Loading...

Bakorluh Sultra Gelar Sosialisasi Cyber Extension

Bakorluh Sultra Gelar Sosialisasi Cyber Extension
Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (PPK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi aplikasi cyber extension di aula pertemuan Bakorluh PPK Sultra pada hari Selasa, 1 Februari 2011. Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Kepala Sekretariat Bakorluh PPk Sultra Ir. H. Rusbandriyo, MP yang dihadiri oleh para penyuluh, pejabat eselon II dan III, dan staf sekretariat bakorluh. Dalam sambutannya, Rusbandriyo mengungkapkan, ke depannya penerapan cyber extension seyogyanya dilakukan tidak hanya oleh kalangan penyuluh tapi juga pegawai struktural yang ada. Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Sub Bidang Teknologi dan Informasi Ir. Mukhnis Ideal, M.TP, materi tentang cyber extension ini banyak mendapat respon dari peserta yang hadir dengan berbagai pertanyaan baik tentang teknis input data maupun substansi yang akan diupload. Perlu diketahui, cyber extension atau penyuluhan melalui dunia maya adalah istilah baru dalam sistem penyuluhan pertanian di Indonesia. Kehadirannya menuntut para penyuluh pertanian untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Tuntutan ini juga berjalan seiring dengan bergesernya tema penyuluhan, yang tidak hanya sekadar peningkatan produksi tapi telah bergeser pada isu global, seperti bagaimana menyiapkan petani untuk mengatasi persoalan perubahan iklim global maupun perdagangan global. Dengan demikian, kata Ketua Indonesian Agricultural Sciences Association (IASA) Jepang Subejo, tema penting bagi penyuluhan pertanian masa depan antara lain bagaimana petani diperkenalkan pada sarana produksi yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap goncangan iklim, teknik bertani yang ramah lingkungan, hemat air, serta tahan terhadap cekaman suhu tinggi. Kementerian Pertanian menangkap isu ini dengan meluncurkan program cyber extension berupa penyediaan sarana dan prasarana komputer plus jaringan internet di tingkat balai pelaksanan penyuluhan (BPP) serta pembuatan website yang berisi materi dan informasi penyuluhan.(andi syahrir)