Untuk melihat dari dekat dampak dari IPDMIP, IFAD melakukan serangkaian kunjungan supervisi ke lokasi IPDMIP di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Kebumen pada tanggal 6-8 Februari 2023 lalu. Tim IFAD yang diwakili oleh Jeffry Pancturan Country Director IFAD untuk Afganistan, pada tanggal 6 Februari 2023 berkunjung ke Desa Purwodadi dan Desa Purbandana Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dengan didampingi oleh Manajer Proyek NPIU IPDMIP, Bayu Rahmawan dan Konsultan Manajemen IPDMIP, Basuki Setiabudi. Sebelum ke lapangan, Tim IFAD dan NPIU diterima di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas dan bertemu dengan Kepala Bappelitbang, perwakilan dari Dinas PUPR, dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Joko Budi Santoso yang hadir bersama Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian. Pada pertemuan tersebut disampaikan bahwa capaian kinerja IPDMIP di Kabupaten Banyumas sangat positif dirasakan oleh unit pengelola IPDMIP Kabupaten Banyumas dan penerima manfaat Proyek. Oleh karena itu, ketiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait IPDMIP, Bappelitbang, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah merencanakan untuk mengajukan permohonan replikasi IPDMIP dengan menggunakan dana APBD. Bappelitbang juga menginformasikan bahwa IPDMIP di Kabupaten Banyumas telah memperkuat fungsi Komisi Irigasi menjalankan perannya dalam menyusun rencana tanam, mengatasi permasalahan strategis saluran irigasi dalam pembagian air sesuai surat keputusan Bupati. Dibawah kewenangan Dinas PUPR Kabupaten Banyumas, Komisi Irigasi ini juga melibatkan partisipasi petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), penyuluh pertanian, dan Perguruan Tinggi setempat untuk menetapkan kebijakan terkait dengan pengelolaan irigasi setiap tahunnya. Di Kabupaten Banyumas terdapat 14 Daerah Irigasi (DI) yang berada di 12 kecamatan. Selama tahun 2020 sampai 2022 sudah 8 DI yang selesai direhabilitasi dengan menggunakan dana IPDMIP. Direncanakan untuk rehabilitasi jaringan irigasi di 6 DI lainnya akan menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Melalui IPDMIP petani di 12 DI telah mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL). Diakui bahwa penyuluh pertanian di daerah irigasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian Kabupaten Banyumas. Saat mengunjungi Desa Purbandana, penjelasan dari Mantri Pengairan setempat, Sumadi telah memperkuat keyakinan Tim IFAD bahwa IPDMIP telah banyak memberi dampak positif dalam pengelolaan pemanfaatan saluran irigasi di desa tersebut. Jerry Pancturan menyatakan bahwa dampak positif yang dialami Kabupaten Banyumas dapat menjadi contoh untuk project-project lain yang serupa. Kegiatan Sekolah Lapang (SL) dilaporkan telah berdampak pada peningkatan produksi padi di desa lokasi IPDMIP. Saat mengunjungi Desa Purwodadi, Kelompok tani Muswantani menyatakan bahwa setelah mengikuti SL sebanyak 20 persen anggotanya menerapkan cara tanam jajar legowo dengan jarak 2:1, 4:1, dan 6:1 dan meningkat produksi nya menjadi 6,1 ton per ha dari sebelumnya rata-rata 5,7 ton per ha. Joko menambahkan bahwa petani juga telah belajar membuat dan menggunakan pupuk organik dalam kegiatan SL IPDMIP sehingga penggunaan pupuk kimia berkurang dan biaya usaha tani menjadi lebih terjangkau. Pembelajaran yang diberikan dalam SL IPDMIP sejalan dengan Gerakan Pro Pertanian Organik” (Genta Organik) yang dikembangkan sebagai Program Utama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian. Genta organik adalah gerakan mempromosikan pemanfaatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah dan penerapan pemupukan berimbang sebagai solusi terhadap masalah kelangkaan dan mahalnya pupuk. Ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi bahwa Dengan adanya genta organik bukan berarti penggunaan pupuk anorganik (kimia) diharamkan, melainkan penggunaan pupuk kimia menjadi berkurang, tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang.” Pemanfaatan pupuk organik buatan petani sendiri di lokasi IPDMIP Kabupaten Banyumas diharapkan terus berkembang dan meluas ke seluruh wilayah kabupaten. Hal ini merupakan wujud nyata dari seruan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada petani di seluruh Indonesia untuk segera menyediakan pupuk sendiri. Pupuk organik harus segera dihadirkan karena sangat dibutuhkan. Pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah pusat”, ujar Mentan dalam berbagai kesempatan. Menutup kunjungan di Kabupaten Banyumas, Jerry mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang baik dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah setempat yang telah melaksanakan IPDMIP dengan baik dan menunjukkan hasil positif berupa peningkatan produksi pertanian di daerah irigasi dan perbaikan dalam pengelolaan irigasi untuk pertanian secara lebih efektif. Diharapkan agar dampak positif dari IPDMIP dapat secara berkelanjutan diterapkan dan dikembangkan oleh pemerintah daerah paska berakhirnya Proyek. (PF/FRS)