sasaran Bakteri Paenibacillus polymyxa Pada Sayuran Hawar Daun Pada Kacang Panjang Morfologi dan daur penyakit Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak kecil berwarna kuning atau cokelat kebasahan dan tembus cahaya. Bagian tengah bercak menjadi kering berwarna cokelat kemerahan dan dikelilingi warna kuning agak kebasahan. Bercak meluas dan bagian tengahnya robek Penyakit ini berkembang cepat pada suhu 24-26oC. Bakteri ini dapat merusak daun, tangkai daun, batang, polong dan biji. Bakteri dapat bertahan hidup dalam biji atau sisa-sisa tanaman yg sakit Gejala serangan secara umum : Gejalanya daun berbercak-bercak kecil berwarna kuning sampai coklat muda, bentuknya persegi dan agak basah. Selanjutnya bercak akan membesar dan mengering berwarna coklat kemerahan atau hitam. Pada tahapan berikutnya, bercak-bercak bersatu menjadi bercak yg lebih besar dan dikelilingi oleh warna hijau kekuningan. Pada serangan berat, daun akan gugur. Penyebaran bakteri ini ke tanaman lain dapat dibantu angin. Tanaman kacang panjang yg ditanam di dataran tinggi sering diserang penyakit ini.. Pengendalian : Anjuran teknologi pengendalian Haawar daun yang dilakukan selama ini merupakan hasil penelitian dan kajian lapang Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi dan instansi terkait, dengan upaya pengendalian antara lain sebagai berikut : Pada Pesemaian Penggunaan benih sehat dan bukan berasal dari daerah terserang Menanam varietas yang agak tahan (karena tidak ada yang tahan Perendaman benih dengan larutan Bakteri Paenibacillus Polymyxa 10 sampai dengan 15 menit dengan dosis 75 ml/14 liter air . Menutup/mengerodongi persemaian sejak benih disebar untuk pencegahan masuknya penyebaran bakteri Di Lapangan : Untuk menahan / membatasi masuknya Penyakit hawar daun ke dalam petak tanaman, dilakukan penanaman tanaman pinggiran lahan tanam dengan 6 baris tanaman jagung 3-4 minggu sebelum tanam Kacang Panjang dengan jarak tanam rapat 15 – 20 cm atau tanaman border lainnya antara lain, orok–orok, dan pagar kelambu setinggi 2,8 – 3m dari tanah, Penggunaan mulsa plastik perak di dataran tinggi, dan jerami di dataran rendah untuk mengurangi gulma, Penyiraman menggunakan larutan Paenibacillus Polymyxa pada umur 1 MST (sebelum pindah tanam) dengan dosis 75ml.14 liter air, Penyemprotan larutan Paenibacillus Polymyxa pada umur 10 Hst dengan dosis 75ml.14 liter air, dilanjutkan pada umur 20 HST dengan dosis 75ml.14 liter air, Penyemprotan larutan Paenibacillus Polymyxa pada umur 30 Hst fase tanaman sedang berbunga karena larutan ini pun mengandung zpt yang bias mempercepat pembuahan dengan dosis 75ml.14 liter air, Sanitasi lingkungan,dan Eradikasi tanaman sakit, yaitu tanaman yang menunjukkan gejala segera dicabut dan dimusnahkan dengan cara dibakar supaya tidak menjadi sumber penularan. Penyemprotan enga bakterisida sebagai jalan terakhir pengendalian penyakit. Selamat Mencoba Sobat Tani