Loading...

KONSERVASI AIR MELALUI PEMBANGUNAN EMBUNG ATAU DAM PARIT

KONSERVASI AIR MELALUI PEMBANGUNAN EMBUNG ATAU DAM PARIT
Tehnologi konservasi air merupakan upaya untuk mengatur penyediaan air khususnya pada saat musim kemarau (kekurangan air), meningkatkan volume air tanah juga memperbesar daya simpan air. Beberapa bangunan konservasi air yang murah dan mudah untuk mengatur ketersedian air sepanjang tahun adalah Embung atau Dam Parit. PEMBANGUNAN EMBUNG. Embung atau tandon air merupakan waduk berukuran mikro yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan dan aliran permukaan air di wilayah sekitarnya di musim hujan untuk dapat menyediakan sumber air irigasi pertanian khususnya persawahan. Persyaratan lokasi pembuatan embung adalah bahwa lokasi berada didaerah/ sekitar daerah pertanian yang memerlukan pasokan air dan terdapat sumber air yang dapat ditampung baik berupa aliran permukaan saat hujan, mata air, parit atau sungai kecil dengan volume air yang memadai. Selain itu harus mempunyai daerah tangkapan air, agar volume air yang masuk ke embung mencukupi serta terdapat alur./ cekungan tempat melintas/ berkumpul air yang memudahkan menampung air . Tahapan pembuatan embung : 1. Persiapan, meliputi kegiatan pembersihan lokasi dan pengukuran-pengukuran. 2. Menggali tanah, untuk pembuatan pondasi bendung( yang berfungsi untuk membendung/ menahan air serta melimpaskan air saat volume air melebihi kapasitas tampungan embung). Volume galian merupakan volume air yang akan ditampung. Volume minimal 170 m2. 3. Pembuatan Bendung dan saluran pelimpas. Tinggi bendung menentukan sekali volume air yang akan ditampung. Umumnya sekitar 1,5 - 2 meter. Bendung dilengkapi dengan bangunan pelimpas untuk pembuangan saat air berlebih. 4. Pembuatan Tanggul, yang berfungsi untuk menjaga agar air tidak bocor. Konstruksi tanggul bisa terbuat dari tanah atau pasangan batu kali/ batu bata. 5. Pembuatan saluran Penguras, yang berfungsi untuk menguras dan membersihkan sediment yang ada dalam embung serta untuk mengosongkan seluruh isi embung bila diperlukan. Saluran penguras disertai pintu sekat balok atau pintu sorong .. 6. Pembuatan saluran Pemasukan, berfungsi untuk mengarahkan air masuk ke dalam embung dan menyaring kotoran/ sediment yang mungkin masuk ke embung. 7. Pembuatan Saluran Pengeluaran, berfungsi untuk menyalurkan air ke lahan pertanian. Saluran pengeluaran dilengkapi dengan pintu, bisa berupa sekat balok atau pintu sorong. Jika elevasi lahan pertanian lebih tinggi dari embung, pembuatan saluran pengeluaran tidak diperlukan. Untuk pemanfaatan air bisa menggunakan pompa. PEMBANGUNAN DAM PARIT . Dam parit adalah suatu bangunan konservasi air berupa bendung kecil pada parit-parit alamiah atau sungai-sungai kecil yang dapat menahan air dan meningkatkan tinggi muka air untuk disalurkan sebagai air irigasi. Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan aliran permukaan dan curah hujan yang masuk ke parit dengan cara membendung dan menaikkan tinggi muka air. Persyaratan lokasi pembuatan dam parit yaitu lokasi yang terdapat parit-parit alamiah atau sungai-sungai kecil dengan debit air yang memadai untuk keperluan irigasi, terdapat saluran air untuk menghubungkan dam parit ke lahan usahatani yang akan diairi( jika belum ada , dibuat saluran air). Letak harus memperhatikan kemudahan dalam membendung air serta kemudahan distribusi. Dam parit dapat dibangun secara bertingkat pada satu parit/ sungai yang sama, tetapi syaratnya air masing-masing dam parit berasal dari daerah tangkapan air diatasnya. Pembangunan Dam parit secara bertingkat juga ditujukan untuk dapat mengurangi banjir melalui penurunan debit puncak dan memperpanjang waktu menuju debit puncak. Bangunan dam parit sekurang-kurangnya terdiri dari : 1. Talud/ jagaan, berfungsi untuk menjaga pinggir parit tidak tergerus oleh air dan akan menjadi pegangan bendung. 2. Bangunan bendung/ pelimpas, berfungsi untuk membendung aliran/ meninggikan muka air di parit dan sekaligus melimpaskan air saat volume air melebihi kapasitas tampung. 3. Pengendali/ Pintu air, berfungsi untuk mengatur volume air yang akan dialirkan ke lahan usaha tani melalui saluran irigasi 4. Pintu penguras, berfungsi untuk penguras dan membersihkan bendung dari kotoran dan sedimentasi. 5. Saluran irigasi, berfungsi menyalurkan air dari bendung ke lahan usaha tani. 6. kolam otak, berfungsi agar air yang terjun melalui pelimpas tidak merusak bendung. Penulis : Asia. Sumber : Pedoman Teknis Konservasi Air melalui Pembangunan Embung/DamParit. Direktorat Penegelolaan Air. Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air. 2009.