Berdasarkan kegiatan Direktif Presiden tahun 2013 untuk membuat display dan memetakan varietas yang cocok di Kalimantan Barat maka dilakukan ujicoba 10 varietas padi pada lahan pasang surut bergambut di Desa Mekarsari, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Varietas padi yang diujicoba adalah Inpara-3 yang diketahui paling tangguh menghadapi penyakit blast dan wereng batang coklat. Sebagai pendamping adalah varietas padi Indragiri, Air Tenggulang, Batanghari, Lambur, Mendawak, Banyuasin, Inpara-2, dan padi local. Dari uji varietas ini hanya Varietas Inpara-3 dan Siak Raya yang selamat dari serangan penyakit blast. Varietas Siak Raya selain tahan penyakit blas juga diketahui agak toleran air asin sehingga ujicoba dilanjutkan oleh petani Pukari di Desa Peniraman, Kalimantan Barat. Hasilnya sangat baik karena tidak hanya tahan terhadap ras penyakit blast yang ada tetapi produktivitasnya mencapai 8 ton GKP/ha. Berikut ini adalah deskripsi Varietas Siak Raya yang diarahkan untuk mengatasi intrusi air asing sekaligus menahan serangan penyakit blast.Nomor seleksi : B7809F-KN-29-2-3 Asal persilangan : Batang Ombilin/Kelara Golongan : Cere Umur tanaman : 115 “ 124 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 118 “ 122 cm Anakan produktif : 15 “ 20 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Muka daun : Kasar Warna daun : Hijau Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Gemuk sedang Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Agak tahan Kerebahan : Agak tahan Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 26 % Bobot 1000 butir : 26 g Rata-rata hasil : 5,0 t/ha Potensi hasil : 6,0 t/ha Ketahanan terhadap Hama : Agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 & rentan terhadap biotipe 3 Penyakit : Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, dan agak tahan terhadap strain IV, tahan penyakit blas daun maupun blas leher, dan bercak daun coklat. Anjuran tanam : Sesuai untuk padi rawa pasang surut lahan sulfat masam dan bergambut, dan tahan keracunan Fe dan Al Pemulia : B. Kustianto, Suwarno, dan Soewito T. Teknisi : Sudarna, Supartopo, Basaruddin N., Siswoyo, Indarjo dan Gusnimar Allidawati. Alasan utama dilepas : Padi rawa, tahan WBC biotipe 1 dan 2, toleran keracunan Fe dan Al, nasi pera Dilepas tahun : 2001 (Sigit Sapto Wibowo, BPTP Kalimantan Barat) Sumber: BB Padi. 2010. Deskripsi Varietas Padi. Badan Litbang Pertanian. Sukamandi dan Hasil Kegiatan Uji Coba Teknologi Pengendalian Air Asin dan Penyakit Blast dengan Varietas Siak Raya