Kementerian Pertanian selaku pemegang kebijakan dalam menjamin ketersediaan pangan terus melakukan berbagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Program kegiatan yang dilaksanakan salah satunya program pekarangan pangan bergizi yang mana dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur/kosong yang tidak produktif dengan menerapkan budidaya intensif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam mendukung Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di lapangan melalui bantuan pemerintah dialokasikan kegiatan bantuan benih ubi jalar di titik 1.500 desa/unit (1 unit luasan 1 desa @1.000 m²). Dari 1500 desa Kebupaten Kepulauan Meranti mendapatkan alokasi bantuan benoh ubi jalar sebanyak 3 Desa di Kecamatan Tebing Tinggi. Adapun kelompok tani yang menerima bantuan tersebut yaitu Kelompok Tani Berjuang Bareng (Desa Alahair Timur), Kelompok Tani Sepakat Jaya (Desa Aalahair) dan Tunas Karya Harapan (Desa Banglas Barat). Bantuan bibit ubi jalar sejumlah 3200 bibit diserahkan kepada kelompok dengan keadaan baik dan cukup. Serajh terima Benih ubi jalas diserahkan secara langsung oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti yang didampingi oleh Tim Teknis Kabupaten Kepulauan Meranti dan Penyuluh Pertanian Pendampin. Dihimbau kepada Kelompok Tani untuk sesegera mungkin dapat langsung dilakukan penanaman. Ketiga kelompok penerima menyanggupi untuk dilakukan penenaman sesegera mungkin mengingat bibit yang diberikan mudah kering.
Beberapa hari setelah serah terima bantuan, kelompok tani penerima bantuan sudah memberikan laporan perkembangan tentang penanaman yang dilakukan. Hal ini tentu menjadi salah satu pertanda baik tentang bagaimana kelompok mampu menjaga komitmen baik sebelum bantuan datang hingga bantuan diterima. Menjadi catatan juga bagi penyuluh setempat tentang capaian kinerja kelompok dalam mengkoordinasikan kepada anggota tentang pemanfaatan bantuan yang diterima.